Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
118~S3


__ADS_3

...___...


"Lo apa apa an sih teriak-teriak gitu Hil ?" Kesal Gleen pada Hilma yang terlihat begitu histeris.


Telinga nya bahkan hampir copot karena suara nya.


"I-itu, kenapa enggak pake baju sih !!" Kecam Hilma tanpa ingin menoleh ke arah Gleen dan terus menutup mata nya.


Gleen berdecak lidah, memutar bola mata nya seolah malas sekali akan sikap Hilma yang seperti ini. Kaku sekali, bukan nya mereka sudah menikah kan.


Eh, tapi benar juga. Mereka baru saja menikah, jadi.. ya pasti ada rasa canggung dan malu lah ya.


"Tolong ambilin baju gue di koper, gue pake baju di kamar mandi aja !" Tutur nya pada Hilma.


...___...


Gleen duduk di sebuah kursi di ruang tamu. Meski sudah larut malam, tapi mata nya bahkan tak mau di ajak nya untuk terpejam. Pikiran nya terus saja melayang-layang memikir kan bagaimana cara nya dan dimana dia bisa bekerja untuk meraih sebuah kesuksesan seperti yang dia impikan.


Ya, karena sekarang dia sudah tidak sendiri lagi. Dia sudah mempunyai tanggung jawab untuk menghidupi dan membahagiakan Hilma, istri nya.


"Mas.." Lirih Hilma memanggil Gleen. Perempuan itu berdiri di ambang pintu kamar nya.


"Kok belum tidur ?" Tanya Gleen saat Hilma menyembul kan kepala nya.


"Kamu kenapa belum tidur juga ?" Tanya nya balik.


"Ye, kalo di tanya orang itu ya di jawab. Bukan nya malah balik nanya !" Kesal Gleen.


"Aku enggak bisa tidur !" Ujar Hilma yang melangkah kan kaki nya kemudian ikut mendudukkan diri nya di kursi yang terpisah dari Gleen.


"Kamu lagi mikirin apa ?" Tanya perempuan itu. Dia melihat suami nya itu yang begitu terlihat seperti sedang memikir kan sesuatu.


"Gue lagi mikirin kerjaan !" Ucap nya. "Eh, ma-maksud nya a-aku.." Lirih Gleen terbata-bata.


Ya, dia sudah menikah dengan Hilma sekarang. Jadi, dia harus mulai membiasakan diri untuk pendekatan pada istri nya kan.


"Pfffttt.."


"Kok ketawa ?"

__ADS_1


"Kamu lucu mas !" Gumam Hilma sambil cekikikan. Lucu melihat Gleen yang berwajah gugup seperti ini.


"Emang nya pelawak apa !" Kesal laki-laki itu.


...___...


Hari ini, Gleen dan Hilma memasuki sebuah pusat perbelanjaan. Bukan mall sih, tapi lumayan cukup besar. Gleen berniat mengajak Hilma keluar jalan-jalan, sekaligus membeli sesuatu yang mereka butuhkan.


"Maaf ya, aku bisa nya ajak kamu kesini.." Ujar Gleen pada Hilma yang berjalan di samping kiri nya. Gleen terus menggenggam tangan perempuan itu.


"Apa an sih mas, ke sini aja udah cukup bikin aku seneng" Ujar Hilma sambil mengulas senyuman terbaik nya.


Gleen menghentikan langkah nya di sebuah toko ponsel. Ia melihat-lihat berbagai macam merk ponsel yang terpajang etalase.


Sebenarnya, dia sangat membutuhkan benda itu saat ini, apa lagi untuk info-info soal pekerjaan. Bisa lebih mudah jika mempunyai benda pipih yang bernama ponsel itu.


"Mas, mau beli ponsel, beli aja !" Ujar Hilma pada suami nya itu.


"Enggak ah Hil.." Jawab nya.


"Kalau masih ada uang nya, mas beli aja. Mas Gleen pasti butuh ponsel kan ?"


Pelan, Glenn menganggukkan kepala nya membenarkan ucapan Hilma.


...___...


Akhir nya mereka pun sampai di rumah kontrakan setelah jalan-jalan dan membeli sesuatu yang mereka butuh kan untuk sehari-hari. Dan juga, Gleen pada akhir nya membeli sebuah ponsel yang jauh dari kata mewah, sangat berlipat-lipat ganda perbedaan nya dari ponsel ponsel yang pernah dia miliki.


Tak apa lah, dari pada enggak ada sama sekali. Begini saja sudah cukup untuk nya sebagai alat komunikasi.


Baru saja dia meng-install ulang ponsel baru nya, tetapi berpuluh-puluh notif panggilan dan pesan masuk ke nomor nya.


Oh, sepenting itu kah diri nya sampai harus di cecar oleh pesan-pesan dan panggilan yang tidak di terima nya.


"Genna !" Lirih Gleen kala sang adik yang terus menelpon nya dan mengirimi nya pesan singkat WhatsApp berpuluh-puluh kali.


Ada apa ? pikir nya. Apa ada sesuatu yang sudah terjadi.


Kini, perasaan Gleen pun jadi tak enak memikir kan nya.

__ADS_1


'ada apa Gen, maaf gue baru aja setel ulang hape gue !'


Tulis Gleen pada pesan WhatsApp yang dia kirim ke nomor Genna, adik nya.


Tak butuh waktu lama, ponsel laki-laki itu berdering tanda sebuah panggilan masuk. Dan itu dari Genna.


"Ya, Gen.."


"Kak, mommy masuk rumah sakit !' Ujar Genna di sebrang telpon sana. Dan itu sungguh membuat Gleen sangat terkejut saat mendengar nya.


"Kok bisa ? mommy kenapa dek ?" Tanya Gleen histeris. Dia begitu khawatir terhadap Cinta, sang mommy.


"Mommy sakit gara-gara mikirin lo !" Kecam Genna memberi tahu nya. "Buru deh lo balik, kasian mommy nyariin lo !' Imbuh Genna pada kakak nya.


...__...


Gleen tertunduk diam. Pikiran nya seketika menjadi kacau saat mendengar tentang ke adaan mommy nya.


Wanita itu jatuh sakit, dan kini sedang di rawat di rumah sakit. Dan itu, semua karena memimikir kan nya.


"Mas, kamu kenapa ?" Tanya Hilma. Seketika dia melihat raut wajah Gleen sang suami yang berubah menjadi muram. Seperti sedang sedih.


"Mommy masuk rumah sakit Hil." Gumam nya menjawab pertanyaan Hilma.


"Astagfirullah, mommy kamu sakit apa mas ?"


Gleen semakin tertunduk, menumpu kepala nya dengan ke dua tangan di atas lutut nya. Ia khawatir akan ke adaan Cinta. Tapi, masa iya dia harus pergi menemui nya.


Dia hanya tidak ingin jika sampai bertemu lagi dengan sosok si sultan Anan Malik yang sudah membuang nya.


"Kamu harus temui mommy mu mas, kasian dia pasti mikirin kamu."


"Besok kamu temenin aku, kita pergi bareng jenguk mommy ya..??"


"Hah ?"


...___...


Sabar ya 😁

__ADS_1


Gak lama lama lagi kok 🤭 Ku harap kalian sabar menunggu ku 😂


Ekh maksud nya nunggu babang Gleen Ama si aku... 🤣🤣 wkwkwk


__ADS_2