
Jangan lagi membuatku diambang kebingungan dan kekhawatiran, aku tidak ingin mlihhatnya menahan sakit dan melukai dirinya, lebih baik aku saja yang menanggung semua sakitnya, namun aku tidak bisa. melihatnya seperti itu membuatku sakit hati. airmatanya yang jatuh bagaikan tusukan pisau diulu hatiku, jika kutau kan seperti ini, lebih baik aku menunda
~Aland Chevalier
Hari ini mungkin adalah hari terkahir untuk mereka disana, terhitung dari kedatangan mereka, sudah hampir satu minggu juga mereka di Maladewa, pekerjaan mungkin sudah menumpuk menunggu keepat pria yang menyenangkan wanita mereka, ehh ralat dua pria hanya ikutan saja karna mereka jones🤣🤣🤣
"hari ini kita akan pulang, tadi aku sudah menghubungi piloot agar kemari, kita kaan melakukan penerbangan sekitar jam dua siang nanti, kalian masih bisa menikmati beberapa jam kedepan" ucap Al yang merupakan pemimpin dalam liburan mereka
"baiklah, kalau begitu kami ingin membeli beberapa sovenir untuk kenang kenangan dari sini" ucap Asya yang sudah merencanakan itu sebelum Al mengatakaan kepulangan mereka
"nanti akan diantar oleh Vin dan Mic" ucap Al dan menoleh kearah Dar yang tidak mengatakan apapun, malahan dari raut wajahnya ia merasa senang karna tidak harus capek untuk ikut wanita yang banyak maunya itu
"aku dan Dar akan membereskan barang barang sembari menunggu kalian pulang" ucap Al dan seketika raut wajah Dar berubah masam dan tidak suka
"aku menolak ajakanmu Al, aku masih banyak pekerjaan. oh ya aku baru ingat aku, aku ada janji dengan awak kapal yang ada disana" ucap Dar membuat alasan yang tidak masuk akal agar bisa kabur dari Al, membuat mereka yang ada disana geleng kepala melihat tingkah Dar itu
padahal itu hanya akalan Al saja, toh juga ada pelayan yang membantu mereka untuk membereskan semua barang milik mereka, namun karna Al iseng dan mencoba membuat Dar kembali ke sifat aslinya, sangat susah disuruh apalagi kebersihan
"dasar bocah tengil, tidak berubah dari dulu" ucap Al namun mereka tertawa melihat Dar yang kabur hanya karna disuruh kebersihan
kamiya sudah, kalian pergilah. dan aku juga ikut sih sebenarnya" ucap Al yang tidak mau memninggalkan istrinya atau membiarkan isrtinya jauh dari penglihatannya, karna keselamatan Asya lebih penting dari apapun
__ADS_1
akhirnya mereka semua langsung terjun kearah penjual sovenir yang berjejer disekitaran pantai, seperti pada umumnya, mereka akan melihat dan mencoba yang mana lebih cocok dengan mereka, Asya dan Chloe asik mencoba beberapa baju dan aksesories yang ada disana
sementara ketiga pria yang mengikuti mereka hanya diam dan menungggu kedua wanita itu selesai memelih dan membelinya, dan otomatis Al yang menjadi ATM berjalan mereka, membuat Chloe langsung antusias untuk menghabissi uang Al, kapan lagi menikmati kekayaan keluarga Chevalier
"sayang, jangan membeli itu, sangat tidak cocok untukmu" ucap Al saat melihat istrinya memegang baju yang berukuran pendek dan sedikit terbuka, mmebuat Al mengeryitkan keningnya tidak suka
"kan bisa dipakai kalau kita jalan jalan mas, tidak harus keluar seperti biasa" ucap Asya namun tetap saja Al tidak menyukainya, ngapain istrinya harus memakai baju terbuka,
"baiklah, tidak" ucap Asya dan meletakkannya kembali, mereka beralih ketoko yang lain, namun ketika Asya ingin melanjutkan langkahnya,
bumil itu meringis kesakitan, Asya rifleks memegangi perutnya yang besar dan membuat semua oarang yang melihatnya ikut panik, terutama Al dia langsung sigap menahan tubuh istrinya dan memberikan belanjaan kepada Mic, ia langsung mengangkat tubuh besar Asya dengan enteng dan membawanya kepondok terdekat dari mereka
"sayang, kamu kenapa hemm..?"tanya Al yang sudah sangat khawatir, tidak biasanya Asya meringis kesakitan seperti itu, apalagi melihat wajah Asya yang pucat
"sayang, mana yang sakit?, apa kita perlu cari doktter disini?" tanya Al, dan tanpa disuruh dua kali Vin langsung sigap untuk mencari dokter, bertanya kepada orang yang berjualan disana
"aku gakpapa mas, hanya saja mereka mungkin menendang, dan itu sakit" ucap Asya dnegan tersenyum, maklum saja bumil yang sebentar lagi akan melahirkan dan punya twins pula dalam perutnya akan lebih sakit jika debay itu nendang perutnya
"tapi sayang, kamu sangat pucat. kita kedokter ya, gimana Vin?" tanya Al dan Vin mengangguk menandakan ada klinik terdekat dilokasi mereka, tanpa persetujuan Asya, suaminya langsung mengangkatnya kembali dan membawanya sesuai petunjuk Vin yang ia dapat dari orang orang dipantai tadi
"sayang, apa masih sakit, apa mereka masih menendang?" tanya Al yang juga merasa lega setelah diperiksa dokter yang ada disana dan mengatakan Asya hanya kram biasa saja, semua bumil mengalaminya, apalagi kondisi Asya yang mengandung debay twins
__ADS_1
"tidak lagi mas, lapi kalau kamu mau cobalah menyentuhnya, mereka pasti merespon " ucap Asya tersenyum dan mengarakan tangan suaminya untuk mengelus perutnya
dan benar saja,debay twins mereka langsung merespon daddynya dan mulai lagi sibuk bergerak aktif didalan, membuat Asya kembali meringis kesakitan
"mereka terlalu aktif sayang" ucap Al dan diangguki oleh Asya, sementara Chloe dan Vin serta Mic lebih dulu pulang untuk mempersiapkan semuanya, mereka akan pulang sekitar satu jam lagi, dan karna Al masih berada di klinik maka mereka memutuskan untuk pulang lebih dulu
"iya mas, aku jadi tidak sabar bertemu mereka"ucap Asya tersenyum dan mengelus lemmbut perutnya, satu kebanggaan tersendiri dalam dirinya yang sebentar lagi akan menjadi mommy muda, dan mereka akan punya debay twins, Asya sangat merasa terharu
"aku juga sayang, ternyata bibit unggulku sekaligus mencetak dua, itu sangat berkualitas tinggi"ucap Al menyombongkan dirinya, tapi memang itulah kenyataannya,wkwkw
"huh, awas saja kalau nanti kamu pilih kasih denganku dan mereka" ucap Asya karna ia tau kalau beby twins lahir Al akan membagi kasih sayangnya, dan bisa jadi ia akan nomor dua untuk Al
"hahha masa sama anak sendiri cemburu, gak boleh gitu dong" ucap Al dan mencium bibir istrinya sekils, ia merasa gemas dnegan bocilnya yang mengandung bocil, tubuh mungil Asya sangat menggemaskan untuknya
"sayang, sesuai kata dokter tadi, karna kamu mendekati bulan melahirkan, kita harus membuat jalan anak kita lebih luas, agar mereka tidak sempit saat keluar" ucap Al mengerlingkan matanya dengan mesum
pria ini masih saja sempat memikirkan al itu, padahal tadi ia sangat khawatir melihat istrinya, dan sekarang ia bahkan merekam ucapan unfaedah dokter tadi menurut Asya
"kamu ini, belum pulang saja sudah mikir yang aneh aneh" ucap Asya namun ia tetap tersenyum dengan perkataan suaminya yang konyol itu
next
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍