
Hari ini, Diana harus pergi ketempat kerjanya. bulan telah berganti jadi tahun, ini akhir tahun yang menyedihkan untuk Diana. akhir dari tahun yang mmebuat hidupnya hancur. kalian tau?, setelah kejadian yang menimpa dirinya dibulan sebelumnya, membuat Diana mengandung anak dari pria yang tidak tau asal usulnya yang jelas
Diana harus bekerja lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan anaknya dan adiknya, ibunya sudah lama meninggal karna penyakit yang sudah lama tertanam dalam tubuh ibunya dan tidak bisa diselamatkan menurut dokter yang menanganinya. Diana sangat terpuruk, setelah mengetahui dirinya hamil dan ibunya meninggal dunia, adiknya yang berapa kali hampir putus kuliah
uang yang dulu ia pegang habis untuk kebutuhan operasi dan biaya rumah sakit ibunya, tapi tetap saja takdir berkata lain, ibunya memilih panggilan Tuhan dan kembali pada yang maha kuasa, dan sekarang Diana harus melakukan pekerjaan diusia kandungannya yang menginjak lima bulan
berkat ijazah SMA yang ia miliki, ia akhirnya diterima disalah satu perusahaan meskipun hanya menjadi seorang office girls. namun itu sudah menjadi sebuah hikmah yang patut Diana syukuri
"Ratih, kakak berangkat kerja dulu.nanti rumah jangan lupa dikunci dan jangan lupa sarapan" ucap Diana yang bersiap untuk berangkat, jam sekarang masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Diana harus secepatnya sampai dikantor untuk membersihkan kantor karna ia shift pagi
"hati hati kak, Ratih juga sekarang harus pergi ada tugas kuliah bersama teman teman" ucap Ratih dan diangguki oleh Diana, wanita bumil itu langsung ngambil tas miliknya dan melangkah keluar
"kamu juga hati hati dek, kakak pergi!" ucap Diana yang sudah sedikit jauh dari rumahnya, ia langsung kejalan raya menunggu angkutan umum untuk ketempat kerjanya
sementara Ratih yang katanya mengerjakan tugas adalah bohong, ia juga bekerja part time disalah satu cafe yang dekat dari rumah mereka, meskipun hasilnya tidak seberapa namun untuk uang jajan dan uang tugasnya Ratih tidak perlu lagi meminta kakaknya, cukup untuk biaya kuliah dan biaya hidup mereka Diana urus
terkadang Ratih juga kasuhan dengan kakanya, diumurnya yang masih muda sudah mengandung dari pria yang tidak tanggung jawab, belum lagi banyak tekanan dari pekerjaan dan lainnya, mengursa pikiran dan tenaga kakanya
dikantor, Diana melakukan tuganya dengan baik, meskipun ia sedang mengandung namun ia tidak menjadi alasan untuk Diana bermalas malas, banyak teman kerjanya yang sudah memperingati Diana tapi tetap saja wanita bumil itu tidak menghiraukan, ia hanya berfikir biaya hidupnya dan anaknya nanti jika sudah lahiran
__ADS_1
"tidak apa apa kok bu, Diana sudah biasa" ucap Diana jika rekan kerjanya mengambil alih pekerjaannya, Diana merasa tidak enak jika harus menyusahi mereka terus, Diana juga masih mampu melakukannya
beralih kenegara Swiss, dimana pria yang masih bekerja tiba tiba moodnya langsung berubah jelek, kadang marah tidak jelas kepada sekretarisnya, kadang moodnya kembali baik dan sikapnya berubah 180 derajat dari biasanya, Dar mengalami masalah yang serius saat ini
"Bianca, kau ambilkan berkas yang ada dimejaku dan bawa kesini secepatnya" ucap Dra dengan mood yang buruk dan baru saja mengomel kepada staff kantornya, ia merasa kinerja karyawannya buruk dan langsung melakukan rapat saat itu juga, Dar langsung mengomel hingga dua jam baru selesai
"ini pak berkasnya" ucap Bianca sekretaris Dar, namun dengan cepat Dar melihat Bianca dan melotot pada sekretarisnya itu, Dar terlihat kesal dan ingin lanjut mengomel, namun saat pria itu ingin membuka mulut, ia langsung mual dan berlari kearah kamar mandi
"huekk.."
"huekk..."
"iya aku juga merasa begitu, akhir akhir ini pak Darren juga sering mual dan sensitif terhadap bau" ucap staff lainnya membahas soal Darren yang sangat jauh berbeda dari biasanya
namun tidak dengan Bianca, wanita itu menyusul Dar dan mengelus punggung Dar dengan lembut, ia juga membantu Dar dan memapah atasannya kembali kekursi kebesarannya, wajah Dar terlihat pucat dan lemas
"kalian keluarlah, jangan lupa laporan yang saya minta segera dikirim" ucap Dar kepada staffnya, sungguh memalukan dilihat para bawahannya dirinya mmual tidak jelas seperti tadi, namun Dar masih lemas dan tidak ada tenaga utuk mengomel
"telfon mama dan papa, katakan kalau aku sakit keras" ucap Dar kepada Bianca, sekretarisnya itu langsung mengerjakan apa yang ia perintahkan, Dar dengan lesu pindah kekamar yang ada diruangannya, diikuti oleh Bianca yang juga masuk kedalam
__ADS_1
"keluarlah Bianca, jangan didekatku. aku mual dengan bau parfum yang kau pakai" ucap Dar dengan nada tidak suka dengan sekretarisnya,Bianca berusaha mendekatinya dan itu membuat Dar tidak suka dan semakin memicu ia mual
"baik tuan, saya permisi keluar" ucap Bianca pamit keluar, ia juga langsung mengabari bos besarnya, yaitu Agatha dan Alfred tentang kondisi Dar saat ini
ditempat lain, keluarga sedang heboh hebohnya dengan kehamilan Chloe yang menginjak satu bulan, mereka seakan lupa dengan keberadaan Dar yang satu satunya jauh dari mereka, namun Al tetap menanyakan kabar adiknya kepada orang suruhannya untuk mengintai apa yang dilakukan Dar selama jauh dari mereka
"bibi, ini ada telfon dari sekretaris Dar. katanya ingin bicara tentang kondisi Dar" ucap Al memberikan ponselnnya kepada Agatha yang duduk disamping suaminya
"speakerkan saja Al" ucap Agatha dengan santai dan masih tidak bergeming
"hallo nyonya, tuan besar. tuan Dar sedang sakit, dia terlihat lemas dan mual sepanjang hari" ucap Bianca dengan nada yang juga takut dan canggung, takut salah bicara dengan Alfred dan Agatha
"kenapa bisa begitu, ada apa dengan putraku Bianca?" tanya Agatha dengan khawatir, baru saja ia mendengar kabar Darrec yang sakit kekhawatiran itu langsung muncul dan membuatnya cemas berlebihan
"saya tidak tau pasti nyonya, tuan Dar mengatakan lebih baik tuan besar dan nyonya kesini menjenguk" ucap Bianca, tanpa dipikir dua kali, Al langsung bertindak untuk menyuruh jet pribadi keluarga merekaa menjemput, juga semua keluarga akan ikut kesana
"kita berangkat sebentar lagi, mereka sedang menuju kesini" ucap Al dan semuanya bergegas untuk berkemas dan membawa barang seperlunya, tidak banyak dan juga tidak lama, cemas dengan keadaan Dar yang sendiri disana tanpa ada mereka satupun
next
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍😍