Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 15, kedatangan haura


__ADS_3

Hanya melimat wajahnya


yang semakin lebih baik, hatiku menjadi panas dan semakin membencinya, ingin


rasanya saat ini juga aku melenyapkannya


~haura burke


Malam hari, sekitar pukul tiga


dini hari, aland pulang dengan suasana yang berantakkan, baju yang sudah tidak


berbentiuk dan rambut yang acak-acakan, dan satu hal lagi yang perlu kalian


ketahui aland sangat bau alcohol dan mabuk tidak sadarkan diri, entah apa yang


membuatnya seperti ini, kalau biasanya aland pergi minum dan mencari ketenangan


tidak sampai sekacau ini, namun sekarang sangat berbeda dari biasanya


Vin yang membawa aland masuk


kedalaam dengan sekuat tenaga, aland lebih berat darinya, dan tentunya tenaga


aland juga lebih besar darinya, vin merasa kesusahan membawa aland sampai pada


akhirnya mereka sampai kedalam dan vin langsung saja meletakkan aland


dirkamarnya


“dimana asya? Tidur dimana dia


dibuat bajingan gila ini?” batin vin dalam hatinya, ia tidak percaya jika aland


menyuruh asya tidur didapur atau malah menuyuruhnya tidur diluar, sungguh itu


bukan sikap aland


Ketika mendengar suara yang


sedikit berisik, asya terbangun dari tidurnya dan memilih apa yang terjadi


diluar, ia langsung mengikat rambutnya dan berjalan keluar, dan satu hal yang


ada dalam pikiran asya, pasti aland pulang


“kak vin? Bukannya tadi sudah


pulang yah?” tanya asya heran Ketika melihat vin yang berada disana dengan baju


yang cukup kacau juga, karna ia harus menjemput aland dari klub dan harus


melewati banyaknya Wanita malam yang merebut dirinya saat memasuki klub


tersebut


“iya sya, kakak sudah pulang


tadi, tapi sekarang kakak datang kesini karna mengantar aland yang sudah tidur”


kata vin sambil menaikkan alisnya megarah kekamar aland


“ohh ya, kamu tidur diaman


sya?, mengapa tidak ada dikamar aland?” tanya vin yang merasa kepo dengan asya,


karna ia tidak ttega melihat gadis lugu ini tidur kedinginan diluar


“aku tidur dikamar sebelah kak,


aku lebih nyaman disana dari pada tidur dengan om aland” kata asya tersenyum


kecut sambil melirik kearah vin


“apa kamu nyaman disana? Apa


ada Kasur dan selimut lengkap untukmu?” tanya vin dengan khawatir, seolah ia


mencemaskan asya lebih darii apapun


“semuanya lengkap kak, om aland


tidak masalah jika aku memakai barang-barang yang ada disini” kata asya yang


tak lupa senyuman manisnya menghiasi wajah cantiknya

__ADS_1


“”baguslah kalau begitu, aku


takut kamu kedinginan sya” kata vin secara tidak sadar perkataannya itu membuat


asya merasa haru, ternyata didunia ini ada yang masih perhatian padanya


“kalau beegitu aku pulang dulu


sya, kamu bisa melijhat keadaan aland didalam” kata vin dan diangguki oleh


asya, vin berjallan keluar dan asya berjalan masuk kekamar aland, ia ingin


mengecek kondisi aland yang katanya mabuk itu


Dengan perlahan asya masuk


kedalam dan mendekati aland yang sudah tidur pulas, sungguh saat ini asya


merasa heran dengan aland yang tadi spre pergi baik-baik saja dan ternyata


pulang dengan kedaan kacau begini


“mengapa om aland sekacau ini


ya, apa dia ada masalah?” tanya asya dan dengan pelan membuka baju aland dengan


perlahan, ia ingin membersihkan tubuh aland agar tidur dengan baik, asya mulai


mengganti baju aland dan memperbaiki posisi tidur aland, sampai akhirnya secara


tidak sadar aland menarik tubuhnya hingga terjatuh di atas tubuh pria tu


Asya kaget dan langsung berniat


unttuk berdiri, namun lagi-lagi aland menggenggamnya erat tanpa mau melepaskan


dirinya, alhasil asya tidur dengan aland yang memeluknya bak bantal guling,


asya yang notabenya polos dan tidak tau apa-apa tetap bergerak kesana-kemari agar


bisa lepas dari pria itu, namun apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan


kenyataan, aland semakin memeluknya


Kembali kekamar” kata asya dengan suara tertahan, namun tetap saja Aaland tidak


mendengarkannya sedikitpun


“diamlah gadis lugu, atau kau


akan kubuat tidak bisa berkutik lagi” kata aland ditengah kesadarannya yang


tidak utuh


“om..jangan seperti ini, saya


sesak dan tidak bisa bernafas” kata asya yang merasa pasokan udara untuk


dirinya berkurang


“diam!!” teriak aland yang


membuat asya mematung dan tidak berkutik lagi,bergerakpun rasanya asya tidak


mampu lagi, suara aland begitu menyakitkan ditelinganya, seumur-umur asya baru


mendengar suara sekeras dan dingin ini, Asya terdiam tanpa sadar dirinya ikut


terlelap dipelukan aland.


Pagi harinya, sekitar pukul


enam pagi, asya terbangun dari tidurnya dan menfdapati aalnd yang masih


memeluknya sambil mata terpejam, dengan beringkut kebawah asya melepaskan


dirinya dari pria itu karna hari ini ia akan kesekolah lagi, namun tidak dengan


aland, dirinya masih setia bertengger dialam mimpinya tanpa mempedulikan apapun


disekitarnya,


Asya yang tidak sempat memasak


lagi karna waktu sudah kepepet, akhirnya hanya membuatkan roti selai dengan

__ADS_1


kopi yang usdah terjadi dimeja, ia sengaja membuat itu untuk aland dan memasak


sup pegar untuk aland nikmati Ketika bangun nanti


Secepat kilat asya bersiap dan


menikmati sarapan paginya, dan tidak terasa vin sudah datang untuk menjemputnya


kesekolah, namun sebelum itu apa yang dilakukan asya tak luput dari penglihatan


cctv yang ada di apartemen itu


“kak vin silahkan sarapan dulu”


kata asya sambil menyodorkan roti seai yang ia buat sengaja untuk vin, namun


Ketika melihat selai yang digunakan asya selai kacang vin langsung menolaknya


untuk menggantinya menjadi selai nanas


\”kenapa kak? Apa kak vin tidak


suka selai kacang?” tanya asya dengan polosnya dan meletakkan roti itu didepan


vin dengan segelas kopi juga


“bukan tidak suka sya, tapi lebih


ke alergi” kata vin sambil menikmati sarapan paginya, jarang -jarang ada yang


membuatkan sarapan untuknya begini


“ap akita bisa berangkat


sekarang sya?” tanya vin saat setelah mereka selesai dengan sarapan


masing-masing


“bisa kak, tapi sebelumnya asya


antar ini ke kamar om aland dulu ya” kata asya sambil membawa sarapan untuk


aland dan sup yang sempat ia buat


“ayo kak, kita berangkat” kata


asya tersenyum dan diangguki oleh vin, mereka berdua keluar dan meninggalkan


aland yang masih tidur dikamarnya


*****


Sesampainya disekolah, asya


langsung masuk kedalam kelasnya namun berhenti kala melihat seseorang yang


menghadang dirinya didepan gerbang, seseorang yang tega menjualnya demi


mendapatkan keuntungan uang, seseorang yang selama ini ia anggap sebagai


pengganti kedua orantuanya namun membuat sesuatu yang tidak pernah ada


dipikiran asya


Haura, yahh yang menunggu asya


itu adalah haura, tante dari asya yang tega membuat hidup asya menderita sampai


sejauh ini, tante yang ia kira sebagi pengganti sang mama yang sudah dipanggil


lebih dulu, namun nyatanya apa yang diharapkan asya tidak jauh lebih pahit dan


sangat menyedihkan


“ada apa tante datang kesini


dan memanggil asya?” tanya asya dengan wajah cuek namun dalam hatinya ia


menangisi nasibnya yang buruk.


next


Berikan komentarmu untuk mereka


ya readers:>

__ADS_1


__ADS_2