
Hanya melimat wajahnya
yang semakin lebih baik, hatiku menjadi panas dan semakin membencinya, ingin
rasanya saat ini juga aku melenyapkannya
~haura burke
Malam hari, sekitar pukul tiga
dini hari, aland pulang dengan suasana yang berantakkan, baju yang sudah tidak
berbentiuk dan rambut yang acak-acakan, dan satu hal lagi yang perlu kalian
ketahui aland sangat bau alcohol dan mabuk tidak sadarkan diri, entah apa yang
membuatnya seperti ini, kalau biasanya aland pergi minum dan mencari ketenangan
tidak sampai sekacau ini, namun sekarang sangat berbeda dari biasanya
Vin yang membawa aland masuk
kedalaam dengan sekuat tenaga, aland lebih berat darinya, dan tentunya tenaga
aland juga lebih besar darinya, vin merasa kesusahan membawa aland sampai pada
akhirnya mereka sampai kedalam dan vin langsung saja meletakkan aland
dirkamarnya
“dimana asya? Tidur dimana dia
dibuat bajingan gila ini?” batin vin dalam hatinya, ia tidak percaya jika aland
menyuruh asya tidur didapur atau malah menuyuruhnya tidur diluar, sungguh itu
bukan sikap aland
Ketika mendengar suara yang
sedikit berisik, asya terbangun dari tidurnya dan memilih apa yang terjadi
diluar, ia langsung mengikat rambutnya dan berjalan keluar, dan satu hal yang
ada dalam pikiran asya, pasti aland pulang
“kak vin? Bukannya tadi sudah
pulang yah?” tanya asya heran Ketika melihat vin yang berada disana dengan baju
yang cukup kacau juga, karna ia harus menjemput aland dari klub dan harus
melewati banyaknya Wanita malam yang merebut dirinya saat memasuki klub
tersebut
“iya sya, kakak sudah pulang
tadi, tapi sekarang kakak datang kesini karna mengantar aland yang sudah tidur”
kata vin sambil menaikkan alisnya megarah kekamar aland
“ohh ya, kamu tidur diaman
sya?, mengapa tidak ada dikamar aland?” tanya vin yang merasa kepo dengan asya,
karna ia tidak ttega melihat gadis lugu ini tidur kedinginan diluar
“aku tidur dikamar sebelah kak,
aku lebih nyaman disana dari pada tidur dengan om aland” kata asya tersenyum
kecut sambil melirik kearah vin
“apa kamu nyaman disana? Apa
ada Kasur dan selimut lengkap untukmu?” tanya vin dengan khawatir, seolah ia
mencemaskan asya lebih darii apapun
“semuanya lengkap kak, om aland
tidak masalah jika aku memakai barang-barang yang ada disini” kata asya yang
tak lupa senyuman manisnya menghiasi wajah cantiknya
__ADS_1
“”baguslah kalau begitu, aku
takut kamu kedinginan sya” kata vin secara tidak sadar perkataannya itu membuat
asya merasa haru, ternyata didunia ini ada yang masih perhatian padanya
“kalau beegitu aku pulang dulu
sya, kamu bisa melijhat keadaan aland didalam” kata vin dan diangguki oleh
asya, vin berjallan keluar dan asya berjalan masuk kekamar aland, ia ingin
mengecek kondisi aland yang katanya mabuk itu
Dengan perlahan asya masuk
kedalam dan mendekati aland yang sudah tidur pulas, sungguh saat ini asya
merasa heran dengan aland yang tadi spre pergi baik-baik saja dan ternyata
pulang dengan kedaan kacau begini
“mengapa om aland sekacau ini
ya, apa dia ada masalah?” tanya asya dan dengan pelan membuka baju aland dengan
perlahan, ia ingin membersihkan tubuh aland agar tidur dengan baik, asya mulai
mengganti baju aland dan memperbaiki posisi tidur aland, sampai akhirnya secara
tidak sadar aland menarik tubuhnya hingga terjatuh di atas tubuh pria tu
Asya kaget dan langsung berniat
unttuk berdiri, namun lagi-lagi aland menggenggamnya erat tanpa mau melepaskan
dirinya, alhasil asya tidur dengan aland yang memeluknya bak bantal guling,
asya yang notabenya polos dan tidak tau apa-apa tetap bergerak kesana-kemari agar
bisa lepas dari pria itu, namun apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan
kenyataan, aland semakin memeluknya
Kembali kekamar” kata asya dengan suara tertahan, namun tetap saja Aaland tidak
mendengarkannya sedikitpun
“diamlah gadis lugu, atau kau
akan kubuat tidak bisa berkutik lagi” kata aland ditengah kesadarannya yang
tidak utuh
“om..jangan seperti ini, saya
sesak dan tidak bisa bernafas” kata asya yang merasa pasokan udara untuk
dirinya berkurang
“diam!!” teriak aland yang
membuat asya mematung dan tidak berkutik lagi,bergerakpun rasanya asya tidak
mampu lagi, suara aland begitu menyakitkan ditelinganya, seumur-umur asya baru
mendengar suara sekeras dan dingin ini, Asya terdiam tanpa sadar dirinya ikut
terlelap dipelukan aland.
Pagi harinya, sekitar pukul
enam pagi, asya terbangun dari tidurnya dan menfdapati aalnd yang masih
memeluknya sambil mata terpejam, dengan beringkut kebawah asya melepaskan
dirinya dari pria itu karna hari ini ia akan kesekolah lagi, namun tidak dengan
aland, dirinya masih setia bertengger dialam mimpinya tanpa mempedulikan apapun
disekitarnya,
Asya yang tidak sempat memasak
lagi karna waktu sudah kepepet, akhirnya hanya membuatkan roti selai dengan
__ADS_1
kopi yang usdah terjadi dimeja, ia sengaja membuat itu untuk aland dan memasak
sup pegar untuk aland nikmati Ketika bangun nanti
Secepat kilat asya bersiap dan
menikmati sarapan paginya, dan tidak terasa vin sudah datang untuk menjemputnya
kesekolah, namun sebelum itu apa yang dilakukan asya tak luput dari penglihatan
cctv yang ada di apartemen itu
“kak vin silahkan sarapan dulu”
kata asya sambil menyodorkan roti seai yang ia buat sengaja untuk vin, namun
Ketika melihat selai yang digunakan asya selai kacang vin langsung menolaknya
untuk menggantinya menjadi selai nanas
\”kenapa kak? Apa kak vin tidak
suka selai kacang?” tanya asya dengan polosnya dan meletakkan roti itu didepan
vin dengan segelas kopi juga
“bukan tidak suka sya, tapi lebih
ke alergi” kata vin sambil menikmati sarapan paginya, jarang -jarang ada yang
membuatkan sarapan untuknya begini
“ap akita bisa berangkat
sekarang sya?” tanya vin saat setelah mereka selesai dengan sarapan
masing-masing
“bisa kak, tapi sebelumnya asya
antar ini ke kamar om aland dulu ya” kata asya sambil membawa sarapan untuk
aland dan sup yang sempat ia buat
“ayo kak, kita berangkat” kata
asya tersenyum dan diangguki oleh vin, mereka berdua keluar dan meninggalkan
aland yang masih tidur dikamarnya
*****
Sesampainya disekolah, asya
langsung masuk kedalam kelasnya namun berhenti kala melihat seseorang yang
menghadang dirinya didepan gerbang, seseorang yang tega menjualnya demi
mendapatkan keuntungan uang, seseorang yang selama ini ia anggap sebagai
pengganti kedua orantuanya namun membuat sesuatu yang tidak pernah ada
dipikiran asya
Haura, yahh yang menunggu asya
itu adalah haura, tante dari asya yang tega membuat hidup asya menderita sampai
sejauh ini, tante yang ia kira sebagi pengganti sang mama yang sudah dipanggil
lebih dulu, namun nyatanya apa yang diharapkan asya tidak jauh lebih pahit dan
sangat menyedihkan
“ada apa tante datang kesini
dan memanggil asya?” tanya asya dengan wajah cuek namun dalam hatinya ia
menangisi nasibnya yang buruk.
next
Berikan komentarmu untuk mereka
ya readers:>
__ADS_1