Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
107~S3


__ADS_3

Gleen tertunduk. Dia harus kembali di hadap kan dengan sang Daddy setelah mendapatkan perhatian dari sang mommy.


Ya, meski perhatian mommy yang begitu besar dan telah menenangkan nya, namun dia tetap tidak bisa menghindari interogasi Daddy nya.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini ?"


Pertanyaan sang Daddy membuat nya semakin tertunduk diam. Dia pun sebenarnya tidak ingin seperti ini, namun keadaan nya sungguh membuat nya harus berjuang sendirian melawan para berandalan itu.


"Maaf dad, tapi Gleen terpaksa harus berantem karena-"


"Karena demi perempuan gak jelas itu !"


Gleen tersentak. Reflek mengangkat wajah nya dan menatap Anan dengan seksama.


"Maksud dad-"


"Siapa lagi kalau bukan pelayan murahan di club' malam itu !" Sargah Anan menyahuti, menjawab pertanyaan Gleen dengan cepat nya.


"Dad, Hilma bukan perempuan murahan !" Sahut Gleen menyangkal nya.


"Tidak usah kamu membela dia !" Tuding Anan pada Gleen.


"Tapi Dad-"


"Daddy sudah tahu semua nya !!"


Anan menyentak. Menghentikan Gleen yang akan mengucapkan sesuatu.


"Karena dia kan kamu sampai menolak pernikahan mu dengan Della !!"


Oh astaga..


Seperti nya dia memang tidak bisa meremehkan sang Daddy yang berkuasa. Bahkan dalam urusan pribadi dan sangat privasi seperti ini, laki-laki itu sangat jelas mengetahui nya.


"Jangan bilang ke Daddy kalau kamu mencintai gadis murahan itu !"


"Hilma bukan gadis murahan dad !"


"Daddy bilang jangan pernah membela nya !"


"Karena Hilma memang pantas untuk di bela dad !" Jawab Gleen dengan lantang. Tak perduli lagi akan jadi apa dia saat melawan Daddy nya.


Anan mengangguk-anggukkan kepala nya. Beralih badan seolah dia merasa tak habis pikir dengan putra nya itu. Ke adaan nya sekarang sudah pusing, memikir kan Della yang entah berada di mana.

__ADS_1


Apa yang harus dia katakan pada Andrian jika nanti dia tahu bahwa putri nya menghilang.


"Kamu sadar tidak sih atas apa yang kamu lakukan sekarang ??" Anan kembali menatap Gleen. Berusaha menegaskan apa yang sudah di perbuat laki-laki itu.


Demi membela seorang gadis pelayan di club' malam. Dia sampai terluka seperti ini dan bahkan sudah menjatuhkan nama baik nya, dengan memukuli dan menghajar Seorang laki-laki yang bernama Dito. Anak dari salah satu pemilik saham terbesar di perusahaan Malik group.


"Kamu sadar tidak jika kamu sudah menghancurkan nama baik perusahaan kita Gleen !!"


Anan memekik. Berbicara dengan nada tinggi menyalurkan rasa kekecewaan nya terhadap putra nya itu.


"Kamu tahu siapa Dito yang kamu hajar sampai mau mati !" Anan mendekati nya. Menatap tajam dengan tatapan membunuh.


"Dito adalah anak dari salah satu pemilik saham terbesar di Malik group. Dan kamu, kamu sudah melukai putra satu-satunya sehingga pak Anwar mencabut saham nya !"


Anan meradang. Amarah nya seketika memuncak. Emosi kian menggebu dan rasa nya ingin sekali menghajar putra nya itu atas perlakuan nya. Tapi beruntung, Gleen masih terluka, jika tidak. Mungkin luka-luka dan lebam di tubuh nya saat ini karena di perbuat oleh Daddy nya.


"Kalau kamu tidak berbaik hati membela dan mengantar pulang perempuan pelayan murahan itu, Della pasti ada disini !" Gumam nya menekan kan.


"Apa baik nya gadis pelayan penyebab masalah itu ! sampai-sampai kamu sebegitu nya membela dia !"


"Hilma tidak seperti itu Dad !"


PLAK !!


Akhir nya Anan melayang kan tamparan nya juga pada pipi Gleen yang masih terlihat membiru.


Luka di sudut bibir nya yang masih belum mengering pun akhir nya kembali mengeluarkan darah segar di sana. Mungkin sangking bonyok nya wajah laki-laki itu.


"Daddy tidak akan sudi mendengar nama nya !" Kecam Anan menegaskan.


dret..dret..dret..


Anan berusaha melepaskan amarah nya. Menghembuskan nafas nya dalam dan memutus tatapan tajam nya dari Gleen yang tertunduk diam.


Anan meraih ponsel dari saku celana nya yang bergetar. Melihat benda itu yang memberikan notif panggilan masuk dari seseorang di sana.


"Ya.."


"Kami sudah tahu di mana pak !" Ucap seorang laki-laki di sebrang telpon sana.


"Dimana ?"


'saya kirim via pesan alamat nya pak' Ujar nya lagi.

__ADS_1


"Oke!"


Anan pun memutuskan sambungan telpon nya. Setelah mendapatkan satu notif pesan masuk, buru-buru dia mematikan ponsel dan menaruh ke dalam saku nya kembali.


Melirik Gleen yang juga sedang menatap nya seperti penuh ke ingin tahuan. Lalu Anan pergi saja meninggalkan ruangan laki-laki itu.


Di sisi lain


Hilma terus menitikan air mata, menangis seolah ingin berteriak agar dia di lepaskan dari tempat terkutuk ini.


Sungguh kejam sekali Abang nya itu pada nya, yang dengan tega nya menjual diri nya kepada seorang pemilik rumah bordil demi lembaran uang.


Terlebih, juga Della yang dia ikut sertakan di dalam nya.


Rasa bersalah nya kian semakin besar terhadap perempuan itu.


"Hill.." Panggil Della mendekati Hilma. Della menarik sebuah kursi dan ikut duduk di samping Hilma.


Tangan Della menyentuh pundak Hilma, mengusap nya pelan seolah ingin menenang kan gadis itu.


"Kita pasti bisa keluar dari tempat ini" Gumam Della menyemangati Hilma. Namun pada dasar nya diri nya sendiri pun sedang merasakan rasa takut yang luar biasa.


Namun apa lah daya. Tak ada orang atau siapa pun yang bisa mereka hubungi. Telpon genggam pun bahkan di sita oleh sang pemilik rumah bordil.


Hilma menolehkan wajah nya menatap Della. Menghapus air mata nya kemudian meraih tangan Della.


"Mbak, maafin Hilma ya, karena Hilma mbak Della jadi seperti ini.." Gadis itu berujar dengan kembali menjatuhkan air mata. Suara yang bergetar karena kembali menangis.


"Hil, jangan terus menyalah kan diri mu sendiri. Sekarang kita harus yakin, kita pasti bisa keluar dari tempat ini tanpa kekurangan satu apa pun" Gumam Della meyakin kan Hilma. Ya, meski rasa khawatir nya pun juga besar akan hidup dan masa depan nya.


Hilma semakin tergugu. Kehidupan yang di jalani nya sungguh menyedihkan. Mengapa dia harus terlahir menjadi adik seorang laki-laki yang seperti Andi. Yang dengan tega nya menjual adik kandung nya sendiri.


Tuhan.. mengapa tak kau ambil saja nyawa ini.. aku tidak akan pernah rela hidup dengan menjual diri ku seperti ini.. Gumam Hilma dalam hati.


BRAK !!


Hilma dan Della tersentak kaget saat mendapati daun pintu kamar mereka yang di buka dengan kasar oleh seseorang dari luar.


"Cepat ganti pakaian kalian, dandan secantik mungkin. Persiapkan diri kalian karena sebentar lagi ada orang yang akan menjemput kalian berdua !!"


Seorang wanita cantik, seksi, sekitar berusia 40 tahun ke atas dengan di dampingi 2 orang pria bertubuh tegap tinggi dan berbadan besar. Bisa di sebut sebagai bodyguard nya.


Datang dan menyerah kan dua pasang pakaian yang sangat minim dan terbuka. Juga peralatan makeup yang lengkap dan juga parfum ada di sana.

__ADS_1


"Enggak ! saya mau keluar. Saya tidak sudi menjual diri saya seperti ini !!"


__ADS_2