
Satu hari saja, berikan tempat untukku Bahagia, aku juga ingin merasakan apa yang dirasakan oleh
orang-orang disekitarku, tertawa lepas dan tanpa memikirkan apa yang harus aku
makan esok hari
~Alesya Callista
“ada apa tante datang kesini
dan memanggil asya?” tanya asya dengan wajah cuek namun dalam hatinya ia
menangisi nasibnya yang buruk.
“hahahhaha… anak jaha*nam ini,
dasar tidak tau diri!, apa kau tidak malu masih menginjakkan kakimu sekolah
__ADS_1
padahal sekarang kau sudah simpanan om-om yang hanya melampiaskan nafsunya
untukmu!!” maki haura tepat didepan asya, namun asya bukannya menangis atau
bagaimana, hanya cuek dalam menanggapi hinaan dari tantenya.
“lihalah anak pembawa sial ini,
apa kau tidak merasa malu dengan teman-temanmu, huh tidak tau diri!!” kata
haura dan mendorong asya dengan kuat, hingga kepalanya terbentur ditembok
yang dilontarkan tantenya lah yang membuat asya menangis pilu
“dimana wajah sombongmu tadi
anak sial!!< apa kau tidak bisa menyombongkan uang hasil kerja keras mu
__ADS_1
diatas ranjang!” teriak haura dengan lantang hingga membuat beberapa
siswa/siswi disekolah asya berhambur keluar untuk melihat apa yang terjadi
Semua sibuk untuk mencari tau
siapa yang berteriak dan siapa yang ada disana, mereka berjaan dan mengelilingi
haura dan asya, melihat bagaimana haura memaki dan mengejek asya dengan
kata-kata yang tidak pantas ia ucapkan untuk keponakannya itu
“ada ap aini?” tanya seorang
siswa yang tidak lain adalah chloe sahabat asya, ia melihat geruminan siswa dan
mendatanginya, sungguh terkejut bukan main, apa yang ia lihat didepan mata
__ADS_1
membuat hati chloe menjadi panas
“tante cukup!