
...___...
Genna membulatkan mata nya, menatap secangkir kopi yang dia buat tadi. Mungkin kah dia salah memasukkan sesuatu di dalam nya.
"Em, g-gak enak ya om ?" Tanya nya takut-takut.
"Banget !" Sargah Candra. "Rasa nya pait campur-campur asin !" Imbuh nya
"M-maaf om" Titah Genna lirih. Dia sungguh tidak bisa dan tidak tau bagaimana cara nya menyeduh kopi.
Candra menghembuskan nafas nya dalam. Kerjaan nya terlalu banyak dan harus dia siap kan untuk besok pagi-pagi, namun kali ini kesabaran nya justru tambah di uji oleh Genna dalam hal kecil seperti ini, yang dia pikir Genna sama sekali tidak bisa melakukan apa pun untuk dia.
"Udah lah, kamu tidur aja sana, udah malam !" Cetus Candra yang kembali menatap ke arah layar laptop nya.
Genna mencebik, dengan sedikit rasa sesak di dada nya dia pun berlalu pergi dari ruangan kerja suami nya itu.
Genna masuk ke dalam kamar. Menutup pintu nya sedikit keras hingga memberikan suara yang nyaring sampai terdengar ke ruangan kerja Candra yang ada di samping kamar nya dengan pintu yang masih terbuka.
Lagi-lagi Candra menghela nafas nya, berusaha untuk sabar dalam menghadapi Genna istri nya itu.
Candra pun bangkit, mengambil secangkir kopi yang tadi di buatkan oleh Genna. Dia berjalan keluar dari ruang kerja nya dan turun ke lantai bawah menuju dapur. Laki-laki itu berniat akan membuat kopi yang baru untuk nya.
Dret..dret..dret..
Tiba-tiba saja ponsel Candra yang ada di dalam saku celana nya bergetar. Buru-buru laki-laki itu meraih nya dan melihat siapa kah yang tengah menelpon nya.
Candra segera menggeser tanda hijau pada layar ponsel nya saat dia melihat nama Della putri nya di sana.
"Ya sayang.." Sapa Candra seraya mengaduk-ngaduk kopi nya
'Papa, gimana kabar nya ?' Tanya Della di balik telpon
__ADS_1
"Papa baik sayang, kamu gimana ?"
'Della ga baik pa, soal nya Della kangen sama papa' Ujar gadis itu
"Besok papa jemput kamu sayang" Ucap Candra.
'Em, Papa lagi ngapain ?'
"Papa lagi buat kopi, coba aja kamu ada di sini sayang, kamu yang papa suruh buat kopi. Papa kangen buatan kamu" Ujar Candra yang melangkah kan kaki nya dan duduk di kursi meja makan.
'Iya pa, besok Della buat kan ya' Ucap Della
"Oke sayang. Besok kemasi barang-barang kamu, papa jemput kamu sore ya.."
'Siap papa, ya sudah Della tutup telpon nya'
"Oke.."
'Ya sayang.."
Dan sambungan telpon pun terputus. Candra menyungging kan senyuman nya saat menatap layar ponsel nya yang sudah mati. Dia pun memasukkan nya kembali ke dalam saku celana nya kemudian bangkit dan tak lupa membawa kopi nya untuk kembali ke ruang kerja nya.
Dan tanpa Candra sadari, sosok Genna telah mendengar semua ucapan nya saat berbicara dengan Della lewat sambungan telpon. Saat Genna menyadari bahwa Candra akan kembali, buru-buru dia berlari dan bersembunyi di dalam kamar mandi yang berada tak jauh dari dapur.
Genna membuka pintu kamar mandi nya perlahan, mengintip apa kah Candra sudah pergi. Setelah melihat bahwa suami nya itu tak ada lagi, dia pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan ke dapur.
Genna mencebik, memutar bola mata nya malas saat mengingat obrolan antara papa dan anak tadi. Dia benar-benar merasa kesal saat ini.
"Elah, bikin kopi doang.. masa iya gue gak bisa !" Gumam nya sendiri seraya melempar kan sendok ke dalam wastafel cuci piring.
Dia menghembuskan nafas nya dalam. Dia hampir melupakan apa tujuan nya pergi ke dapur. Buru-buru Genna membuka lemari es dan mengambil beberapa coklat dan juga makanan ringan yang tadi di beli nya. Tak lupa, juga membawa sebotol minuman untuk melepas dahaga nya.
__ADS_1
Di dalam kamar
Genna menaruh semua cemilan nya di atas meja. Ya, seperti ini lah kebiasaan gadis itu. Suka ngemil di malam hari seraya membaca buku-buku novel terbaru nya.
Genna duduk bersandar di sebuah sofa yang ada di dalam kamar nya. Menaruh ke dua kaki nya di atas meja dengan makanan ringan yang di pangkuan nya. Dia membuka satu buku novel baru nya tadi yang menurut nya sangat menarik dan harus dia baca.
Ketika baru membaca bab awal novel bergenre fantasi, tiba-tiba saja Genna kembali menutup nya karena dia teringat akan novel bergenre romantis yang tadi juga di beli nya.
Genna membuka satu kantong plastik dan mencari novel itu, dan ya, ketemu. Novel romantis yang dia beli karena rasa penasaran nya yang besar.
"Hah ? 21+++..." Gumam gadis itu saat dia menyadari nya.
Dengan perasaan yang ketar-ketir, Genna pun akhir nya membuka buku itu dan akan mulai membaca nya.
Berulang kali Genna menelan Saliva nya, dada nya bahkan ikut berdetak kencang saat membaca adegan-adegan romantis dan juga adegan ranjang yang di lakukan oleh sepasang suami istri.
Cukup lama dia membaca, karena rasa penasaran yang selalu di buat oleh akhir dari bab-bab novel itu. Hingga Genna melemparkan buku novel itu ke atas meja saat dia benar-benar merasa tidak kuat lagi untuk membaca nya.
"Gila ! kok bisa sih gue ambil novel begituan !" Gumam nya sendiri. Dia menggeleng-geleng kan kepala nya saat bayangan-bayangan adegan yang dia baca memutari kepala nya.
Genna menatap jam di dinding, terlihat sudah jam setengah 12 malam. Tak terasa, sampai selarut ini dia membaca. Dan bahkan suami nya pun belum terlihat kembali dari ruang kerja nya.
Dia pun bangkit, berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci wajah nya. Setelah melakukan nya, Genna teringat dengan paper bag yang di berikan oleh Gleen pada nya tadi.
Genna mencari nya, saat dia menemukan nya dia pun langsung membuka nya dan melihat benda itu seperti sebuah pakaian. Genna meraih nya kemudian membuka kain tipis transparan yang dia kira adalah pakaian tadi.
"Apa an nih...!!" Gumam nya saat melihat bentuk kain tipis berwarna peach dan transparan itu.
Kain yang sangat tipis dan bahkan transparan, panjang di atas lutut dengan tali kecil di pundak nya. Genna bahkan sampai menelan Saliva saat menatap nya. Dia teringat, saat tadi Gleen mengatakan menyuruh nya memakai saat malam tiba
"Gleen bener-bener ya, apa an coba ngasih gue kado beginian ! otak nya tu anak emang sengklek !" Gerutu Genna. Lalu melemparkan pakaian lingerie itu di atas tempat tidur.
__ADS_1
...___...