Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 69~S2


__ADS_3

...___...


BUGH....!!!


.


.


.


Aldo terpental menjauh dari Genna. Dia menahan perih pada bagian sudut bibir nya karena sobek akibat sebuah pukulan keras yang mendarat di pipi nya.


.


.


.


"Menjauh dari istri saya !!" Tuding nya pada Aldo. Dia berbicara dengan amarah serta emosi kala melihat Aldo yang menyentuh istri nya.


Ya, itu Candra yang datang, dia langsung mendaratkan pukulan keras pada Aldo yang dengan berani menyentuh wanita nya.


"Sudah saya katakan jangan pernah mengganggu milik saya !!" Tegas Candra lagi. Dia bahkan tidak perduli dengan rintikan air hujan yang semakin turun sangat deras.


Aldo menyeka aliran darah di bibir nya. Berusaha mendekat untuk mencoba menjelaskan pada Candra jika dia hanya berniat menolong Genna. Tidak lebih..


"Om, maaf saya hanya-"


.


.


.


BUGH...!!


.


.


.

__ADS_1


Belum sempat Aldo menyelesaikan ucapan nya, tapi lagi-lagi Candra menghantamkan tinjuan keras pada sisi pipi nya lagi, membuat nya kembali terhuyung dan darah segar pun kembali keluar dari luka nya.


"Cukup...!!!"


Genna bergerak maju. Berusaha menghentikan ke salah fahaman Candra pada Aldo mantan kekasih nya.


"Om Candra apa an sih ! dateng-dateng langsung main pukul orang aja !" Bentak Genna pada sang suami.


Candra mengalihkan tatapan nya dari Aldo ke arah Genna. Menatap seorang gadis yang sudah membuat nya hampir gila sejak tadi.


"Aldo cuma nolongin aku om !" Cetus Genna yang mencoba menjelaskan. Setelah mengatakan nya, Genna menoleh ke arah Aldo yang masih tersungkur menahan perih. Genna pun berjalan menghampiri Aldo dan mencoba menolong nya.


"Al, kamu gak apa-apa Al..?" Genna menyamakan posisi nya pada Aldo. Menolong dan mencoba membangunkan nya karena pasti rasa nya sangat sakit karena di pukul oleh Candra dua kali.


"Aku gak apa-apa Gen" Ujar Aldo. Dia pun mencoba kembali bangkit dan berdiri.


"Om, saya gak punya niat ganggu Genna lagi, saya cuma nolongin dia tadi" Jelas Aldo pada Candra. Dia tak ingin laki-laki sebagai suami dari mantan kekasih nya itu salah faham terhadap nya.


"Kalau gitu saya permisi" Pamit nya pada Candra yang masih menatap nya dengan tajam. "Gen, kamu pulang ya, jangan nangis lagi" Tutur Aldo pada Genna sebelum dia benar-benar melangkah kan kaki nya pergi.


"Al..-" Genna tertahan, dia merasa iba sekaligus merasa bersalah pada laki-laki itu, niat nya hanya menolong nya, tapi dia malah terkena pukulan oleh suami nya.


"Hati-hati Al.." Seru Genna mengingatkan nya.


...___...


"Om sakit, lepasin tangan aku.." Genna sedikit berlari mengikuti langkah Candra yang panjang dan cepat. Laki-laki itu terus menarik nya dan tak memperdulikan nya yang berlarian kecil mengikuti nya.


"Om !" Genna menangis, pergelangan tangan nya serasa sakit dan panas karena cekalan erat tangan Candra.


Candra bahkan tak perduli, di sepanjang jalan tadi laki-laki itu hanya diam dengan mimik wajah yang sangat dingin.


"Om Candra..!!" Dan Genna pun tergugu.


Candra menarik dan membawa Genna masuk ke dalam kamar nya. Tak lupa, Candra menutup pintu kamar mereka dengan sangat keras, memberikan suara yang begitu melengking di sana.


"Om.." Rengek Genna. Melihat sikap suami nya saat ini sungguh membuat nya sangat takut.


Candra membawa Genna masuk ke dalam kamar mandi. Melemparkan gadis itu masuk ke dalam bathtub.


"Om.."

__ADS_1


"Diam kamu !" Sentak Candra. Dia mengambil shower, menyalakan nya dan menyiramkan air nya ke tubuh Genna.


"Om Candra..-"


Candra merampas jaket kulit milik Aldo yang masih di pakai Genna, lalu membuang nya ke dalam tempat sampah yang ada di dalam kamar mandi.


"Om kenapa di buang sih..!" Seru Genna, dia bangkit dan hendak turun dari bathtub, tapi dengan cepat Candra mencegah nya.


"Om sakit..!!" Pekik Genna. Dia di paksa duduk di dalam bathtub dan kembali menyiram gadis itu.


"Kenapa ? kamu gak terima saya buang jaket laki-laki itu ?" Tanya Candra dengan suara yang melengking.


"Kamu masih cinta sama dia ? hah..??" Dan Candra seperti sudah kehilangan akal sehat nya.


Genna menggeleng cepat, dia hanya mampu menangis dan tak mampu untuk melawan suami nya itu.


"Saya ini suami kamu Gen ! bisa-bisa nya kamu pergi tanpa izin saya. Saya mencari kamu kemana-mana, kamu ini menganggap saya sebagai suami kamu atau tidak !" Bentak laki-laki itu.


Candra merasa murka, amarah nya kian memuncak karena kejadian tadi. Sudah gelisah dan kebingungan mencari istri nya yang tak kunjung dia temukan, sedang kan hari semakin larut malam, membuat nya ketakutan dengan rasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Genna.


"Lalu apa om Candra menganggap aku sebagai istri atau tidak !!" Sargah Genna dengan suara meninggi. Sekuat tenaga Genna menepis tangan Candra yang terus menyiram tubuh nya, dia bangkit, dengan tatapan tajam dan raut wajah yang menantang dia menghadap Candra.


Candra terdiam, menatap wajah sang istri yang juga tengah menatap nya. Nafas nya naik turun, jantung nya berdebar hebat, tangan nya masih mengepal erat seolah masih teringat akan ketidak sukaan nya tadi pada Aldo.


Ya, Candra tak bisa memungkiri rasa kecemburuan nya pada Aldo. Dia benar-benar tidak bisa melihat Genna dekat-dekat lagi dengan nya, bahkan sampai kembali bersentuhan fisik pada nya. Dia tidak rela, Genna sudah menjadi milik nya, dan hanya dia lah yang boleh berkontak fisik pada perempuan itu.


Candra menghempaskan shower dari tangan nya, mematikan saluran air nya, dan kini raut wajah nya seketika berubah.


"Saya mencintai kamu Gen, kamu segala nya buat saya.." Gumam laki-laki itu dengan lirih. "Saya cemburu, saya gak suka melihat kamu dekat-dekat lagi sama Aldo" Imbuh Candra yang pada akhir nya mengungkapkan rasa cemburu nya.


"Dari tadi saya cari kamu kemana-mana, kamu pergi dari rumah bikin saya bingung dan khawatir Gen" Tutur Candra.


"Kamu kenapa sih pergi gak bilang-bilang, gak bawa ponsel.." Lirih nya tanpa mengalihkan tatapan nya. "Kamu gak tau ya, betapa bingung dan khawatir nya saya kamu pergi malam-malam dan gak tau kamu dimana !!" Candra kembali menekan kan suara nya. Istri nya itu, sungguh membuat nya gila.


"Kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu gimana Gen !!" Candra kembali meninggikan suara nya. Demi apa pun, dia tak bisa menahan amarah nya.


"Memang nya aku siapa, harus om Candra khawatirkan ?" Tanya Genna dengan tatapan nya yang dingin sedingin suasana malam itu, bahkan gemericik hujan pun masih begitu deras membasahi bumi.


...___...


Gengs Like, komen, gimana menurut kalian di part ini ?

__ADS_1


btw mereka bakal MP gak nih ? 😝😝😝 ahahaha


__ADS_2