
...___...
Byurrr... !!
Seseorang datang dan menyiram Dito dengan segelas minuman bersoda.
"Lepasin dia !!" Sentak Hilma, namun tak memungkiri tubuh nya sangat gemetar saat melakukan nya. Tak ada lagi cara yang bisa dia lakukan untuk menolong Della. Ya, karena Hilma sangat mengenali perempuan itu.
Dito menatap tubuh nya yang basah kuyup, melepaskan cekalan tangan nya dari Della. Wajah nya menoleh ke arah sumber suara yang juga telah menyiram nya.
Wajah nya itu seketika berubah, tatapan nya menajam setajam pisau, rahang nya pun mengeras dengan tangan mengepal dan siap akan mencekik gadis pelayan yang sudah dengan berani menyiram nya.
Sungguh penghinaan bagi Dito.
"Berani-beraninya lo nyiram gue !!" Suara nya terdengar lebih keras dari pada musik DJ di dalam sana.
Tangan nya dengan cepat menyambar leher Hilma dan membuat gadis itu seketika menjatuh kan nampan nya, tubuh nya terhuyung kebelakang, Hilma kesulitan bernafas karena Dito mencekik nya.
"Siapa lo coba-coba ngelawan gue hah ?" Dito menekan kan suara nya, juga semakin menekan cekikan nya.
"Dito, lepasin dia. Dia enggak salah !" Sahut Della yang sudah ketakutan. Karena mencoba menolong dirinya, seseorang bahkan jadi sasaran Dito.
Dito tak perduli, sekalipun orang-orang pun tengah menatap ke arah nya yang seketika menjadi pusat perhatian. Dia semakin mengencang kan tangan nya hingga membuat Hilma semakin kesakitan dan sulit bernafas.
"Dito,.. please lepasin dia, dia enggak salah. Dia bisa mati Dito !" Della terus mencoba merayu nya, berusaha meredamkan amarah laki-laki itu yang seketika memuncak.
Astaga, masalah ini bisa berkepanjangan jika Dito sampai membunuh gadis pelayan itu.
"Eemmmm" Hilma tak bisa berbuat apa-apa, tenaga nya bahkan tak sebanding jika untuk melawan laki-laki itu.
Bahkan untuk berteriak meminta tolong pun dia tidak akan bisa, tenggorokan nya di cekik, suara nya terhenti, dan bahkan nafas nya pun seperti akan melayang saat ini juga.
"Siapa pun yang berani ikut campur urusan gue, dia pantas mati !" Ujar nya penuh penekanan, sambil menekan kan tangan nya pada leher Hilma.
Oh tidak, Hilma sudah tak kuasa lagi, dia pasrah jika hidup nya akan berakhir seperti ini.
"Uhukk..uhukk..!!"
Della bingung, harus bagaimana dia kali ini. Meminta tolong pun pada siapa, orang-orang di sekitar nya bahkan seperti tidak perduli dengan kejadian ini. Atau, mereka tak ada yang berani melawan seorang Dito yang memang cukup di kenal dan orang terpandang di club' itu. Dia salah satu pemilik saham di sana.
"Dit aku mohon, lepasin dia !" Pinta Della sekali lagi. Dia mencoba menarik tangan laki-laki itu, tapi bujukan nya tak mampu mengalahkan amarah nya.
"Uhukk..uhuk...!" Hilma merasakan sesak yang luar biasa, nafas nya sudah tidak beraturan, mungkin sudah berada di ujung dalam pencabutan nyawa nya.
Ya, mungkin dia akan segera mati. Dan mungkin juga, mati adalah hal yang baik untuk diri nya ketimbang harus terus menerus bekerja di club' malam dengan penuh keterpaksaan ini.
"Mati lo !!" Kecam Dito tanpa ampun. Tatapan nya pun semakin tajam menusuk dan membunuh gadis tak berdaya itu.
__ADS_1
Hilma pasrah, tak ada lagi orang yang akan menolong nya kali ini. Siapa juga yang bisa melawan seorang Dito. Dia cukup berkuasa disini.
Di ujung kehidupan nya, Hilma memejam kan mata. Dia ingin merasakan sisa-sisa nafas terakhir nya. Dia tak ingin melihat dunia nya yang kelam. Jika nanti ada kehidupan ke dua, dia sangat memohon pada Tuhan untuk tidak lagi merasakan semua kesulitan ini.
.
.
.
.
"Lepasin dia bangsat !"
BUGH !!!
Dan sebuah tinjuan keras pun mendarat pada pipi Dito. Laki-laki itu tersungkur melayang ke atas lantai. Darah segar dari ujung bibir pun mengalir keluar.
Ya, itu Gleen yang datang. Dengan cepat dia melayang kan tinjuan nya pada Dito karena melihat laki-laki itu mencekik Hilma hingga hampir mati.
Hilma pun ikut tersungkur, terjatuh ke lantai karena lemas. Dada nya sangat sesak sekali. Mungkin kah nyawa nya akan benar-benar melayang.
Setelah memukul Dito, dengan cepat Gleen melangkah ke arah Hilma untuk menolong nya.
"Hil, Hilma ! Hilma bangun Hil !!" Pekik Gleen menepuk-nepuk pipi Hilma pelan. Hilma jatuh dan telah tak sadar kan diri.
Dan...
BUGH !!!
.
.
.
.
Satu pukulan keras pun juga mendarat pada pipi kanan Gleen. Gleen tersungkur karena tak sempat menghindari, Dito yang tiba-tiba menyerang nya.
"Ck! sialan !" Gleen menyeringai. Melirik tajam Dito yang sudah kembali berancang-ancang akan memukul nya.
Gleen bangkit, menyeka sudut bibir nya yang di aliri darah segar di sana.
"Banci lo !" Kecam Gleen sambil menatap tajam Dito.
"Siapa lo ! ikut campur urusan gua !"
__ADS_1
"Ck! siapa gue gak penting, tapi yang menjadi urusan lo itu udah jadi urusan gue !!" Pekik Gleen dengan keras.
Dito menyeringai, seperti menunjukkan sikap kelicikan nya. Dia terdiam sesaat, namun dengan cepat Dito mengarahkan kepalan tangan nya kembali ke arah Gleen.
Sebisa mungkin, Dito harus menghabisi Gleen yang sudah ikut campur urusan nya.
"Lo minta masuk rumah sakit ?" Namun dengan cepat, Gleen membaca pergerakan tangan Dito. Gleen menangkis nya.
"Setan !!" Umpat Dito
Dan sebuah perkelahian pun tak terhindarkan. Dito, begitu antusias nya untuk menghabisi Gleen, begitu pun Gleen, yang tak akan mengampuni Dito untuk memberi nya sebuah pelajaran. Terlebih, laki-laki itu pun sudah menyakiti Hilma hingga membuat nya hampir mati.
"Dasar banci !!" Kecam Gleen yang berada di atas tubuh Dito. Gleen menghajar habis-habisan laki-laki itu yang sudah berani nya menyakiti perempuan.
Bahkan sampai-sampai Gleen sedikit pun tak mendengar kan suara Della yang berteriak meminta nya menghentikan perkelahian nya.
Dia pun bangkit, menatap penuh kebencian pada laki-laki yang bonyok dan tak sadar kan diri tergeletak di atas lantai. Kemudian, Gleen berjalan ke arah Hilma yang juga masih tergeletak di lantai tak sadar kan diri.
"Gleen, Gleen !!" Della mengejar nya, dan membuat laki-laki itu menghentikan langkah nya.
Gleen memutar tubuh nya, menatap Della yang dia pikir entah mengapa dia bisa ada di tempat ini.
"Gleen, aku..-"
"Dell, lo ngapain sih disini ?" Sungut Gleen bertanya.
"Aku..-"
"Bukan seharus nya lo di rumah ya, hah..?? kenapa lo bisa disini ??"
"Gleen, aku.." Della tertahan. Dia sedikit tak enak hati jika mengatakan dia mengikuti nya sampai ke tempat ini, bahkan hingga menimbulkan semua masalah ini.
"Aku, ikutin kamu tadi Gleen !"
...___...
Gengs aku kasih visual Hilma ya 😅 anggap aja Hilma seperti ini ðŸ¤
Mungil, imutzzz yahh... eittzzz tapi masih imutan autoll kok🤪🤪 wkwk
dan ini si Gleen yang aku bilang agak gondrong sekarang
Duhhhh... manis banget yah 🥺 pengen tak kekepin rasanya si babang Gleen tuh🤣
__ADS_1