Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 37,secepatnya


__ADS_3

***Aku tidak ingin berlama-lama lagi, aku akan membuat dia milikku seutuhnya, apapun caranya dia milikku sejak awal


~Aland Chevalier***


"menikah??,apa seserius itu aland padanya?, bukankah ia hanya gadis yang dibelj dan sama saja dengan gadis di club malam luaran sana?"batin asya dan bingung harus menjawab apa


"hei gadis kecil, aku bilang menikah, apa yang kamu pikirkan?", tanya aland saat melihat asya yang benging dan tidak berbicara sepatah katapun


"ahh ehh... maaf om, asya lagi berpikir", kata asya dengan asal dan kembali dengan mode bingung dan itu membuat aland gemas


"heii apa lagi yang kamu pikirkan, kita akan menikah,jadi persiapkan dirimu", kata aland tegas seketika membuyarkan lamunan asya


"tapi om, aku tidak pantas untuk om, aku hanya seorang gadis desa yang dipungut dan dijadikan pembantu disini, aku tidak pernah mengharapkan lebih dari om, seperti ini saja sudah cukup bagiku", kata asya mengeluarkan unek-unek yang ada dalam kegelisahannya


"mengapa kau berfikiran seperti itu, apa saya pernah memperlakukanmu seperti pembatu disini,atau ada yang menyakitimu?", tanya aland dengan nada marah dan tidak suka jika gadis miliknya diganggu atau disakiti


"bukan seperti itu om, tapi au tau diri,aku tau bagaimana diriku dan om jauh berbeda", kata asya menjeda ucapannya dan menarik nafas dalam


"kita berbeda om, apa kata orang-orang diluar sana jika nantinya om menikahiku, apa om tidak malu punya istri yang dekil dan tidak berpendidikan seperti ku?", tanya asya dan menatap aland dengan lesu dan dimatanya ada ribuan kesedihan mendalam


"aku akan tetap disini om, aku akan melayani om sampai om memutuskanku untuk pergi", sambung asya lagi dan membuat akand semakin tidak menyukainya, pria itu langsung meraih dagu asya dan mencium bibir ranum gadis itu


"jangan mengatakan apapun lagi, itu keputusanku yang mutlak dan tidak bisa dibantah!!, apa kau mau membuatku marah!?", tanya aland dengam nada rendah namun terkesan sangat dingin dan menakutkan


"maaf, aku tidak bermaksud membantah om", kata asya dan menundukkan penglihatannya, ia tidak seberani itu menataa mata elang dan rahang aland yang mengeras


"bagus, tidak ada penolakan, apa yang menjadi milikku akan tetap seperti itu!!", kata aland dan diangguki oleh asya,gadis itu menurut dan tidak mengatakan apapun lagi

__ADS_1


tangan aland terangkat dan menarik asya kepelukannya, pria itu menghirup aroma tubuh gadis itu yang membuat aland semakin tergoda


"ohh shitt... kamu selalu menggodaku babe", kata aland dan mengangkat tubuh kecil asya keatas tubuhnya, yang tadinya asya masih berpakaian utuh,sekarang piyama yang ia pakai sudah lepas dan hanya menyisakan penutup squishinya dan segitiga bermuda yang masih utuh ditubuhnya


"om... aku masih lelah om, aku capek dari tadi sudah berapa ronde", kata asya mengelih karna saat ini tubuhnya remuk ulah aland yang terus mengukungnya


"tidak ada kata lelah, aku akan melakukannya dengan pelan dan kau akan menikmatinya", kata aland dan menurunkan boksernya, ia kemudian duduk dan meraup bibir asya untuk memperdalam ciu**man mereka


"ommssh..", desa*han yang keluar dari mulut asya semakin menaikkan alibi milik aland, pria itu semakin gencar untuk menikmati tubuh gadisnya itu


lama saling bertautan dan saling memagut satu sama lain, aland akhirnya melakukan penyatuan mereka sampai akhirny membuat asya terkulai lemas dibawahnya, gadis itu tampak kelelahan melayani aland


"terimakasih sayang", kata aland dan blussh wajah asya merona malu dan langsung menutupi wajahnya ke dada bidang aland, gadis ABG itu langsung tersenyum sendiri dan membuat aland semakin ingin memakannya lagi


"om..?", ucap asya saat mereka dalam keadaan saling mendekap satu sama lain dan tangan aland mengelus kepala asya


"kapan pernikahan itu diadakan?",tanya asya kepo, ia ingin pernikahannya sahabatnya chloe datang dan orangtuanya serta sepupunya, bagaimanapun asya masih menganggap mereka keluarga karna hanya itu yang ia miliki


"secepatnya akan dilaksanakan", kata aland tersenyum dan mengecup kepala asya


"om apa aku bisa membuat permintaan dan syarat sebelum kita menikah?", tanya asya yang sudah metancang beberapa permintaannya dan syarat say menikah


nanti


"katakanlah, asal jangan minta yang aneh-aneh", kata aland dan diangguki oleh asya, gadis itu langsung membenatkan posisi duduknya dan manatap aland dengan serius


"permintaan yang pertama, aku mau ketika menikah nanti om dan tanteku diundang, dan sahabatku juga", kata asya sambil menatap aland yang tidak bereaksi apapun

__ADS_1


"om.., dengar tidak?", kata asya sambil menghoyangkan lengam aland


"iya saya dengar, dan itu sudah masuk kedaftar list", kata aland seolah tau apa yang akan asya minta malam ini


"kedua, aku mai sebekum meniakh kita kepemakanan orangtuaku dan meminta izin kepada mereka", kata asya dan langsung diangguki oleh aland


"dan syarat yang asya ajukan, jika suatu saat om mau menceraikan atau mengusir asya dari kehidupan om tapi terhalang dengan anak asya mau om melepaskan kami dan tidak mempersulit masalah", kata asya dan langsung mendapat ciuman dari aland


beraninya gadis ini mengungkit perceraian sementara mereka saja belum meikah, apa sekhawatir itu gadis kecilnya?


"mengapa membahas hal yang tidak penting!?", tanya aland saat ciumannya sydah lepas dan menatap asya dengan tajam


"aku hanya ingin mendapat keadilan, kalau nantinya bersaing dengan om sudah pasti aku kalah,dan om membuatku kepas atau kehilangan anakku, tapi jika kita tidak ounya anak dan om mau menceraikanku aku pasti akan menurut saja", kata asya dengan polos dan raut wajah sedih, membayangkannya saja sesak apalagi mengalaminya


"itu tidak akan pernah terjadi, jangan mmikirkan hal yang tidak penting,sekalipin kau sendiri yang ingin pergi jangan pernah mengharapkan itu",kata aland namun asya terlanjur memikirkan sampai seamjauh itu


"baiklah, kalau begitu aku ingin tidur", kata asya dan langsung membaringkan tubuhnya disamping aland, pria itu dengan sigap memeluk asya dari belakang dan membisikkan sesuatu, sayangnya asya sudah tidur dan tidak tau apa-apa lagi setelahnya


"sepolos itukah gadis ini?, mengapa aku sampai berfikiran untuk menikahinya, apa aku yang bodoh atau terlalu kesepian", gumam aland namun langsung mengusir pikiran jelek tentang dirinya


"enak saja kesepian,aku bisa menyewa wanita yang bisa memuaskanku", lanjutnya lagi namun dengan sadar ia kembali memperhatikan gadis yang memeluknya


"apa kamu benar-benar anak dari mereka?, atau hanya kebetulan saja kisah kalian sama dan bermarga yang sama?", tanya aland yang masih terpikir dengan keluarga asya dan hubungan asya dengan rekan bisnisnya yang hilang bak ditelan bumi,


aland merasa ada yang aneh disetiap kejadian yang ia selidiki, apa yang membuat perusahaan itu tutup dan pemiliknya hilang tidak berkabar, aland harus menyelidikinya lagi,pikirnya


#next

__ADS_1


maaf readera tersayang kalau banyak typo dalam penulisan😍😍


__ADS_2