Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
115~S3


__ADS_3

...___...


Di dalam kamar


Tidak, bukan berada di dalam kamar nya sendiri bersama sang suami. Cinta, justru berada di dalam kamar putra nya, Gleen Malik.


Perempuan itu merenung, duduk di tepian tempat tidur sambil menatapi dan mengusap foto putra nya.


Di tambah suasana kamar yang bernuansa gelap, benar-benar menggambarkan betapa sedih nya dia akan sang putra nya itu.


Di mana dia sekarang. Sedang apa, dan tinggal di mana ?


Lirihan-lirihan kecil isak tangis pun mulai terdengar. Ya, wanita itu menangis. Menetes kan air mata nya karena merindukan Gleen, putra nya.


Sebagai seorang ibu, seburuk dan se-membantah nya putra nya itu, bagaimana pun Gleen tetap lah putra nya. Tetap kesayangan nya.


Oh, ya..


Kenapa tidak dia terpikirkan untuk mencoba menelpon nya saja.


Cinta pun mengusap aliran air mata di pipi nya. Meraih ponsel dan mencoba menghubungi nomor putra nya itu.


Beruntung, masih tersambung..


Cinta pun sangat senang sekali.


Deringan pertama tak ada jawaban, ke dua hingga ke tiga. Kini senyuman senang itu mulai berkerut hilang.


Apa kah putra nya itu tak lagi mau menerima telpon dari nya. Atau bahkan dia sudah tak mau lagi berhubungan dengan nya.


Sungguh memilukan.


Dret..dret..


Cinta tersentak saat ponsel nya bergetar. Ada sebuah notif pesan singkat yang masuk.


Gleen


'maaf mom, Gleen enggak denger mommy telpon !'


Sebuah pesan tertulis dari sang anak laki-laki nya.


Membaca pesan nya, Cinta pun kembali mengembangkan senyuman. Buru-buru, dia menekan nomor Gleen untuk menyambungkan telpon dengan nya.


"Ya mom..'' Sapa Gleen saat telpon sudah terhubung.


"Gleen, sayang.. kamu dimana sekarang Nak ?"


Tak ada jawaban. Gleen terdiam karena hal yang tidak mungkin untuk nya memberi tahu kan di mana keberadaan nya sekarang.


Ya, karena mommy nya itu sangat berbeda dari Daddy nya, Anan.


Bila Anan Malik yang begitu keras terhadap nya, justru wanita yang dia sebut sebagai malaikat tak bersayap nya itu malah memperlakukan sebalik nya.


Lembut, perhatian, penuh kasih sayang yang membuat Gleen benar-benar tak bisa jika harus melawan nya.

__ADS_1


"mom, mommy enggak perlu khawatir ya. Di mana pun Gleen sekarang, Gleen baik-baik aja kok !' Ujar nya mencoba menenangkan sang mommy.


"Nak, kamu pulang ya sekarang. Mommy kangen sama kamu.."


Hal ini yang sangat ingin Gleen hindari. Tak mau dengar. Karena sudah pasti akan membuat nya sedih dan bingung. Sulit untuk menolak ucapan wanita itu.


"Gleen.."


"ya mom.."


"Pulang ya."


Tapi seperti nya, untuk kali ini Gleen akan menolak nya. Membantah nya. Ya, karena dia tidak akan pernah bisa pulang ke tempat yang dia sebut sebagai rumah nya.


Bukan, bukan rumah nya lagi.


"maaf mom, Gleen enggak bisa pulang. Mommy doa kan saja Gleen ya, doa kan agar putra nya mommy ini bisa sukses, bisa membanggakan mommy, Gleen janji, suatu saat nanti kalau Gleen sudah sukses, Gleen pasti akan temui mommy.."


Cinta menggeleng kan kepala tanpa suara. Ingin berkata tidak untuk semua ucapan putra nya itu.


"Gleen-"


"Gleen tidak minta apa pun lagi mom, hanya minta doa dari mommy. Mommy tak perlu khawatir, Gleen akan baik-baik saja, sampai jumpa lagi ya mom.."


"Gleen-"


Tut..Tut..Tut..


Belum sempat Cinta berbicara lagi, tetapi Gleen sudah keburu memutuskan sambungan telpon.


Cinta kembali menitikan air mata nya. Dia tahu betul bagaimana kepribadian putra nya itu. Sangat bertolak belakang dari Daddy nya.


"Gleen.." Wanita itu bergumam memanggil nya. Berharap, dia bisa berjumpa meski sebentar saja. Ingin rasa nya dia memeluk anak laki-laki nya itu.


...___...


"Huh..." Berulang kali Gleen menghela nafas nya. Menatap lurus penuh kekosongan. Dia sedang berpikir, pasti mommy nya itu sedang sedih memikir kan nya.


.


.


.


"Mas Gleen belum tidur ?"


"Astaga..!!"


Gleen memekik, laki-laki itu ter-jingkat kaget karena suara Hilma di belakang nya. Mengagetkan sekali.


"Lo bisa gak, jangan bikin gue jantungan !" Sungut Gleen pada Hilma. "Malem-malem gini lo tiba-tiba nongol, kalau jantung gue lompat gimana !" Tambah nya.


Hilma cekikikan, menurut nya lucu juga laki-laki itu jika sedang terkejut seperti ini. Menggemaskan Omelan nya. hihihi.


"Ketawa lagi !"

__ADS_1


...___...


Pagi-pagi, Hilma sudah bangun lebih dulu. Meski semalaman dia hampir tidak tidur, tapi tetap, dia harus bangun lebih awal.


Namun beda nya, meski bangun pagi-pagi, tak ada yang bisa dia lakukan. Memasak ? Ck ! bahkan bahan makanan pun sama sekali tidak ada.


Hanya bangun, mandi, ya duduk bersantai saja.


"Lo udah bangun Hil ?" Gleen yang masih dengan raut wajah berantakan nya. Bertanya sambil sesekali menguap, mengucek mata nya, menggeliat meregang kan otot-otot badan nya yang terasa remuk.


Bagaimana tidak. Tersiksa sekali tidur hanya dengan beralaskan tiker saja.


Menyedih kan..


"Udah dari tadi mas, tapi enggak tau mau ngapain." Jawab gadis itu.


"Gue laper Na." Gleen mengeluh, menatap perut sambil mengusap nya. Tidak pernah dia merasa sampai kelaparan seperti ini.


"Lo keluar gih, beli sarapan di depan. Gue mau mandi." Laki-laki itu merogoh saku celana nya. Mencari lembaran uang yang tersisa.


Oh ya ampun. Hanya tersisa 10 ribu rupiah saja. Mana cukup untuk membeli makanan.


Ck ! Gleen berdecak lidah. Begitu miskin sekali dia sekarang. Sudah mana di ikuti Hilma lagi. Malu sekali rasanya dia pada gadis itu.


"Entar aja deh, gue mandi dulu sebentar ya." Buru-buru, Gleen melangkah menuju kamar mandi.


...___...


Gleen menatapi satu lembar uang yang berjumlah 10 ribu. Membolak-balik sambil berpikir, dapat apa uang 10 ribu jaman sekarang.


"Huh.." Laki-laki itu menghembuskan nafas kasar. Menatap lurus ke depan, seolah sedang menatap masa depan seperti apa yang harus dia lalui.


Ya, dia harus memikir kan nya mulai sekarang. Kata nya mau sukses. Mau bikin bangga mommy nya apa lagi si Anan Malik. Biar laki-laki itu bisa melihat, jika dia bisa hidup dan berdiri tanpa harta nya.


Jadi, mulai sekarang dia harus memikir kan cara untuk semua itu.


Gleen meraih ponsel nya. Mencari nomor Fatih untuk meminta bantuan pada teman nya. Siapa tahu saja kan dia bisa membantu nya mencarikan sebuah pekerjaan.


Satu kali deringan, tak ada jawaban. Beruntung, ke dua kali nya laki-laki itu mengangkat nya.


"Ya, halo..' sapa Fatih di sebrang telpon sana.


"Tih, gue minta tolong dong, cariin gue kerjaan apa gitu di kantoran. Gue mesti kerja nih !"


"Sorry, gue sibuk !'


Tut..Tut..Tut..


"Ck !" Gleen menatap layar ponsel nya yang langsung di putus sepihak oleh Fatih.


Oh, jadi begini ya rasa nya yang benar-benar menjadi orang susah. Tak punya siapa-siapa, tak ada yang bisa di mintai tolong, bahkan para teman dan sahabat pun kian menjauh dari nya.


"Bangsat ! temen macam apa coba !" Pekik laki-laki itu.


...___...

__ADS_1


Sabar ya gengs , 😁 Ikutin aja dulu, wkwkwk alur ku masih tak rahasiakan ya 🤣👌🤭🤭


__ADS_2