Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 94, Mode Manja


__ADS_3

Melihat ia seperti ini, membuatku yakin kalau dia adalah pria yang dikirimkan untuk membuatku bahagia, sangat indah bukan bberkupul dnegan keluarga yang saling melengkapi, inilah yang aku harapkan dari dulu, dan baru aku dapat ketika aku sudah tumbuh sedewasa ini dan akan memiliki keturunan dari pria yang menerimaku apa adanya, sungguh kebahgaiaan yang tidak pernah aku perlukan


~Asya Chevalier


Setelah kejadian satu bulan yang lalu, dan hari itu juga Al menambah penjagaan di rumahnya, dan juga menyuruh Darrec untuk berada di antara mereka, Vin juga akhirnya pindah sementara kerumah Al.Al sendiri menelfon om dan tantenya, agar bertemu dengan Darrec membantu mereka untuk menjaga istri bumil itu.


sperti pagi ini, mereka bertiga sudah duduk dimeja makan, menunggu Asya meladeni mereka, maklumlah, Asya tidak ingin dilayani oleh pelayan, begitu juga dengan Vin dan Dar.mereka ikutan juga ingin dilayani oeh Asya, mereka bertiga selalu ribut jika Asya melayani mereka dimeja makan


"aku yang seharusnya diberikan lebih dulu karna dia istriku!!"kata Al membocorkan tajam kedua pria yang ada didepannya sambil menjulurkan piring masing-masing untuk diisi oleh bumil didepan mereka,


"aku yang seharusnya duluan Al, kan dia adikku, dan adik harus melayani abangnya lebih dulu!!"ucap Vin takl kalah tajam kepada Al dan itu juga nyata, karna dia adalah abang Asya tidak salah juga apa yang dikatakan oleh Vin


"diamlah kalian berdua, dia kakak iparku, dan harusnya kakak ipar melayani adiknya lebih dulu, siapa lagi kalau bukan dia??'ucap Dar, dengan menyodorkan piringnya kepada Asya, dnegan tersenyum lucu melihat tingkah ketiga pria itu, Asya mengisi piring terlebih dahulu.


"kalian ini seperti anak kecil saja, apa salahnya kalian gantian untuk ku ladeni, lagi di atas meja ini tidak akan habispula makanan" ucap Asya dengan mode serisu dan membocorkan Vin dan Al secara bergantian, seolah memberikan kode ancaman untuk keduanya, membuat mereka langsung terdiam ditempat


"sini bang Vin, kemarikan piringmu, abang mau makan apa?"tanya Asya kepada abangnya Vin, ia tidak melihat Al yang sudah cemeberut kesal karna tidak dilebih dahulukan oleh istrinya, Al kesal melihat Vin menilai mereka, membuat Asya tambah gemush melihat tingkah suaminya yang super protektif itu, tapi masih selalu digoda oleh abangnya dan Dar


"sini piringnya, mas Al mau makan apa?'tanya Asya ketus dan melototkan matanya kepada Al, bumil itu memberikan pelajaran kepada suaminya agar tidak selalu bebas tanpa ingin makan, tidak pagi,sakit atau siang hari, selalu tanpa objek, tidak dirumah maupun dikantor, selalu membuat ulah


"apa saja yang ada aku makan" ucap Al datar dan tidak lagi melihat istrinya, pandangan pria ke arah lain, membuat Vin dan Dar hanya tersenyum geli dengan tingkah Al yang tidak seperti biasanya, ada yang berbeda dnganVin, lebih manja dari biasanya

__ADS_1


"ohh yaudah kalau begitu, kamu makan nasi saja, kan kamu bilang apa saja kamu pasti makan" ucap Asya menyendok nasi kepiring Al dan memberikan kepada suaminya itu, membuat Al semakin kesal seperti anak kecil yang tidak disengaja dan gambek lebih tepatnya ingin menangis dimeja makan itu


"yaudah sini, aku makan!"ucap Al mengambil piring dari tangan bumilnya dan melirik kedua pria didepannya dnegan tajam, seolah berkataawas saja kalian berdua, akan kuberikan hukuman yang setimpal karna sudah membuat istriku marah!!


"sudah, habiskan makananya, aku tunggu dikamar sekalian memberishkan kamar dulu dan siapkan baju untukmu" kata Asya berlalu kekamar mereka, ia memang sengaja melayani sarapan terlebih dahulu sebelum menyiapkan baju kerja Al, namun sebelumnya Al lebih dulu mandi agar bersiap mengganti pakaian saja


"Al, aku seperti anak kecil jika marah seperti itu" kata Vin saat mereka bertiga masih menikmati sarapannya, dan benar-benar saja Al hanya makan apa yang diberikan istrinya


"diam kau Vin, makan saja kamu, banyak biacra, istriku seperti itu juga karna beerdua" kata Al marah dan kalian jangan merusak keduanya dnegan musuhan


"hahhahah... itu salahmu sendiri Vin" ucap Dar menimpali pembicaraan mereka, dan seperti biasa, jika Al benar-benar marah dan ingin membuat mereka sebagai lauk pagi setiap harinya wkwkw


"mas, sudah selesai?, ini kamu ganti baju dulu" kata Asya melihat suaminya masuk kedalam, namun hal itu bukan menarik perhatian Asya, malah raut wajah Al yang membuat berkerut kening


sayakenapa mas?apa mereka masih menggodamu?" tanya Asya merasa bersalah kepada suaminya, karna sudah pasti Vin dan Dar menggoda suaminya itu membuat sampai Al seperti itu


Al langsung duduk sebagai jawaban dari istri, membuat Asya bingung dan cepat mendekati suaminya, namun ketika dirinya ingin melanjutkannya, Al langsung memeluk Asya sambil diranjang, membuat Asya bingung dan heran dengan tingkah suaminya


"kamu yang jahat, mengapa hanya memberikan nasi saja padaku" kata Al dengan memeluk istrinya erat, menangis seperti anak kecil tidak diberikan permen oleh ibunya


"aku hanya sarapan dengan nasi dua sendok saja pagi ini, kamu jahat tidak sayang lagi sama aku" kata Al dengan manja dan masih menangis dipelukan Asya, melihat hal itu Asya langsung ttersenyu karna suaminya mode manja dan menyalahkannya

__ADS_1


tangan Asya terulur menyentuh kepala Al dan mengelus, perlahan-lahan tangan Asya meraih dagu Al dan melihat mata sembab suaminya karna menangis soal sarapan pagi ini, uhh sungguh menggemaskan suami ini, singa yang hantu bisa juga berubah menjadi anak kucing yang bermanja pada ibunya


"aku minta maaf kalau begitu mas, aku senagja, lagipula itu karna kalian selalu berantem setiap ingin makan saja" kata Asya masih menyelus rambut suaminya dan menghapus airmata Al perlahan dan lembut, ia tersenyum san ikut duduk di samping suaminya


CANGKIR...


satu kecupan meendarat dikening Al, Asya melihat wajah suaminya dengan senyum yang sangat bahagia, ia merasa dengan tingkah manja suaminya itu, perlahan-lahan Al menelusupkan tangan meraih benda favoritnya, tidak melihat istrinya menatap dengan tajam


" aku ingin ini sayang" kata Al sambil menunjuk benda squishi milik Asya, tangan kekar itu sudah menampilkan atasan Asya dengan sangat lihai, ia langsung meyambarnya dan menikmatinya, Asya tidak menolak untuk menikmatinya, lagipula Al hanya menginginkan itu, seperti anak kecil saja yang kehausan asi ibunya, tangan Al bekerja dengan baik dua-duanya, sambil menikmati buah favoritnya itu


"sudah?"tanya Asya saat Al melepaskan squishinya dan mengungkapkan dirinay dengan terpesona dan terpesona, membuat Asya ingin sekali menggigit suaminya itu


"sudah sayang, nanti lagi dikantor, aku tidak ingin membuat kedua pria tua itu menunggu terllau lama lagi" kata Al terkekeh menyebutkan Vin dan Dar pria tua, padahal dirinya sendiri juga sudah tua wkwkwk


mas Al tidak sadar diri ya pembaca 😂


Asya dan Al akirnya mengganti pakaian mereka dan mengenakan baju kantor, sementara Asya mengenakan baju gaun bumil dengan warna yang sama dengan suaminya, gaun itu sengaja dipilih Al untuknya karna Al tidak ingin tubuh dilihat dari orang, gaun itu menutupi seluruh tubuh kecil Asya sampai ujung kaki, untung saja kepala Asya masih terlihat wkwkwk


Berikutnya


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers, dan maaf kalau othor selama tiga hari kemarin tidkak up soalnya tugas othor banyak dari kampus, belum lagi otak othor kadang ngelag buat lanjut, jadi butuh istirahat dan di refresh wkwkw

__ADS_1


__ADS_2