Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 70~S2


__ADS_3

...___...


Candra terdiam, tercekat dan menatap wajah sang istri yang terlihat serius.


"Bukan nya aku bukan siapa-siapa untuk om, jadi untuk apa om Candra begitu mengkhawatirkan aku ?" Gumam Genna dengan linangan air mata nya.


"Gen, aku..-"


"Mending om urusin aja anak kesayangan om Candra itu !" Genna mulai meninggikan suara nya. "Aku gak penting jadi gak perlu khawatir apa pun yang akan terjadi nanti sama aku !!"


"Gen..!!" Candra membentak nya. Membuat Genna terdiam namun masih dengan Isak tangis nya.


"Della itu anak aku Gen, meski dia bukan anak kandung aku tapi aku punya kewajiban untuk menjaga dan membahagiakan nya-"


"Iya, sampai om Candra menyampingkan aku sebagai istri om Candra !" Sargah Genna menjawab cepat.


"Gak gitu Gen-"


"Om Candra gak pernah peka tau gak, aku gak suka om terlalu berlebihan sama Della !" Pekik nya. "Aku tidak mempermasalahkan om menyayangi dia, tapi harus nya om Candra bisa menjaga perasaan aku yang terlalu cemburu melihat kalian berdua !!" Genna benar-benar sudah hilang kendali. Kata-kata yang dia ucapkan sangat melengking. Benar-benar memekakkan telinga.


"Om Candra gak suka kan aku deket-deket lagi sama Aldo, aku selalu berusaha menghindari Aldo meski kami hanya saling berteman, begitu pun juga aku yang gak suka om Candra yang terlalu berlebihan kepada Della !" Pekik nya. "Om Candra ngerti gak sih perasaan aku om....." ujar Genna menekan kan. Dia berucap sambil gemetar tergugu, gadis itu hanya ingin suami nya itu mengerti seperti apa perasaan nya.


"Aku tu sayang aku tu cinta sama om Candra !!" Teriak Genna. Bahkan tangis nya semakin pecah di hadapan laki-laki itu.

__ADS_1


Sedangkan Candra, laki-laki itu tercekat dan terbungkam. Jadi ini alasan mengapa Genna selalu pergi dan menghindari nya di saat dia tengah merasa cemburu. Oh, betapa bodoh nya dia untuk hal ini, dia tidak begitu mengerti dan peka terhadap apa yang di rasakan oleh istri nya itu.


Jadi...


Genna mencintai nya..??


Benar kah istri nya ini sudah benar-benar menerima nya sebagai suami. Mungkin kah gadis itu sudah benar-benar menjatuhkan hati nya pada diri nya ?


"Coba bilang sekali Gen ?" Boleh tidak sih dia ingin mendengar kata cinta lagi dari mulut perempuan yang juga sangat dia cintai itu. Bukan Candra tak mendengar nya, tapi dia ingin lebih mendengar kata cinta dengan nada yang romantis.


Namun Genna menggeleng. Mengusap air mata dengan punggung tangan nya lalu dia pun turun dari bathtub. Menatap sinis pada sang suami karena dia pikir laki-laki itu sungguh tidak memahami ucapan nya.


"Aku ingin mendengar nya lagi Gen !" Sargah Candra memutar tubuh nya mengikuti Genna.


Genna tak perduli, dia terus melangkah dan akan pergi keluar dari dalam kamar mandi itu.


"Aku ingin mendengar nya lagi Gen !" Ucap nya lagi sambil menangis, dia benar-benar ingin mendengar Genna mengatakan cinta lagi pada nya.


Genna menepis kuat cekalan tangan Candra. Entah kenapa saat ini tiba-tiba saja kekuatan nya jauh lebih kuat ketika dia sedang murka. Malas menatap suami nya itu, Genna pun kembali berbalik dan bersiap akan melangkah pergi.


"Gen !" Candra mencegah nya. Dengan cepat dia menarik kembali tubuh Genna dan Candra pun langsung menyerang bibir nya dengan brutal. Candra meraih tengkuk Genna, menekan ke arah nya hingga memberikan ciuman yang semakin dalam. Candra bagai hilang kendali, dia menggigit-gigit kecil bibir bawah Genna meminta agar gadis itu membuka mulut nya. Ya, agar dia bisa dengan leluasa dan mendalami ciuman nya.


Sementara Genna, tubuh nya melemah, tungkai nya melemas, dia membiarkan suami nya itu mencium nya dengan sangat liar, namun dia sembari menangis di sana, membiarkan air mata nya terus turun membasahi ke dua pipi nya hingga air mata nya di rasa oleh Candra.

__ADS_1


Perlahan, Candra melepaskan tautan bibir nya. Ke dua tangan nya masih berada di tengkuk Genna. Dia menatap wajah sang istri yang masih saja mengeluarkan air mata nya.


"Maafin aku Gen, aku gak pernah peka dan mengerti perasaan kamu selama ini" gumam Candra. Dia mengangkat dagu Genna yang tertunduk untuk menatap wajah nya.


"Aku salah, kamu mau pukul aku, mau hukum aku, aku siap Gen.." Dan tangan kanan nya menggenggam tangan kiri Genna, membawa nya menyentuh pipi nya, mengisyaratkan agar perempuan itu mau memukul untuk menghukum nya.


Genna menarik cepat tangan nya, menggelengkan kepala seolah mengatakan jika dia tidak akan pernah bisa melakukan itu.


"Aku sayang sama kamu Gen, aku cinta sama kamu, kamu segala nya buat aku, kamu kebahagiaan aku.." Lirih Candra bersungguh-sungguh dengan linangan air mata yang membasahi pipi nya.


Mata Genna menatap tajam mata suami nya. Terlihat dengan rasa ketulusan laki-laki itu mengatakan nya, bahkan sampai menangis. Genna memang merasa sangat marah pada nya saat ini, tapi melihat ketulusan sang suami membuat nya seketika melupakan amarah nya.


"Sayang.."


Genna kembali mengarahkan tatapan nya menatap wajah sang suami sesaat setelah dia beralih.


"Maafin aku ya.." Gumam laki-laki itu lagi. "Aku mohon... aku gak mau kamu pergi ninggalin aku lagi Gen.."


Diam, dan hanya saling memandang. Sorot mata yang menyatu dalam satu garis lurus. Semakin dalam, hingga ke dua nya merasa sama-sama terbuai oleh suasana yang membawa mereka untuk saling merasakan kehangatan.


Candra mulai mendekatkan kembali wajah nya ke arah Genna. Menyentuh bibir lembut gadis itu dan merasakan kemanisan nya. Dia mencium nya lagi, menggerakkan bibir nya dan memainkan lidah nya di dalam mulut Genna.


Genna terlihat pasrah, dia membiarkan Candra menjelajahi bibir nya. Ciuman laki-laki itu memberikan kehangatan dalam diri nya. Perlahan, Genna juga mulai ikut menggerakkan bibir nya, memainkan nya dengan senada alunan permainan suami nya. Ya, Genna seketika melupakan kekesalan nya.

__ADS_1


...___...


Ayooo gasssss gengssss 😝😝😝


__ADS_2