Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 5:Isyarat dari tatapan


__ADS_3


*ketika aku melihat mata sendunya, hatiku sakit dan secara tidak sadar aku membawanya dari keluarga yang brengsek itu


Diclub XX,


mereka sampai dan langsung memarkirkan mobilnya diparkiran, dengan haura tetap memegang


tangan asya takut jika ponannya itu kabur lagi,


“ayo masuk kedalam, jangan membuat keributan! Ingat itu” kata frank kepada asya berjalan


mendahului istrinya dan asya


Mereka masuk dengan santai seolah sudah pernah datang kesana, dengan mencari tempat duduk


rekan bisnis frank,


“nahh disanamereka, ayo mi bawa dia” kata frank Ketika melihat rekan bisnisnya yang sudah


duduk dengan beberapa Wanita malam, dan beberpa wine yang menemani mereka


“ ayo duduk dulu frank, jangan terlalu buru-buru,” kata pria itu dengan senyum mesum


menatap asya penuh naf*su


“eh hiya tuan, maaf saya terlambat tadi sedikit macet” kata frank dan mempersilahkan


istinya dan asya duduk disampingnya


‘apa ini anak yang kau katakana frank??” tanya pria botak setengah itu dengan tatapan lapar


kearah asya


“benar sekali tuan, dia adalah keponakan saya, tapi selalu saja membawa sial dirumah saya”


kata frank dengan kata-kata yang menohok ditelinga grece


ma..pa.. serendah itukah aku dimata mereka, sedangkan mereka adalah kerabat kita,


bagaimana aku dimata orang lain, apa lebih rendah dari yang mereka pandang?”


batin asya dalam hati, mengingat dirinya begitu hina dimata om dan tantenya


“humm… cantik dan seksi, tidak terlalu buruk” kata pria itu dan lagi-lagi menatap asya dengan


tatapan yang aneh


Asya yang mendapati tatapan seperti itu merasa rishi dan tidak nyaman, ia mendapat ide


untuk bisa kabur dari tempat ini


“tan,, aku kebelet pipis, aku ijin ketoilet sebentar yah” kata asya yang mulai mencari


celah untuk kabur dari sana


“bagaimana pi, asya mau ketoilet katanya” bisik haura kepada suaminya yang asik dengan


minumannya dan langsung dibalas dengan tatapan tajam dari frank


“asya gak lama kok om, asya Cuma ketoilet aja” kata asya yang tau arti dari tatapan omnya


“jangan macam-macam anak sialan, kau tidak akan ku ampuni” kata frank dengan tajam dan


melototkan matanya


“iya om, asya janji tidak kemana-mana, kalau gak percaya tante boleh ikut asya kok” kata saya


memberi usul kepada om dan tantenya


“saran yang bagus, mi kamu ikutin dia jangan sampai anak sial itu kabur lagi” kata frank


kepada istrinya


“baik pi, ayo cepat jangan membuatku menunggu lama disana, aku bukan bodyguard mu yang


mengawalmu kemana-mana!” kata haura dan menarik tangan asya dengan kasar

__ADS_1


Mereka berjalan dengan asya berada didepan dan haura mengikutinya dari belakang,


dengan telaten asya melihat sekelilingnya yang penuh dengan Wanita malam, dan


para pria hidung belang


Dengan suara dentuman music yang keras memekak telinga, asya hamper menabrak siapa saja yang


ada didepannya sangking ia tidak bisa melihat karna lampu club malam itu yang


terus berkelap-kelip


“tante tunggu disini dulu ya, asya gak lama kok” kata asya dan masuk kedalam toilet,


sementara haura yang percaya dengan perkataan asya sedang asik menikmati


suasananya, ia tidak ingat lagi tujuan awalnya datang kesana


“aku harus bisa melarikan diri dari sini, tapi kemana ya aku pergi” batin asya dalam


hatinya dan seketika ia menongolkan kepalanya melihat tantenya yang ada diluar


“mumpung tante haura lagi asik, ini kesempatan aku buat kabur dari sini” kata asya


bergumam sendiri dan dengan Langkah yang pelan ia keluar dari kamar mandi itu


dan berlari kecil


Haura yang sudah sadara dengan suasana terkejut mendapati asya yang berlari keluar club,


dengan cepat ia bergegas mengejar asya dan sampai melepaskan sepatu hells yang


ia pakai


“dasar anak sialan, awas saja jika kau sampai dapat nanti!” kata haura dan seketika ia


kehilangan jejak asya


“kemana anak sialan itu!!?” tanyanya dengan gusar diantara orang-orang yang sedang mabuk


Sefdangkan asya, ia tidak tau harus pergi kemana lagi, ia bingung mencari jalan keluar


dari club itu


“kemana ya jalan keluarnya?, kok dari tadi aku gak bisa nemu” gumamnya sendiri, dan sampai


akhinya ia Kembali melihat tantenya yang mendekat kearah tempat omnya dan pria


yang berencana membelinya


“apa?? Anak sial itu kabur lagi??” tanya frank kepada istrinya dengan suara yang melengking


keras


“maaf pi, dia sangat licik. Dia membohongi mami yang katanya mau ketoilet” kata haura yang


tidak mau disalahkan karna kelalaiannya


“dasar anak tidak tau diri, awas saja jika ketemu!!” kata frank dengan emosi yang sudah


diujung tanduknya


“jadi bagaimana frank, anak itu sudah kabur dapat dipastikan uang yang aku janjikan


tidak bisa berpindah ketangan mu’ kata pria botak itu dengan tersenyum kecewa


‘maafkan saya tuan, tapi saya berjanji jika sudah menemukan anak itu akan segera membawanya


kepad tuan”kata frank dengan tekad yang kuat karna uang yang ia ingin ternyata


harus pupus dan gagal menjadi miliknya mala mini


“baiklah frank, aku percaya itu. Tapi untuk saat ini uang itu juga belum bisa kuberikan


padamu” kata laki-laki itu dan membuat frank menjadi lesu


Tiba-tiba saat bernegoisasi seperti itu, mereka mendengar suara asya yang menjerit

__ADS_1


kesakitan


“tolong lepaskan aku, aku tidak seperti Wanita -wanita itu” kata asya yang mendapati


dirinya dicegat oleh pria yang datang menghampirinya


‘hahahaa adik manis, jangan terlalu taku kami akan membayarmu berapa kau mau” kata pria itu


lagi dan berniat memegang tangan asya, namun dengan tenaganya yang masih


tersisa asya mencoba menjauh dan melawan pria itu


“asya… jangan kabur kau!!” teriak frank dan haura bersamaan, mereka mengejar asya dan


begitupun asya ia langsung berlari Ketika mendengar suara om frank


Dan brukk….


Asya terjatuh tepat didepan seorang pria yang hendak keluar dari dalam club itu, dengan cepat


asya menoleh pria itu dan tatapan mereka saling bertemu


Ahkk…


Asya merasa kakinya sakit dan terkilir karna memakai sepetu yang lumayan tinggi, dengan


sekuat tenaga ia berusaha berdiri namun tetap tidak bisa


“tuan tolong aku, selamatkan aku dari sini tuan, aku tidak mau dijual dengan pria hidung


belang disana” kata asya dengan menangis pilu, ia tidak bisa berdiri untuk kabur


lagi, terpaksa ia menghentikan usahanya dan meminta tolong kepada pria yang ada


didepannya


Entah apa yang dirasakan oleh asya saat itu, bodoh memang jika dirinya meminta tolong


kepada orang asing dan sama-sama datang keclub malam,dan bisa ditebak hasilnya


akan tetap nihil dan tidak membantinya, juga itu artinya pria yang ada


didepannya ini juga sama dengan om-om yang ingin membelinya, tadi.


“hahahah dapat juga kau anak sialan!!” kata haura dan mendekati asya menarik tangan


gadis itu dengan kasar


“maaf tante, kakiku terkilir dan tidak bisa berdiri lagi” kata asya dengan tangisan yang


sudah sesenggukan karna terlalu lama menagis


‘aku tidak peduli, kau sudah membuat kami malu anak sialan!!” kata haura dan menarik


Kembali tangan asya


Sedangkan asya menatap pria yang ada didepannya itu dengan tatapan iba dan memohon, namun


bibir asya seolah kelu tidak bisa berbicara sepatah katapun


‘ayo berdiri, jangan manja kamu!” kata haura dan membuat asya semakin kesakitan


Dengan Gerakan pasti pria yang ada didepan asya jongkok dan menggendong asya ala


bridal style, asya terkejut dengan perlakuan pria dingin didepannya ity


‘heiii tuan,jangan asal membawa anak orang, atau kau mau kupenjara??” teriak haura dengan


emosi


“jangan menyentuh milikku lagi!” hanya satu kata yang keluar dari mulut pria itu namun


terkesan datar dan dingin.


next


berikan komentarmu kepada keluatga nurke, nanti mamo kasih tau mereka:>

__ADS_1


__ADS_2