
...____...
"Aku mau sama Daddy !"
"Ih... aku duluan yang sama Daddy !"
"Tapi aku juga mau sama Daddy.." Rengek Genna.
"Aku duluan !"
"Aku mau sama Daddy !!"
"Stooppp !!" Cetus Cinta. "Bisa gak, sekali aja ga usah rebutan ! di mana tempat ribuuutt... aja terus !" Gerutu mama muda yang mulai kesal dan pusing menghadapi ke dua anak nya itu.
"Gleen, Genna..."
Lain hal nya jika sang Daddy yang menengahi antara perseteruan mereka. Sekali saja Anan membuka suara, untuk seketika juga mereka langsung diam.
"Kita ke rumah sakit untuk menjenguk om Candra, jadi gak boleh ribut ! mengerti.." Tegas Anan yang langsung di angguki kepala oleh Gleen dan Genna
Setelah menghentikan keributan antara putra putri nya, mereka pun kembali berjalan untuk menuju ke ruang perawatan di mana Candra tengah di rawat di rumah sakit itu.
"Ampuuunnn !!" Gerutu Cinta menepuk kening nya sendiri saat dia benar-benar merasa pusing melihat ke dua anak-anak nya yang tak pernah akur saat bersama.
...---...
Kini mereka pun telah sampai dan mengetuk pintu kamar Candra terlebih dulu. Tak lama, terlihat Tina dari dalam sana yang membukakan pintu.
"Hay... sayang... kalian sudah sampai.." Sapa Tina berbasa-basi pada anak-anak Anan dan Cinta.
"Mbak, gimana ke adaan Candra ?" Sargah Cinta bertanya, seraya menyerahkan satu kantong plastik besar yang berisikan makanan ringan dan juga beberapa macam buah.
"Sudah jauh lebih baik, ayo masuk..!" Setelah menerima oleh-oleh yang di bawa Cinta, Tina pun menggiring satu keluarga itu untuk masuk ke ruangan Candra.
Candra yang melihat ke datangan Anan pun berusaha mendudukkan diri nya kembali.
"Om Anan.." Ujar Candra menyapa.
"Can.. gimana ke adaan nya ?"
__ADS_1
"Sudah jauh lebih baik om" Jawab Candra.
"Lama ga ketemu, makin ganteng aja..!" Puji Anan pada Candra.
"Ya iya lah, siapa dulu papa nya !!" Bukan suara Candra, melainkan suara Risky yang menyahuti di sana.
"Elah.. pede banget Lo !" Cetus Anan
"Hai Can.." Cinta pun datang menghampiri. Mendekat ke arah ranjang yang di tempati Candra dan berdiri di samping nya. Cinta tersenyum pada Candra seraya menjulurkan tangan nya.
Candra terdiam. Menatap dalam wajah seorang perempuan yang dulu pernah dia Cintai. Sudah selama 5 tahun dia tak bertemu dengan nya lagi, bisa juga di katakan selama itu juga Candra tengah berusaha menghindari untuk melupakan nya. Ah..tapi bagaimana pun cara nya untuk menghindari, tetap saja dia pasti akan bertemu dengan nya lagi.
"Candra !"
Dan suara sang mama membuat Candra tersentak dan kembali tersadar dari lamunan nya.
"Eh.. iya ma" Candra menatap tangan Cinta yang ter-ulur, perempuan itu masih mempertahan kan tangan nya dan tanpa melepaskan senyuman nya.
"H-hai.." Ujar Candra yang berusaha kembali menyapa Cinta. Tangan nya pun seraya terulur untuk menjabat tangan Cinta.
"Gimana ke adaan kamu ?" Tanya Cinta pada Candra, meski sudah tau tentang ke adaan laki-laki itu, tapi Cinta ingin mendengar nya langsung dari Candra.
"Sudah lebih baik" Jawab Candra, entah kenapa dia masih tak bisa mengendalikan diri nya di depan perempuan itu. Rasa gugup dan juga jantung yang berdebar masih begitu kuat dia rasakan saat berdekatan dengan nya.
Candra pun juga tersenyum, namun seketika pandangan mereka terputus dan Candra beralih menatap ke dua anak kecil yang menghampiri Cinta dan memanggil nya dengan sebutan mommy.
"Sayang, salim sama om Candra" Ujar Cinta menyuruh ke dua anak-anak nya untuk bersalaman dengan Candra.
"Halo om, bagaimana keadaan nya ?" Suara kecil dan terdengar imut, se-imut wajah nya. Mengulurkan tangan nya menyapa seorang laki-laki yang duduk menyandar di atas tempat tidur rumah sakit. Dengan senyum yang lebar gadis kecil itu menyapa nya.
Candra terdiam, menatap gadis kecil yang sedang tersenyum lebar menyapa nya itu. Tiba-tiba saja perasaan nya berbeda, dia seperti terpukau kala menatap senyuman yang terlihat sangat manis di mata nya.
"H-hai.. om sudah baikan" Jawab Candra.
Berbeda dari Genna, kini giliran Gleen yang menyapa Candra. Tak banyak ber-basa basi, Gleen langsung saja menyalami Candra tanpa menanyakan ke adaan nya.
Candra tersenyum melihat ke dua anak kecil itu yang begitu terlihat manis, tak di sangka, sudah begitu lama dia meninggalkan Indonesia, mengingat saat dia dulu pergi ke Singapura, Cinta masih hamil muda, dan sekarang anak-anak nya sudah sebesar ini, mungkin.. juga sebaya dengan Della putri nya.
Eh.. Mengingat Della, di mana gadis kecil itu, kenapa tak terlihat sejak tadi.
__ADS_1
"Ma, dimana Della ?" Tanya Candra pada sang mama.
Tina yang tengah mengobrol dengan Cinta pun beralih pada Candra. "Della ?" Ucap nya, Tina pun juga terlihat bingung, bahkan dia pun tak melihat Della sejak dia datang.
"Memang nya kemana dia sayang ?"
Oh astaga...
Kenapa bisa dia sampai melupakan putri nya itu. Dia kan pergi keluar tadi karena merasa bosan yang terus berada di dalam ruangan menjaga Candra. Sudah begitu lama, tapi kenapa dia belum kembali juga.
"Della ? siapa Della ?" Sargah Anan bertanya.
"Om, Della anak aku, om tadi lihat gak anak perempuan seusia anak-anak om di dekat sini, dia tadi izin keluar karena bosan di dalem terus !" Jawab Candra yang mulai panik.
"Hah..??" Bukan menjawab, tapi Anan justru terperangah, atau lebih tepat nya lagi sedikit terkejut saat mendengar penjelasan Candra yang mengatakan bahwa Della adalah anak nya.
"Em, sayang.. udah kamu gak usah panik. Biar mama aja yang minta bantuan pihak rumah sakit untuk membantu cari Della ya, biar cepet ketemu" Sahut Tina mencoba menenangkan putra nya.
"Tapi ma, Della.."
"Udah udah.. kamu masih harus banyak istirahat, biar mama aja yang cari Della."
Candra pun pasrah, melihat kondisi nya saat ini yang masih terasa lemah, sangat tidak memungkinkan untuk dia bisa mencari putri nya sendiri.
...___...
Di sisi lain
Della duduk termenung di kursi taman rumah sakit. Menatap sebuah keluarga yang tak jauh di depan nya yang lengkap dengan ayah, ibu dan juga seorang anak perempuan yang juga seusia nya.
Anak itu terlihat sangat bahagia dengan tawa yang lepas. Namun melihat wajah nya yang begitu pucat, seperti nya anak itu sedang sakit.
Della menatap nya begitu dalam, ingin rasa nya dia lah yang berada di tengah-tengah di antara kehangatan keluarga itu. Mendapat perhatian, di temani bermain, serta mendapat kasih sayang yang lengkap dari ayah dan juga ibu.
.
Tapi..
Itu sangat lah tidak mungkin untuk dia rasakan saat ini..
__ADS_1
..._____...
Maaf ya baru up π ada kesibukan kemarin2 gengsππ hehe