Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 59, Membuat ponakanmu


__ADS_3

Jangan pernah membuat adikku menangis, jika sampai itu terjadi aku sedniri yang akan turun tangan dan memisahkanmu darinya, sekalipun kami tidak menginginkan hal itu, ingat itu baik-baik


~Delvin Callista


"om\,..... emmssshh" desa*han demi desa**han keluar dari mulut mungil gadis kecil yang berada diatas tubuh suaminya dan masih dipacu oleh tangan kekar suaminya untuk mempercepat ritme gerakan tubuhnya\, membuat gadis itu sedikit kewalahan namun masih bisa menyeimbangi suaminya


"sayang.... sedikit lagi eeemphh" ucap pria itu sambil membantu istrinya untuk naik turun diatas tubuhnya dan sesekali merema**s dua gundukan kembar milik istrinya membuat gadis kecil itu merem dan merasakan sensasi yang menjalar disekujur tubuhnya


"om aku mau keliuar" kata Asya saat dirinya sudah mencapai puncak, dan segera Aland suaminya mengganti posisi mereka, dengan mengukung gadis itu dibawahnya dan mempercepat ritme permainan mereka, agar ia juga merasakan puncak bersama dengan istrinya, dan mereka bisa mencapai puncak nirwana bersamaan


"aarhhhkk.."


"ommssssh"


keduanya langsung mencapai pelepasan secara bersama dan tubuh kekar itu bukannya langsung menbaut miliknya namun masih membiarkan di goa milik istrinya, membuat Asya sedikit tidak nyaman karna suaminya masih mengukungnya


"om,, lepaskan, aku tidak nyaman" kata gadis kecil itu, namun tidak dihiraukan oleh suaminya, Aland masih memeluknya dan menghujaminya kecupan diseluruh wajahnya dan leher gadis itu, mmebuat ladang ceria sebanyak mungkin disana


"sebentar lagi sayang, king cobraku masih ignin mencicipi goanya dan dimanjakan" kata Aland dan membuat istrinya menghela nafas, ia tau apa yang akan terjadi setelah ini, pasti suaminya ingin melanjutkan permainan mereka lagi dan lagi, sudah ketiga kalinya mereka melakukan ini, namun suaminya masih belum lelah juga, padahal dirinya sudah sangat remuk dan lelah melayani libido suaminya


pagi hari menjelang, seorang istri yang masih tidur cantik di kamar tanpa tau sudah pukul berapa sekarang, gadis  itu masih sibuk mengarungi mimpi indahnya dibawah selimut, sementara suaminya sudah selesai membuat sarapan untuk mereka, karna ia tau istrinya teralu lelah melayani dirinya mulai tadi malam

__ADS_1


"sayang, ayo bangun" kata Aland dengan lembut dan mencium bibir ranum istrinya sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya


"empphh" suara lembut keluar dari mulut mungil Asya dengan tubuh yang tidak tertutup apapun, membuat suaminya tersenyum smirk dan langsung membuat Asya membuka matanya dan melihat suaminya yang melototi tubuhnya


"ada apa om?" tanya Asya dengan polos tanpa melihat tubuhnya yang terekspos sempurna didepan suaminya, membuat Aland menggelengkan kepalanya sambil menikmati pemandnagan pagi hari yang indah didepannya, namun sedetik kemudian, Asya sadar danmelihat kebawah, saat itu juga ia berteriak dan menutupi tubuhnya dengan tangannya


"aaaa.. om Aland mesum" teriak Asya namun semakin membuat Aland tidak tahan dengan kepolosan  istrinya dan langsung memeluk istrinya dengan gemas


"kenapa teriak-teriak begitu sayang, kan aku juga sudah mencicipi semuanya, mengapa harus malu?" kata Aland dan melepaskan pelukannya sambil menatap mata istrinya dengan dalam


"om mesum, mengapa melihatku seperti itu?" kata Asya sambil memayunkan bibirnya kesal, ia tidak menyangka suaminya lebih dulu bangun darinya


"sudah jangan marah-marah mulu,kamu mandilah dan segera datang kemeja makan, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita" kata Aland dan mencium kepala istrinya, sebelum akhirnya ia meninggalkan istrinya yang masih ngang ngong 🤣🤣


setelah selesai dengan rutinitasnya, Asya langsung menyusul suaminya yang sudah menunggunya dimeja makan, dengan cepat karna perut Asya sudah kosong dan perlu diisi


"pagi om" kata Asya dengan tidak tau malu padahal beberapa menit yang lalu mereka baru saja berselisih dan membuat gadis itu teriak tidak jelas, dan sekarang menyapa suaminya dengan riang gembira


"pagi sayang, ini sarapan kamu" kata Aland menyodorkan piring berisi roti selai dan susu buatannya khusus untuk sang istrinya, tadinya Asya sudah berharap bahwa suaminya memasak untuk merela, namun ternyata tidak sesuai harapan, namun itu tidak membuat Asya merasa bagaimana"


"makasih om" jawab Asya dan ingin mendudukkan dirinya ke kursi yang ada disamping suaminya, namun dengan cepat Aland mengarahkan tubuh ramping itu untuk duduk dipangkuannya, membuat gadis itu mengerutkan keningnya, dan sudah pasti malu karna perlakuan Aland yang selalu tiba-tiba

__ADS_1


"om, aku duduk dikursi saja" kata Asya namun dibalas dengan gelengan kepala suaminya, pria itu malah asik mencium aroma istrinya dan sambil mengelus pipi Asya, namun tidak lama ponsel Aland berdering, dengan cepat tangannya terulur untuk mengambil ponselnya yang ada diatas meja, melihat siapa yang menelfonnya dan senyuman jahil terukir di bibir Aland


"hallo kaka ipar, ada apa menelfonku pagi-pagi begini?' tanya Aland dengan santai dan menyengir kuda, masih memeluk istrinya yang menikmati sarapan pagi miliknya


"tidak, dimana adiku Al?" tanya Vin dengan cepat, ia hanya memastikan adiknya baik-baik saja setelah semalam ia tinggalkan dengan kesal dan marah padanya


"dia sedang sarapan, apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Aland dan melihat istrinya dengan asik dan santai dan bibir yang gemas menikmati rotinya


"tidak ada, apa semalam dia baik-baik saja?, atau kau malah memarahinya?" tanya Vin karna ia tau watak Aland yang lumayan keras dan tidak suka membujuk orang lain, apalagi Vin tau aklau Aland belum sepenuhnya menerima Asya sebagai adiknya


"yahhh dia baik-baik saja, sekarang sangat senang dan menikmati sarapannya" kata Aland dan mencium bibir istrinya, merasakan manisnya selai roti yang tersisa dimuliut istrinya


"baiklah, apa kau kekantor siang ini?" sekarang giliran Vin yang bertanya tentang tuannya, bagaimana pun ia sebagai asisten. perusahaan tetap memerlukan Aland sebagai pemilik dan rekan bisnis yang lain juga kerap sekali bertanya tentang Aland


"mungkin tidak, tapi mungkin juga ia, melihat situasi nanti saja, aku belum bisa melepaskan istri kecilku Vin" kata Aland dan sengaja menekan kata istri sekaligus mencari gara-gara dengan kakak iparnya


"apa yang aku lakukan dnegan adikku Al?" tanya Vin sedikit menuntut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Aland, pria yang menjadi kakak dari istri Aland tidak suka jika Aland melakukan hal yang semena-mena dengan adiknya


"membuat keponakan untukmu Vin, kau tenang saja" kata Aland dan langsung mengakhiri panggilan telfonnya, ia melihat istrinya yang masik asik dengan minumannya sambi menatap kedepan


"sudah selesai?" tanya Aland, dan mengambil gelas istrinya, meletakkannya diatas meja dan membawa istrinya kekursi sofa ruang tamu mereka, Aland masih belum puas bersama istrinya, walaupun sdah sering dan bahkan tidak pernah lewat satu hari tidak bertemu

__ADS_1


next


maaf up telat dan dikit ya readers, tapi kalau nanti othor masih ada waktu, othor akan double up😍😍


__ADS_2