Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 40~S2


__ADS_3

...___...


"Gen.." Sapa Candra yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawah nya.


Genna hanya diam dan menunduk, dia merasa malu atas apa yang telah dia dan Candra lakukan tadi.


"Kamu butuh sesuatu ?" Tanya Candra berjalan mendekat ke arah nya.


Dengan cepat Genna menggeleng. "Enggak om, aku cuma lapar" Tutur nya. "Aku ke dapur dulu" Imbuh gadis itu yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Candra.


Genna mendudukkan diri nya di kursi meja makan. Mengedarkan pandangan nya mengelilingi setiap sudut ruang dapur dengan berbagai macam barang dan peralatan masak yang tertata dengan rapi. Dia menghembuskan nafas nya dalam, entah kenapa jantung nya masih belum stabil dan masih berdetak kencang saat bertemu dengan Candra.


Genna pun kemudian bangkit sesaat setelah dia mengatur nafas nya. Berjalan ke arah lemari es dan mencoba mencari sesuatu di dalam sana yang bisa dia makan.


Namun Genna mencebik kesal, tak ada apa pun di dalam lemari es sana yang bisa dia makan. Hanya ada botol-botol air minum saja di sana.


Genna pun beralih, tak lupa menutup kembali pintu lemari es itu. Seketika dia terkejut kala Candra yang tiba-tiba bersuara di sana.


"Maaf Gen, belum ada apa-apa di dapur. Saya belum sempat belanja" Ujar laki-laki itu yang datang dan sudah memakai pakaian santai namun dengan rambut nya yang masih basah dan sedikit berantakan.


"Gimana kalau kita keluar, cari makan sekalian belanja" Ucap nya.


Karena tak ada pilihan lain, Genna pun mengangguk setuju meski tubuh nya terasa lelah dan malas untuk pergi kemana pun.


...___...


Di sebuah mall yang cukup besar, dan disini lah Candra dan Genna berada. Berjalan berdampingan layak nya sepasang kekasih.


"Kamu mau makan apa Gen ?" Tanya Candra.


"Terserah.." Jawab nya.


Mendengar ucapan Genna, Candra pun menggenggam tangan gadis itu dan membawa nya masuk ke sebuah restoran yang menyajikan masakan masakan khas Jepang yang halal.


Tak lama menunggu, akhir nya pesanan pesanan mereka pun datang, dan mereka pun melahap makan malam mereka dengan tenang.

__ADS_1


Setelah selesai dengan makan malam, kini Candra dan Genna pun berjalan mengelilingi supermarket dengan Candra yang mendorong trolly belanja dan mereka pun akan berbelanja kebutuhan rumah mereka.


Genna sedikit kebingungan, pasal nya, dia tidak pernah berbelanja kebutuhan rumah sekali pun selama hidup nya. Dia merasa bingung entah apa saja yang harus dia beli.


"Gen, kenapa ?" Tanya Candra melihat Genna yang hanya diam saja.


"Aku gak tau harus belanja apa aja om" Titah nya sedikit tak enak hati.


Candra pun tersenyum kecil mendengar nya. Dia cukup mengerti, bagaimana kehidupan yang di lalui Genna selama ini. Mana mungkin dia pernah berbelanja kebutuhan rumah nya semasa hidup nya, yang dia tahu, semua kebutuhan rumah dan juga kebutuhan nya sudah terpenuhi tanpa ada yang kurang sedikit pun.


"Udah, kamu temenin saya aja. Biar saya aja yang belanja" Ujar Candra, dan mendapati Genna yang tersenyum kaku di sana.


...___...


Semua kebutuhan pun sudah di beli, kini saat nya mereka untuk pulang. Sama-sama menenteng barang belanjaan, dengan Genna yang berjalan di belakang Candra.


Namun seketika Genna menghentikan langkah nya, dia menatap sebuah toko buku di sana. Dia memanggil Candra karena dia ingin masuk ke dalam toko buku itu.


"Aku mau cari buku sebentar ya om" Ujar Genna.


Genna berkeliling, melihat-lihat setiap buku yang mungkin saja berguna dan menarik bagi nya. Ya, Genna memang suka membaca, begitu banyak buku-buku koleksi nya yang juga dia bawa ke rumah baru nya.


Dia menghentikan langkah nya, berdiri tepat di rak buku-buku novel yang bergenre fantasi. Dia mengambil beberapa judul buku yang menurut nya menarik untuk dia baca, lalu melangkah sedikit kedepan dan dia pun kembali menghentikan langkah nya dan berdiri tepat di sebuah rak buku novel yang bergenre romantis.


Untuk sejenak Genna terdiam, dia tampak sedang berpikir apakah menarik membaca novel yang romantis. Genna tak memiliki novel yang bergenre romantis selama ini, karena pada dasar nya gadis itu sama sekali tidak menyukai keromantisan. Terlalu lebay menurut nya.


Tetapi kali ini Genna merasa sedikit penasaran, dan seketika dia pun kembali teringat tentang adegan di mana Candra mencium bibir dan hampir menyentuh nya tadi. Dia bergidik geli, tapi entah kenapa tiba-tiba saja rasa penasaran nya semakin besar.


Tak berpikir lama lagi, Genna mengambil satu buku novel bergenre romantis 21++ yang tanpa dia sadari. Mengambil nya sembarang karena keburu Candra yang memanggil nya.


Setelah membayar tagihan nya, kini mereka pun kembali melanjutkan langkah mereka untuk kembali pulang.


...___...


Sesampai nya di rumah, mereka sama-sama duduk di sofa ruang tengah mengistirahatkan diri mereka yang terasa lelah.

__ADS_1


"Gen, tolong buat kan saya kopi ya. Saya mau ngecek pekerjaan saya buat besok" Ujar Candra pada Genna. Dia pun bangkit dari duduk nya, lalu hendak berjalan menuju ruang kerja nya yang ada di lantai atas.


"Hah ? ko-kopi ?" Ulang Genna berucap.


"Iya.." Jawab Candra menghentikan langkah nya.


"Tapi, aku gak bisa bikin kopi om" Ucap nya melirih.


"Gampang kok Gen, kamu ambil kopi satu sendok aja, sama kasih gula seujung sendok aja jangan banyak-banyak. Saya gak suka manis" Ujar Candra memberi tahu.


"Tolong ya.." Imbuh nya, lalu Candra pun kembali melanjutkan langkah nya dan meninggalkan Genna yang kebingungan di sana.


Di dalam dapur.


Genna masih diam, menatap satu gelas yang sudah dia ambil dan di taruh di atas piring kecil. Dia terlihat bingung, lalu mencoba mengingat apa yang tadi Candra katakan pada nya.


Kopi yang biasa Candra minum berwarna hitam, lalu Genna mengambil satu Tupperware kecil dengan bubuk yang berwarna hitam yang dia kira itu pasti adalah kopi. Dia menyendok kan satu sendok kopi dan memasukkan nya ke dalam gelas. Tetapi untuk gula.. Genna kembali terdiam karena dia sungguh tak tahu seperti apa wujud nya gula itu.


Di ruang kerja


Tok..tok..tok..


"Masuk Gen.." Ujar Candra saat dia mendengar ketukan pintu dari luar ruang kerja nya.


Genna pun membuka handle pintu, masuk ke dalam dan tak lupa menutup pintu nya kembali.


"Ini kopi nya om" Ucap Genna seraya menaruh segelas kopi di atas meja di hadapan suami nya.


"Makasih ya Gen" Ucap Candra seraya menyunggingkan senyum manis nya. Dia pun meraih gagang gelas kopi itu, mengangkat nya dan mendekatkan kan nya pada mulut nya.


Seketika Candra menyemburkan kopi yang dia minum karena rasa nya sangat tidak enak. Ada rasa pahit yang tercampur dengan rasa asin.


"I-ini apa Gen ?" Tanya Candra yang menatap Genna.


...___...

__ADS_1


__ADS_2