
Bukannya tidak mau bercerita atau berbagi dengan kalian, hanya saja kau belum siap untuk
melakukannya, tunggulah sampai saat itu tiba
~Alesya Callista
Sesuai denga napa yang aland
janjikan pada gadis lugu itu, yakni membawa asya untuk keluar menikmati dunia
luar dengan sessuka hati gadis itu sampai berapa lama, asya yang sudah senang
bersiap-siap untuk melakukan keinginannya yang sebentar lagi akan terwujud
“om cepatlah, ini sudah jam
berapa” kata asya tidak sabaran untuk keluar dan masih menunggu aland yang
tengah bersiap-siap,
Aland yang notabenya tidak
pernah keluar bersama gadis kecil seperti asya tidak tau harus menggunakan
pakaian seperti apa,
“apa yang harus aku gunakan?
Apa aku memakai baju kantor saja?’ gumam aland dengan snedirinya masih memilih
baju yang cocok untuk ia pakai, sementara asya yang sudah tidak sabaran masuk
kedalam kamar begitu saja, ia tidak menyangka jika aland belum apa-apa, amsih
menggunakan dalaman saja
Sontah asya berteriak dan
menutup matanya melihat pemandangan didepan matanya, sedangkan aland hanya
terlihat biasa saja tanpa ekspresi dan malah mendekati asya, aland membuka
tangan mungil gadis itu dan menahannya
“mengapa menutup mata? Bukankah
kamu sudah pernah melihatnya?” tanya aland dengan seringai licik dan membawa
asya untuk duduk diatas ranjang, ehh bukan ralat asya duduk dipangkuannya dan
aland yang duduk diranjang
“ om mau apa?’ tanya asya
dengan wajah menantang namun dalam hatinya was-was denga napa yang akan
dilakukan aland padanya, apalagi dnegan aland yang tidak menggunakan baju dan
dirinya duduk diatas king cobra milik aland yang snagat mudah teransang itu😊
“kamu maunya apa, ini atau
ini?” tanya Aaland dengan seringai smirk dan menunjuk area terlarang asya
dengan jari tangannya,
“om cepatlah bersiap, aku tidak
mau ya kalau nanti tidak jadi keluar” kata asya dengan bibir mayun dan kesal
dengan tingkah aland selalu mengrung dirinya diapartemen
“ya sudah cepatlah pilih ini
atau ini?’ tanya aland menunjukkan squishi milik asya dan bibir asya
bergantian, bukannya menjawab asya malah turun dari pangkuan aland namun dnegan
cepat langsung ditahan oleh aland
“cepatlah pilih agar kita
pergi” kata alan lagi dan asya masih tidak berkutik dan diam ditempat
__ADS_1
“lebih baik tidak pergi, om
selalu seperti itu” kata asya dan naik keatas tempat tidur dengan perasaan
kesal dan marah
“apa kamu sudah berani marah
padaku gadis lugu?” tanya aland dan ikut merebahkan diri disamping asya, aland
memeluk tubuh gadis itu dari belakang dan mencium Pundak asya yang terpampang
jelas
“ya sudah jangan marah lagi,
ayo kita pergi” kata aland dan membalikkan tubuh mungil itu dengan enteng tanpa
merasa berat sedikit pun
“aku sudah tidak ingin lagi om,
pergilah sendiri” kata asya dengan mode merajuk dan ngambek, ia tidak tau darimana
keberaniannya datang secara tiba-tiba seperti itu
“apa kamu memerintah saja
barusan?” tanya aland dengan suara yang mulai Kembali datar dan rendah, membuat
asya mau tak mau takut juga
“tidak tau” kata asya ketus
tanpa melihat raut wajah aland yang sudah berubah menjadi snagat datar, namun
entah mengapa aland tidak mau marah pada gadis lugu itu
“kalau begitu kita disini saja
menghabiskan waktu”kata aland dan langsung di pelototi oleh asya, bukannya
mangajaknya atau membujuknya malah mengurungnya lebih lama disini
“aku mau keluar om” kata asya
kekanak-kanakan itu
“ya sudah ayo bangun kita
keluar, tapi kasih saya itu dulu” kata aland dan menunjuk bibir asya, dengan
terpaksa gadis lugu itu menuruti keinginan aland dan mengecup bibir aland
sekilas
“ehh belum sah harus lama” kata
land dan membuat asya mencebikkan bibirnya tanda ia kesal dengan perkataan
aland yang sengaja mengulur waktunya
“om sudah nanti lagi” kata asya
dan membuat aland menyeringai senang, ia berhasil memancing asya untuk mendapat
jatah nanti malam wkwkw
“yasudah ambilkan aku baju yang
cocok ku pakai untuk keluar” kata aland dan langsung diangguki oleh asya, gadis
itu langsung melanhkah menuju lemari pakaian aland dan memilih pakaian yang
cocok untuk dipakai pria itu
Dari sekian banyaknya drama
keluarga diantara keduanya akhirnya mereka selesai dengan asya menggunakan
dress selutut berwarna silver dan aland memakai kaos dengan celana jeans pendek
dan rambut tersisir rapi, membuat aland terlihat gagah dan tampan, begitu juga
__ADS_1
dengan asya, terlihat natural namun manis
“kita berangkat?” tanya aland
dan diangguki oleh asya, ia tersenyum senang akhirnya keinginnaya terkabul yahh
walaupun banyak drama yang terjadi sebelum mereka kaluar
Sementara ditempat lain, chloe
dan garvin sedang menuju klub yang pernah didatangi oleh tante asya Ketika dia
menjual asya, mereka berdua memulai rencana pencarian asya, mereka terlebih
dahulu meminta rekaman cctv yang ada disana dan dengan beberapa alasan dan tipu
muslihat akhirnya chloe dan garvin mendapatnya
“setelah ini apa yang akan kita
lakukan gar?” tanya chloe kepada sahabatnya itu dengan memegang tas berisikan
laptopnya
“kita akan mencari tau om-om
yang membeli asya, kan kita sudah mendapatkan gambaran pria itu” kata garvin dan
menyalakan motor miliknya untuk menuju rumahnya
“baiklah kalau begitu” kata
chloe dan langsung naik keatas motor garvin, keduanya melaju kerumah garvin
untuk mecari tau tentang pria yang membeli asya
Namun saat keduanya tiba
disebuah indomaret, chloe menyuruh garcin untuk berhenti sejenak, chloe ingin
membeli sesuatu dari indomaret, dan garvin menurut dengan perintah chloe
”aku nitip minuman dingin ya
chlo” kata garvin dan diangguki oleh chloe, gadis itu berjalan untuk membeli
apa yang ia inginkan, namun saat bersamaan ia melihat sosok yang selama ini ia
rindukan dan ia cari bersama garvin
“bukankah itu asya?, tapi siapa
itu, bagaimana asya bisa bersama pria semuda itu? Bukankah katanya ia dijual
dengan om- mata belang? Ehh bukan hidung belang” kata chloe sambil mengikuti arahy
Langkah asya dan pria itu, tidak memikirkan garvin lagi yang menunggunya di
depan indomaret
“sya..” panggil chloe saat
dirinya sudah dekat dengan sosok yang snagat mirip dengan asya dan benar apa
yang dilihat oleh chloe itu adalah asya, sahabatnya yang selama ini ia cari
“chloe?” tanya asya dengan
terkejut plus menahan sedih karna akhirnya ia bertemu dengan sahabatnya
“sya selama ini kamu kemanaaja
sih?, kok gak pernah ngabarin aku” kata chloe menangis dan langsung berhambur
dipelukan asya, begitu juga asya, ia tidak bisa menahan rindunya terhadap
sahabatnya itu
“maaf chlo, tapi nanti kalian
pasti tau kok, kalau udah waktunya” kata asya tersenyum agar sahabatnya itu
tidak khawatir padanya
__ADS_1
next
Berikan komentarmu ya readers😊