Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 45, siapa laura?


__ADS_3

***mungkin ini sudah takdir yang dibuat oleh Tuhan, seseorang yang meninggal beberapa tahun lalu karna keegoisan seseorang, akhirnya mempunyai anak gadis yang begitu cantik, orangtuamu pasti senang sayang


~Agatha Chevalier***


semua keluarga aland duduk dengan pemikiran dan perasaan yang berbeda, asya dan aland masih bingung oleh oerkataan agatha dan agatha serta alfred merasa ada sesuatu yang berada di balik layar,


sedangkan darrec yang notabenya tidak mau tau dan cuek bebek hanya diam dan menyeropot cemikam, ia sudah lapar karna belum sempat makan malam


"jelaskan apa yang terjadi al, mengapa laura ada disini?",tanya agatha tetao kekeuh mengatakan kalau asya adalah laura


"dia bukan laura bi, dia asya calon istri al,lagi pula al tidak tau laura yang bibi masud",kata aland dengan alis tertaut dan memegang tangan asya lembut


"jangan coba-coba membohongi bibi al, bibi yakin dia laura,banyak kemiripan mereka",kata agatha namun aland yang mendengarnya hanya menggeleng dan melihat kearah pamannya


"coba asya duduk kemari?",kata alfred yang menyuruh asya mendekat denagn mereka agar lebih melihat asya


"dia bukan laura mi, hanya mirip saja, tidak ada topel yang melekat di lehernya",kata alfred yang juga tau siapa laura yang dimaksud istrinya


"tapi mengapa sangat mirip ya pi, kaya pinang dibelah dua",kata agatha tersenyum dan menyuruh asya kembali ketempat duduknya semula


"asya, kamu dari keluarga mana nak?,apa orangtuamu tau kalau kamu ada disin",tanya agatha lembut agar asya lebih rilex bertemu padanya setelah salah paham


"tidak tante, orangtua saya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, saya seorang yatim piatu, marga saya Callista",kata asya tertunduk sedih karna membhas dltentang orangtuanya yang sudah laama meninggalkannya

__ADS_1


"callista?,bukankah siami laura juga marga callista pi?,atau jangan-jangan kamu anak mereka?",tanya agahta yang kembali heboh mendengar perkataan asya


"ayah saya bernama mark jain Callista, dan ibu saya bernama laura maria Callista, tapi mereka meninggal saat saya masih kecil,katanya karna kecelakaan,saya selama ini tinggal bersama tante saya,haura, tapi kemudian menjual saya kepada om aland',kata asya dengan cerita singkaglt namun detail berisi tentang kehidupan yang ia alami


"ayahmu bernama mark??,apa dulu kalian tinggal di kota xx dan ayahmu sering keluar negri?",tanya alfred yang mulai menemukan jawaban atas pertanyaan aland beberapa waktu lalu


"iya paman, papa selalu keluar nwgri dengan alasan berbisni, tapi suatu hari ketika papa mengajak mama untuk menemanjnya, kecelakaan itu datang,dan dari situ saya tunggal bersama tante haura",kata asya dan tidak rerasa aitmatanya lolos dari pelipuk matanya yang dari tadi ia tahan


"apa kamu punya bukti kalau kamu adalah anak mark?",tanya alfred dan membuat aland yang tadinya sudah merasa kasihan malah dibuat kesal oleh pamannya, masa masih diperlukan nukti?, pikirnya


"saya hanya punya liontin peninggalan orangtua saya, kata mereka kelak jika bertemu dengan orang yang bertanya padaku tentang liontin itu aku harus memperlihatkannya, karna hanya orang yang dekat dengan papa yang tau tentang liontin itu"kata asya sambil menghapua airmatanya


"coba saya lihat, dimana kamu menyimpannya?",tanya agatha kali ini angkat bicara, ternyata anak dari sahabat suaminya ada didepan matanya


"gadis kecil yang kau cari ternyata sudah tinggal bersamamu al, anak yanh dititipkan mark sudah berada disampingmu sekarang, dan bibimu tidak perlu menjodohkan kalian lagi, karna takdir sudah berpihak untuk kalian, dan satu lagi katakan kepada vin untuk mencari adiknya yang hilang",kata alfred dengan senyuman


asya keluar dengan membawa sebuah kotak kecil ditangannya,ia terlihat sangat sayang dengan benda tersebut


"ini liontinnya paman, kata pap dan mama dulu, liongin ini hanya setengah,dan setengah lagi tidak tau kemana, hanya saja papa megatakan kalau liontin ini akan berbentuk bulat kalau setengahnya lagi disatukan",kata asya memperlihatkan liontin yang ia pegang, berbeda dengan alfred atau agatha,aland justru langsung menhingat liontin itu ia lihat dimana


"apa orangtua mu pernah mengatakan kalau kamu punya saudara?",tanya aland tiba-tiba teringat dengan vin


"tidak pernah, tapi mama pernah bilang, suatu saat kamu pasti bertemu dengan penggamti papamu, tapi bukan suamimu, aku tidak mengerti maksud mama,aku hanya mengangguk saja ",ucap asya sembari mengingat kenangannya bersama kedua orangtuanya sebelim akhirnya mereka pergi untuk selamanya

__ADS_1


"apa kamu mau tau apa maksud perkataan tante laura itu?",tanya aland yang memanggil mama asya sebutan tante, yahh dulu mereka pernah bertemu ketika asya masih kecil,mungkin berusia lima tahun, ketika keluaraga aland masih utuh dan tinggal bersama paman dan keluarga asya


"aku ingin,tapi bagaimana caranya, bahkan ketika aku bertanya tentang lionyin itu saja orangtuaku diam",kata asya polos dan membuat aland tidak sabar ******* bibir ranum itu


"apa kamu ingat masa kecilmu dulu sebelim kalian berada di kota xx?",tanya agatha namun asya hanya menggelengkan kepalanya


"aku hanya ingat kami tinggal di kota xx,saat aku sudah sekolah",kata asya tersenyum mengingat masa-masa yang membuatnya bisa tertawa senang


"lalu, apa kamu mau mencari pasangan liontin itu, mungkin itu jawaban dari perkataan tante laura itu?",tanya darrec ikut nimburg saat dari tadi ia hanya diam dan menyimak apa yang terjadi


darrec, walaupun umurnya masih kecil dulu tapi ia juga sempat merasakan brmain dwngan gadis kecil yang polos dan selalu minta ikut bersama aland, dan seorang laki-laki kecil yang selalu diam saat mereka bermain, tidak tau apa yang membuatnya tidak ikut bermain,tapi orangtuanya selalu menjaganya sampai akhirnya anak itu tidak pernah terlihat dan keluarga itu memutuskan untuk pindah


"bisa saja orangtua ku mengatakan itu suapaya aku tidak bertanya tentang liontin ifu lagi",kata asya pasrah dan tidak mau berfikir lagi tentang liontin itu


" asya, apa kamu bisa mengantar kami ke makam orangtuamu besok?",tanya agatha dengan harapan ia bisa mnegunjungi makam sahabatnya yang dulu selalu mengajarinya bagaimana cara memasak dan mengurus anak yang baik


"bisa tante, besok juga kami mau kesana bersama om aland,kau sudah lama tidak mengunjungi mama dan papa",kata asya tersenyum, ia lalu mengambil liontin tadi dan memasukkan kedalam kotaknya, sedabgkan aland berfikir bagaimana bis takdir mempermainkan mereka seperti ini


saat aland sudah tidak amu memikirkan masalalu,namun tersirat dibenaknya untuk melakukan permintaan terakhir dari mark untuk mempertemukan anak-anaknya


#next


maaf ya readers kalau banyak typingnya, jangan lupa like,komen,dan favorite kalian😍😍

__ADS_1


__ADS_2