Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 64~S2


__ADS_3

...___...


"Iya, gak apa-apa om, aku di sini aja" Jawab Genna


Candra pun bangkit dari kursi nya, merapikan sedikit pakaian nya dan kemudian berjalan ke arah Genna yang sedang berdiri di dekat jendela sambil mengamati hiruk pikuk nya kota dari atas gedung perusahaan Daddy nya.


Genna pun beralih ketika Candra mendekati nya. Laki-laki itu terus mendekat dan bahkan kembali menyerang bibir nya dengan sedikit liar.


"Emmm..." Genna memukul-mukul pundak Candra yang mengunci tubuh nya di dinding. Dia sedikit meronta merasa ke habisan nafas karena Candra yang mencium nya dengan tiba-tiba.


.


.


.


Tok.. Tok..


"Pak maaf apa ber..-"


Dina seketika membalik kan tubuh nya dengan cepat. Menutup sedikit wajah nya dengan tangan karena tidak sengaja telah melihat adegan yang tidak seharus nya dia lihat.


Sementara Candra, dia bahkan terlihat santai tanpa rasa malu dan justru terus mencium Genna yang bahkan meronta agar dia melepaskan nya karena ada orang lain di ruangan nya. Tapi Candra justru tak juga menyudahi ciuman nya.


"Aku meeting dulu ya sayang.." Gumam Candra setelah dia menghentikan ciuman nya. Sesaat setelah nya, dia mengecup pucuk kepala Genna sebelum dia benar-benar pergi dari ruangan nya itu.


"Bawa semua berkas di meja saya !" Ucap nya pada Dina yang bahkan masih menghindari mereka.


"Ba-baik pak" Lirih Dina.


"Lain kali, jangan masuk tanpa izin saya !" Gumam Candra saat dia melangkah melewati Dina yang terdiam mematung di tempat nya.


"Baik pak" Jawab perempuan itu dengan takut. Lalu dengan cepat, dia berjalan ke meja Candra dan mengambil semua berkas yang di katakan oleh bos nya tadi.


...___...


Genna merasa bosan. Tak ada ponsel karena ponsel nya mati kehabisan baterai. Buku novel pun dia lupa membawa karena tadi terburu-buru saat dia berangkat. Genna berjalan ke arah meja kerja suami nya dan duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


"Huh..!!" Seru Genna memutar-mutar tubuh nya di atas kursi yang terasa sangat nyaman. Sudah sedikit lama dia tidak bermain berputar-putar di kursi itu.


Genna menghentikan aksi nya, dia merasa tertarik dengan berkas-berkas suami nya yang ada di meja. Dia mengambil dan melihat-lihat, kemudian kembali menaruh nya karena dia merasa tidak ada yang menarik di sana.


Gadis itu menarik sebuah laci meja yang ternyata tidak terkunci. Genna merasa penasaran apa isi di dalam nya.


Genna terkekeh kala dia melihat ada banyak foto-foto di dalam nya. Foto Candra, dan bahkan juga ada foto Della saat dewasa dan saat kecil. Tapi Genna semakin terkekeh saat dia mendapati ada foto seorang perempuan yang dia merasa tidak kenal.


"Siapa ini..??" Gumam nya sendiri bertanya-tanya. Genna mengambil nya dan melihat foto itu dengan seksama. Sedikit-sedikit, wanita itu mirip seperti Della.


.


.


.


"Loh, mama Genna..??"


Genna tersentak, dia merasa terkejut sampai menjatuh kan foto yang di pegang nya.


"Dell..." Gumam Genna saat dia melihat ternyata Della yang tiba-tiba saja muncul dan mengagetkan nya.


"Aku, mau ketemu sama papa ma.." Ujar Della


"Oh, em.. papa kamu masih meeting, baru aja mulai" Jelas Genna pada Della.


"Em, gitu ya.. ya udah deh, aku langsung pergi aja"


"Ada apa Dell ?" Tanya Genna, seperti nya ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Della pada Candra.


"Aku tadi nya mau bilang sama papa kalau aku nanti pulang sedikit telat, aku mau pergi ke acara ulang tahun temen aku ma" Ucap Della.


"Oh.."


"Ya udah ma, aku pergi dulu.." Pamit Della. Kemudian berlalu pergi dari ruangan papa nya.


Sementara Genna, dia terus menatap Della hingga gadis itu tak lagi terlihat oleh pandangan mata nya.

__ADS_1


Genna sedikit mencebik kesal. Kenapa tidak lewat telpon saja untuk Della meminta izin. Kenapa harus repot-repot datang ke kantor, dan lagi.. Della bisa begitu mudah datang dan keluar masuk ke kantor hingga ke dalam ruangan Candra. Itu arti nya, gadis itu sudah terlalu sering atau bahkan memang sudah biasa dengan hal ini.


Genna merasa kembali bosan, tanpa sengaja dia melihat satu pintu di dalam ruangan Candra, dan itu adalah sebuah kamar pribadi, yang juga dulu sering Genna tempati untuk beristirahat. Gadis itu berjalan kearah nya, membuka daun pintu yang juga tidak di kunci. Genna membuka nya semakin lebar dan dia pun masuk ke dalam nya.


Genna terperangah, sama dengan ruangan kerja Candra. Kamar itu pun juga terlihat sudah berbeda. Genna mendudukkan diri di atas tempat tidur, meletakkan tas nya dan dia pun merebahkan diri nya di sana. Karena terlalu merasa bosan, Genna akhir nya memejamkan mata dan hanya dalam waktu yang sebentar dia pun sudah terlelap di sana.


...___...


Dengan cepat Candra melangkah menuju ke ruangan nya. Tetapi seketika dia terbelalak kala dia tidak mendapati sosok sang istri ada di sana.


"Gen.. sayang..." Panggil Candra, dia melihat ke sana kemari tak ada juga.


"Genna..." Candra tertahan saat dia melihat pintu kamar yang ada di ruangan nya sedikit terbuka. Lalu dengan langkah panjang, dia pun berjalan dan masuk ke dalam kamar nya.


Dan benar saja, Candra menghela nafas nya lega saat dia mendapati sosok sang istri yang terbaring memejam kan mata di atas tempat tidur nya.


Laki-laki itu datang menghampiri nya, merangkak naik ke atas ranjang dan dia pun naik ke atas tubuh Genna dengan lengan dan lutut yang dia gunakan sebagai penyanggah.


Candra tersenyum, menatap wajah sang istri yang terlihat begitu lelap. Tapi kecantikan nya sungguh tetap membuat nya terpesona.


"Om..-"


CUP


Genna tak lagi melanjutkan ucapan nya karena Candra yang langsung membungkam nya dengan bibir nya. Laki-laki itu menurunkan tubuh nya, menindih nya dan lagi-lagi dia mencium nya semakin dalam. Entah apa yang terjadi pada nya, sejak tadi dia suka sekali menyerang bibir nya tanpa persetujuan.


...___...


Setelah merasa lelah menciumi istri nya, Candra pun tumbang dan merebahkan diri nya di samping Genna seraya memeluk istri nya Semenjak menikah dengan gadis itu, hanya sebatas ciuman saja dia bisa menyentuh nya. Untuk yang lain nya, seperti nya dia masih harus menunggu setidak nya hingga Genna sudah selesai dengan datang bulan nya.


"Gen.."


"Em.."


"Kira-kira kapan kamu selesai datang bulan ?" Ucap Candra yang langsung saja berterus terang bertanya pada Genna.


"Mungkin 4 hari lagi om, memang nya kenapa ?" Tanya balik Genna pada suami nya itu.

__ADS_1


"Aku.. sudah gak tahan Gen..!!"


...___...


__ADS_2