
Ditempat lain, Diana sedang mengurus kepindahan mereka,ia membawa adik dan ibunya menjauh dari kota itu, sebenarnya masih dalam satu negara namun pindah kota.
dengan uang yang diberikan Dar kepadanya, mungkin cukup untuk membiayai mereka dlbahkan itu lebih dari cukup menurut Diana.
"bu... jam 2 nanti kita berangkat,untuk semuanya sudah Dina persiapkan, juga rumah yang akan kita tinggali",ucap Diana kepada ibunya, ia bahkan membeli rumah yang menurutnya baik dan layak untuk ditinggali, meskipun ukuran kecil namun nyaman dan itu hak milik mereka
"Iya nak, kita berkemas dulu.lagipula barang yang akan kita bawa tidak terlalu banyak", ucap ibu Diana tersenyum, ia miris melihat putrinya yang berjuang untuk kehidupan mereka
namun apalah daya, ibunya tidak mampu untuk menyekolahkan anak anaknya ke jenjang lebih tinggi, bahkan untuk lulus SMA saja Diana yang bekerja untuk dirinya sendiri
"adek mana bu?"tanya Diana saat tidak melihat adiknya disana, ia merasa kasihan pada adiknya itu karna ingin melanjutkan pendidikannya namun ia tak mampu,jika saja ibunya tidak membutuhkan pengobatan yang intensif mungkin Diana bisa menyekolahkan adiknya sampai sarjana
"mungkin dia masih diluar nak, dia masih berpikir untuk lanjut katanya",ucap ibu dengan suara yang pelan, ia tidak ingin membuat Diana terbebani dengan adikny yang ingin lanjut kuliah
Diana yang saat itu berkemas langsung keluar dan menemui adiknya, kasihan memang melihat adiknya yang murung namun ia tidak bisa melakukan apa apa
"dek.... lagi apa,kok masih disini?",tanya Diana kala melihat adiknya yang masih diam diteras rumah
"tidak ada kak, aku masih ingin menikmati suasana rumah sebelum kita pindah",ucap Ratih adik Diana
"jangan terlalu dipikirkan Tih, kakak akan cari kerja disana dan kakak janji akan mendaftarakanmu kuliah disana",ucap Diana memmbesarkan hati adiknya, bagaimana pun ia harus bekerja ekstra nantinya
"kak, Ratih gapapa kok. makan aja susah apalagi kuliah nanti",ucap Ratih namun Diana menggeleng dan memeluk adiknya
"jangan sedih, kakak punya tabungan dan bisa membuatmu kuliah,tapi kita pindah kesana dulu",ucap Diana dan tersenyum, sebenarnya ia juga pusing memikirkan biaya kuliah dari mana namun demi adiknya ia harus melakukan itu
"makasih ya kak, Ratih sayang kakak dan ibu",ucap Ratih dan memeluk kakanya, dipintu ibu Diana mendengar pembicaraan anak anaknya, ia menangis karna keadaan mereka yang tidak mampu
__ADS_1
kembali ke moment saat ini, ketika acara lamaran Vin untuk sang pujaan hari, hari dimana keluaraga Chevalier mengantarkan Dar ke Swiss saat itu juga Vin mendatangi keluaraga Chloe untuk meminta restu dan inin melamar Chloe
saat itu Asya sengaja membawa Chloe dan twins jalan jalan, sementara suaminya dan Vin serta Agatha dan Alfred bersiap menuju rumah Chloe, mereka ingin mempersiapkan acara pernikahan Chloe dan Vin dengan baik tanpa ada hambatan
"ayo cepat, jangan lama lama,kalian ini mau bikin mereka menunggu lama disana!!",kembali lagi penyakit wanita, marah dan selalu cerewet itulah yang dirasakan Vin dan ketiga pria yang ada disana
saat Agatha marah dan mengomel ria tanpa berhenti, padahal mereka juga ingin cepat namun karna suara Agatha mereka menjadi tidak fokus
"sabatlr bibi, ini juga sudah cepat",ucap Al yang tidak tau lagi apa yang harus ia kerjakan, yang biasanya dilayani istrinya namun sekarang harus melakukannya sendiri
"makanya cepat, kau juga Vin cepatlah pakai dasimu",ucap Agatha dan mengambil dasi Vin memakaikannya kepada Vin, dia seperti wanita punya anak laki laki banyak
belum lagi Agatha mengurus suaminya Alfred, yang juga terbiasa dilayani, Alfref sedari tadi hanya diam melihat mereka, padahal ia belum mengenakan apapun
"ayo cepat jalan, apa semuanya sudah siap?",tanya Agatha lagi, ia lelah sendiri dengan kelakuan pria tua yang diurusnya
Chloe dan Asya jalan jalan kemall, mereka menghabiskan waktu bersama twins,namun sebenarnya bukan anak anak lagi yang menikmati jalan jalan mereka,tapi kedua wanita yang sudah berumur itu
Chloe mengajak Asya naik roller coster yang ada ditempat permainan itu mereka sangat menikmatinya, sementara twins dititipkan kepada pengawal dab beberapa pelayan yang ikut bersama mereka
juga Al sudah mempersiapkan pengawal yang benar benar ahli dalam segala bidang, Al takut melepaskan anak istrinya diluar tanpa pengawasannya
"Asya cepatt.. ini sangat seru pasti", ucap Chloe berlari,sudah lama mereka tidak menikmati waltu seperti ini dan hari kni mereka kembali ketempat ini
"sayang, kalian berdua jangan kemana mana oke?,mom hanya sebentar sayang. kalian jangan jauh jauh dari om dan mbaknya paham?",tanya Asya kepada anaknya,ia takut melepaskan namun ingin menikmati permainan itu juga
"baik mom, Angkasa akan jaga adek",ucap Angkasa, belagak seperti abang pada umumnya, ia merangkul Kena dan mengangguk paham
__ADS_1
meskipun begitu, anak anak Al sudah sedikit terlati, belum lagi Kena bukan seperti anak cewe pada umumnya, ia lebih suka tentang dunia laki laki daripada bermain boneka
"oke sayang,mom kesana dulu sama unty Chloe",ucap Asya tersenyum dan mencium anak anaknya, ia berlari kearah sahabatnya yang suda menunggu
sampai akhirnya mereka habis dengan permainan itu, melihat Angkasa yang tetap memunggu mereka dan Kena sudah ketiduran karna lama menunggu
mereka sampai lupa dengan umur dan tigas mereka,yang seharusnya membawa twins bermain tapi malah mereka yang keasikan bermain dan tertawa bersmaa ketika melihat anak anak yang menunggu,sangat kasihan namun seru
"Sya, kayanya kita harus ambil waktu berdua deh, hari ini saja tidak cukup padaku",ucap Chloe tertawa
"iya Chloe, aku sampai tidak mau pulang dari sini tapi sadar kalau ada mereka",ucap Asya tertawa ia langsung mengandeng tangan Angkasa dan melihat putrinya yang pulas tidur
mungkin mereka sudah ada tiga jam disini, namun belum ada telfon dari suaminya membuat Asya ingin melanjutkan permainan mereka,namun lebih dulu membawa mereka makan karna ini sudah lewat jam makan siang
"nak, kamu mau makan apa?",tanya Asya kepada Angkasa ia juga mengambil alih menggendong putrinya, kasihan pelayannya ingin makan namun Kena masih tertidur
"kalian pesanlah dulu, aku samakan aja sama pesanan Angkasa ya Chloe",ucap Asya dan menenangkan putrinya yang sempat bangun, mereka duduk satu meja
meskipun pengawal dan pelayan yang ikut merasa tidak enak dan tidak layak satu meja dengan nyonya mereka namun Asya tetap kekeuh agar mereka menikmati saja,tidak ada yang melarang bahkan jika saja Al ikut akan memperlakukan mereka seperti itu juga,jadi menurut Asya tidak ada salahnya
"mom, ini daddy telfon",ucap Angkasa mengambil ponsel mommynya dan memberikan kepada Asya, tidak berani menjawab telfon dari siapapun kwcyali mommynya menyuruhnya,ajaran Al dan Asya memang sangat luar biasa kepada anak anak mereka
"angkat saja sayang, katakan kita dimana dan lagi makan",ucap Asya dan diangguki putranya,
#next
jangan lupa,komen,favorit kalian readers😍😍
__ADS_1