Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 130, S2


__ADS_3

Setelah kepergian Vin dan Al, dengan cepat Mic menjumpai Dar ditempat yang sudah ditentukan oleh pria itu, Dar snegaja keluar dari pintu belakang karna tidak ingin bertemu dengan Al, ia langusng menuju mobilnya di basement Bar dan masuk kedalam, disusul oleh Mic yang datang menghampirinya


"kita ke apartemenku Mic, aku ingin menenagkan pikiran dulu" ucap Dar dan diangguki oleh Mic, mereka langsung meluncur keapartemen Dar, namun dalam perjalanan Dar masih memikirkan wanita yang sudah dirusak olehnya


"bagaimana aku harus menangani ini, aku harus menemui Asya lebih dulu daripada berueusan dengan singa mengamuk itu" batin Dar masih memikirkan soslusi masalahnya namun ia sebisa mungkin tetap tenang


sampai mereka ke aartemen Dar, ia menyuruh Mic lebih dulu pulang kerumah. ya.. mereka memang tinggal bersama Al dan Asya namun meskipun begitu keduanya punya apartmeen pribadi namun mereka lebih sering tinggal dikediaman Al


Dar langsung merebahkan tubuhnya keatas ranjang dan mencoba untuk tidur agar besok pagi ia bisa cepat ke rumah Al dan menemui Asya terlebih dahulu, hanya dia satu satunya jalan agar Dar bisa selamat dari Al


"ahkkk... kau sungguh bodoh Dar!" teriak Dar dan mengacak rambutnya yang sedari tadi sudah kacau, ia mencoba menutup matanya dan tidur mengarungi mimpi indahnya


dirumah Al, pria itu langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mengatakan sepatah kata, Chloe yang sedari tadi ikut menjaga twins langsung keluar dari kamar dan menuju kamar kekasihnya, ia ingin tau ada apa dengan mereka berdua


"hubby, ada apa dengan Al. kenapa wajahnya sangat tidak bersemangat dan terlihhat emosi?" tanya Cloe kepada Vin saat keeduanya sudah berada dalam kamar


"Dar melakukan kesalahan besar beby, jadi Al marah dan untung saja aku bisa mengendalikannya dan tidak mmebuat keributan disana, kalau tidak mungkin Dar sudah tidak berda dinegara ini lagi malam ini juga" ucap Vin dan membuat Chloe merasa bingung dan tidak mengerti


"masalah apa hubby?" tanya Chloe lagi, jjiwa keponya sudah bergejolak demi mendengar masalah yang dibuat oleh Dar, kalau sekedar minum saja itu hal yang biasa untuk pria yang sudah berumur, lagipula Dar belum terikat dengan siapapun, tidak ada yang mengaturnya dalam beraul atau melakukan apapun


"Dar merusak anak gadis orang beby, dia merenggut kesucian anak gadis orang" ucap Vin membuat Chloe melengak tidak percaya, mulut Chloe melebar dan melongo menatap Vin dnegan wajah yang menggemaskan untuk Vin


"mengapa mengap seperti itu beby, apa ada yang salajh?" tanya Vin tersenyum melihat raut wajah Chloe yang membuatnya tersenyum dan langsung mencium pipi kekasihnya

__ADS_1


"hubby iniserius?, Dar melakukan hal yang salah besar" ucap Chloe menganggukkan kepalanya seolah yang paling tau dalam masalah ini, ia ingin menghakimi Dar karna kesalahan terbesarnya itu, sungguh sangat fatal untuk Chloe juga keluarga yang lain


"itulah mengapa Al sangat marah dan ingin menghajar Dar disana, namun aku sempat melerainya untuk emnemui Dar, aku takut jika Al kehilangan kendali, lagi adikku tidak ada disana untuk menenangkan Al jika marah" ucap Vin dan meraih pinggang Chloe memeluk kekasihnya


"iya sih benar, aku juga kalau jadi Al akan marah besar" ucap Chloe dan menatap Vin dnegan serius, namun yang ditatap malah tersenyum dan kembali meraum pipinya, kali ini Vin tidak mencium pipinya, namun langsung meraih bibir Chloe dan melima*8atnya


"hubby, kapan kamu akan datang kerumah melamarku?" tanya Chloe, ia sudah tidak sabar lagi. mungkin sekitar satu bulan lagi ia akan wisuda dan janjinya dnegan Vin ssaat selesai wisuda ia akan menerima lamaran Vin dan menikah dengan pria itu, empat tahun hubungan mereka, Vin tidak pernah melakukan hal yang lebih kecuali pria itu mode manja


"nanti ketika kamu mendekati hari wisuda aku akan datang kerumahmu beby, sabarlah saja" ucap Vin tersenyum dan meyakinkan Chloe kalau dirinya pasti menepati janjinya, mana mungkin ia tidak menikahi gadis yang sangat ia cintai


"baiklah, aku menunggu hari itu" ucap Chloe tersenyum dan mencium pipi Vin, keduanya tertawa dan slaing berpelukan dan tidur


beda halnya dikamar Al, Asya yang melihat suaminya pulang langsung kaget saat mendapati Al dengan raut wajah yang marah dan berantakan, Asya mendekati suaminya dan untung saja twins sudah tidur dikamar mereka


"Dar  sungguh tidak bisa dikendalikan sayang, dia sungguh dilur batas saat ini" ucap Al dan memeluk pinggang Asya, ia menghirup aroma istrinya, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini


"memangnya kenapa mas?, coba katakan?' tanya Asya dan melihat kearah suaminya, ia tidak ingin hanya Al yang memikirkannya, apa artinya dirinya berada disamping Al jika tidak bisa berbagi masalah dan pikiran


"Dar merusak anak gadis orang, dan kemungkinan besar ia tidak akan menikahinya, anak itu memang baji**ngan sekaliucap Al dan kembali ingin emosi nmaun dnegan cepat Asya menenangkannya dan mengelus dada suaminya agar lebih tenang


"lalu dimana dia sekarang mas?" tanya Asya, ia khawatir dnegan adik iparnya. ia takut kalau suaminya mengahjar dan menghukum Dar dengan tidak kira kira, ia tau bagaimana jika Al marah dan akan melakukan hal diluar kendali


"aku tidak sempat bertemu dnegaannya sayang, Vin mengurusnya dan mengatakan kalau dia yang akan turun tangan" ucap Al dan melihat istrinya, mendengar hal itu Asya sedikit tenang dan pikirannya ternyata tidak benar, ia hanya takur Al melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan

__ADS_1


"apakah Dar pulang kerumah atau apartemennya?" tanya Asya namun Al menjawab dnegan gelengan kepala, yang artinya suaminya tidak tau kemana Dar pergi, tadi Vin langsung mengajakanya pulang tanpa berkata sesuatu apapun


"ya sudah, besok kita ke apartmennya. mungkin dia pulang disana, lagipula Mic pasti pulang kerumah" ucap Asya dan diangguki oleh Al, besok masih ada waktu membahas hal itu, namun saat ini Al ingin menerkamr istrinya yang sudah lama tidak melayaninya


"sayang aku mau itu" ucap Al, nahh kan singa mengamuk kembali pada mode manja pada pawangnya, mana bisa Al marah dengan Asya, bisa bisa jatah mingguan tidak dirasakan oleh Al


"sebentar, aku cuci kaki dulu" ucap Asya namun tidak ada penolakan untuk Al, ia langsung menarik tangan istrinya dan mengukungnya dibawahnya


"kamu mau kabur kemana sayang.. hemm?' ucap Al dan mencium bibir istrinya, Asya hanya bisa pasrah saja, ia juga merindukan sentuhan suaminay dan keringat bersama diamlam hari wkwwk


tangan Al yang sudah berpengalaman langsung menerobos mask ke squishi istrinya, ia melepaskan smeuaa pakaian yang melekat pada tubuh istrinya dan juga miliknya, ia langsung meraup buah favoritnya itu dan mencicipinya, Al tidak melewatkan sesuatu apapun


tangan Al bekerja dnegan ahli, ia langsung kebawah dan memberi rangsangan pada goa milik istrinya, agar lebih cepat mendapat pelepasan dan siap untuk dimasuki oleh king cobranya


"ahkk..."


"ehhmm"


suara erotis dari mulut Asya mulai keluar, ia menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Al, keduanya sama sama menikmati malam penuh keringat mereka, sampai akhirnya Asya mencapai klimaksnya dan memeluk lengan Al dengan erat, namun suaminya itu masih mempermainkan miliknya dnegan jari tangannya


"mas lakukanlah, aku menginginkannya" ucap Asya dengan suara yang syaduu dan membuat Al tersneyum, tetap saja istrinya ini malu didepannya jika mereka melakukan hubungan itu, padahal sudah lama mereka berumah tangga


next

__ADS_1


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian raeders💕💕💕


__ADS_2