
Hari lamaran Vin
mungkin bagi kebanyakan orang hari yang sangat indah adalah tunangan atau pernikahan, ya memnag benar begitu adanya, Vin hari ini bahagia bercampur tegang, ia akan melangsungkan acara lamarannya dengan Chloe tepat diacara bahagia Chloe mendapatkan gelar sarjananya, sungguh saat ini Vin tidak bisa menggambarkan isi hatinya sekarang
"Vin, cepatlah siap sipa. semuanya sudah beres, tinggal berangkat saja. jangan lupa cincin yang sudah dipersipkan dibawa, mereka sudah menunggu kita disana" ucap Agatha yang menjadi wali Vin saat ini
"baik tante, aku bersiap siap dulu, hanya sepuluh menit" ucap Vin dan diangguki oleh Agatha, perempuan lanjut usia itu pun keluar dari kamar Vin dan meninggalkan pria itu sendiri disana
namun, bukannya bersiap siap, Vin malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, berharap mendapat ketenangan setelah bercerita dan berbagi apa yang ia rasakan saat ini
"hallo, kau lagi apa?' tanya Vin dengan wajah arogannya dan seolah ingin bersikap sombong pada orang diseberang telfon
"ada apa Vin, jangan menggangguku sekarang. aku sangat sibuk dan tidak ada waktu untukmu" ucap seseorang itu yang ternyata adalah Dar, pria itu yang berbeda negara dengan Vin baru bangun, maklumlah disana masih terlalu subuh
"apa kau lupa hari ini hari apa Dar?, aiiii tidak kusangka kau akan melupakannya dengan cepat padahal kau belum lama disana, terhitung sampai sekarang kau masih dua bulan lebih disana" ucap Vin dengan intonasi yang kecewa dengan Dar
namun itu tidak ada pengaruhnya dengan Dar, pria itu masih terlelap dalam tidurnya setelah semalaman mengerjakan proyek perusahaan dan begadang hanya untuk menyelesaikan itu
"jangan banyak bicara Vin!!, aku masih ngantuk, katakan ada apa menelfonku. aku tidak punya waktu banyak untuk meladenimu" ucap Dar dengan suara yang masih menahan kantuknya yang luar biasa
"kau memang bodoh Dar, itu saja kau tidak ingat. hari ini Chloe wisuda dan aku akan melamarnya tepat hari ini, apa kau tidak akan mengucapkan selamat pada kami berdua?' ucap Vin dengan nada mengejek Dar yang membuat pria diseberang langsung bangun dan duduk sempurna, mengumpulkan nyawanya yang masih setengah ada
"astaga, aku baru ingat Chloe mengirimku pesan dan mengingatkanku hal itu Vin, tapi dia tidak membahas tentang lamaranmu untuknya hari ini juga?' ucap Dar dengan kurang percaya apa yang dikatakan oleh Vin padanya
__ADS_1
"kami memang sengaja tidak memberitahu dia, biarkan menjadi kejutan untuknya" ucap Vin dengan tersenyum, meskipun itu terlihat kekanak kanakan dan bukan dirinya, namun unttuk kekasih hati apapun akan dilakukan bukan?
"ohhh kau seperti pria datar yang berpura pura romantios Vin" ucap Dar mengejek Vin, seketika senyuman Vin pudar diganti dnegan muka masam dan kesal
"sudahlah, kau memang tidak akan tau bagaimana rasanya Dar, maka aku sarankan menikah atau setidaknya miliki seorang yang menjadi tambatan hatimu, maka kau akan merasakannya" ucap Vin dan mengakhiri panggilannya
Dar mengumpat kesal dengan perkataan Vin barusan, bisa bisanya pria itu mengejek dirinya padahal kalau dulu Chloe tidak menolaknya sudah pasti Dar yang lebih dulu mendapatkan gadis itu, namun takdir berkata lain, Dar tidak beruntung dalam percintannya pertama
"aku harus menjadi pria yang gagah hari ini" ucap Vin dan turun dari kamarnya, keluarga sudah menunggunya, namun seperti ada yang kurang disana siapa ya?
"dimana Al dan Asya tante?' tanya Vin saat melihat hanya ada ponakannya yang ikut duduk anteng disamping Agatha dan Alfred juga Michael yang ikut menunggu dirinya juga
"mereka lebih dulu kesana melihat persiapan kita Vin" ucap Agatha, "kalau sudah selesai ayo kita berangkat, acaranya mulai jam 10" sambung Agatha lagi, mereka langsung menuju kampus Chloe yang tidak terlalu jauh namun juga tidak terlalu dekat
sementara ditempat acara, Al hanya diam danterus mengikuti istrinya kemanapun Asya pergi, ia tidak ingin berlama lama disana menjadi pusat perhatian banyak orang, sedangkan istrinya mondar mandir hanya untuk melihat apakah sudah beres atau ada yang kurang, mereka saat ini menyewa gedung kampus untuk menyiapkan semuanya
"aku tidak mau sayang, mata mereka minta dicungkil. melihatku dengan tatapan buas dan mengerikan" ucap Al bergidik ngeri melihat tatapan dari mahasiswi yang ada disana dan beberapa ibu ibu yang berkumpul
"itu artinya kamu menarik dan tidak menakutkan, jadi sudah seharusnya mereka melihatmu" ucap Asya dan duduk dikursi yang sudah dipersiapkan, juga diikuti oleh Al dan langsung bergeleyot manja pada istrinya
"mas, jangan begini ih. malu dilihat orang orang" ucap Asya namun tetap saja perkataanya tidak sesaui dengan perlakuannya, tangan Asya malah terulur mengelus rambut suaminya
"mereka menatapku sayang, aku tidak suka" ucap Al dan kembali mode manja kepada istrinya, ia ingin memperlihatkan kalau dirinya sudah ada yang punya dan lebih cantik dari semua perempuan yang ada disana
__ADS_1
lama menunggu, akhirnya keluara mereka datang, Vin dengan stylenya yang gagah dan tampan, iikuti oleh Mic dan dua keponakan mereka juga Agatha dan Alfred, mereka berjalan beriringan dan langsung duduk dikursi yang sudah disiapkan
"kenapa lama sekali, pasti abang yang menjadi dalangnya" ucap Asya mengomel, sedangkan anak anaknya langsung mengambil tempat disamping Al dan Asya
"tadi abang harus menyiapkan mental yang cukup tinggi Sya" ucap Vin menanggapi perkataan adiknya, mereka langsung siap dan layaknya orang tinggi yang berwibawa mendengarkan setiap acara berlangsung
hingga tiba diacara akhir, ternyata Chloe mendapatkan nilai yang sempuna dari pendidikannya selama empat tahun, suatu kebanggaan yang sangat mendasar dan mmebuat mereka semua tersenyum bangga, dengan elegan Chloe naik kepanggung dan menerima hadiah dan suara tepuk tangan yang meriah dari seluruh ruangan
"pertama sekali, aku bersyukur karna bisa menyelesaikan pendidikanku dengan lancar dan sekarang suatu kebanggan yang luar biasa aku rasakan dan mungkin membuat orangtuaku bangga atas pencapaianku. aku berterimakasih kepada dosen pembimbing dan rekannya,juga kepada dosen pengajar setiap semester aku lewati, dan tidak lupa berterimakasih kepada orangtuaku yang mendukungku dan keluarga yang disebelah sana, menjadi penyemangatku dalam menempuh pendidikan selama empat tahun ini, mungkin banyak hal yang sulit namun karna mereka selalu mendukungku membuat aku menjadi yakin bahwa aku pasti bisa menyelessaikan setiap tantangan kuliahku. dan terimaksih untuk seseorang yang mau mengajari dan membantuku hingga semua proses berjalan dnegan lancar, satu kata buat kalian semua. aku mencintai kalian, dan untuk someone teruslah bersamaku hingga akhir hayat kita, TERIMAKASIH!!'" Chloe memberikan sepatah kata untuk mengucapkan terimakasih dan syukur atas apa yang ia dapatkan, diakhir kata ia juga menyebutkan seseorang yang tak lain adalah kekasi hatinya
"terimakasih, namun sebelum turun dari panggung kita ini, ada kejutan yang disiapkan untuk anda Chloe Winter, tunggu sebentar" ucap MC membuat Chloemenoleh kebelakang dengan bingung
namun,selang satu detik seseorang bejalan dari tengah kerumunan orang banyak membawa bunga dan dengan gagah berani ia melangkah, wajah tampan dan berwibawa terpancar dari raut wajah Vin yang terliaht yakin dan sangat tegak membawa buket bunga yang sudah disiapkan sejak tadi
"untuk kekasihku Chloe Winter, mungkin sudah lama dan banyak waktu yang kita lewati selama empat tahun terkahir ini, banyak suka duka yang kita lewati bersama. namun aku tidak ingin kita hanya sampai disitu saja, aku ingin suka duka yang kita jalani berjalan sampai mau memisahkan kita, aku ingin menjadi pria yang menjadikanmu ratu dalam hidupku, menjadi ibu dari anak anakku, Chloe maukah kamu menikah denganku?" ucap Vin dengan semua perkataan yang terucap dari bibirnya adalah nyata dan tulus ia berikan untuk wanita yang ia cintai
semua orang yang ada disana heboh tepuk tangan, bersorak dan degdegan menunggu jawaban Chloe, mereka semua berteriak, terima..terima..terima..,gedung itu semakin ramai dnegan sorak sorai mahasiswa dan orangtua, menunggu jawaban Chloe
sementara Mic, ia masih sempat video call bersama Dar karna pria itu ingin menyaksikan acara lamaran sauadaranya dengan gadis yang mungkin dulu ia cintai, namun doa Dar selalu yang terbaik untuk keduanya
"aku terima hubby" ucap Chloe dengan tersenyum dan menerima bunga yang diberikan Vin kepadanya, semua orang langsung tepuk tangan dan bersorak senang, Vin langsung mengambil cincin yang sudah ia sediakan dan memakaikannya kejari tangan Chloe
"terimakasih" ucap Vin dan mereka berdua tersenyum senang, keluarga juga demikian, akhirnya satu kapal berlabuh dari keluarga mereka, dan doa terbaik selalu tersematkan untuk sepasang kekasih itu
__ADS_1
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍😍