Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 131, S2


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, sekitar jam lima subuh seorang gadis terbangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya, ia sedikit sakit kepala dan tubuhnya kelelahan dan lemas, bagian bawahnya terasa perih dan snagat sakit, Diana mulai mengerjapkan matanya dan mengumpulkan nyawanya yang masih melayang entah kemana


Diana Tirta, wanita yang berfopesi menjadi pelayan salah satu Bar dikota jakarta, kota metropolitan yang terkenal dengan pergaulan yang cukup bebas, namun selama ini bahkan Diana sudah berumur 25 tahun, wanita itu tidak pernah berpacaran maupun dekat dengan pria, ia hanya memikirkan keluarganya dan ibunya yang sakit sakita, Diana anak pertama dari dua bersaudara


adiknya masih berumur 18 tahun, semua biaya sekolahnya ditanggung oleh Diana, ibunya yang harus rutin checkup kerumah sakit mmebuat Diana harus bekerja lebih keras banting tulang, ia sudah ditinggalkan ayahnya sejak berumur 15 tahun dan adiknya saat itu berumur 9 tahun


selama ini kehidupan Diana sangatlah tidak beruntung, ia sekolah dengan biayanya sendiri dan bekerja sejak masih SMP, tidak ada yang bisa ia banggakan dalam dirinya, diterima bekerja menjadi pelayan saja sudah sangat bersyukur untuknya


namun, malam tadi tepat dimana seorang pria yang breng**sek menghancurkan kehidupan Diana, merenggut secara paksa kesuciannya yang sengaja ia jaga selama ini, bagaimana ia harus bertanggung jawab kepada ibunya, bukankah sama saja ia akan menambah sakit ibunya jika tau masalah ini


"hikss.hiksss... mengapa takdirku begitu menyedihkan, kehidupanku tidak ada yang baik, tidakkah bisa aku bahagia dan menikmati hidupku Tuhan?' tangisan Diana mulai terdengar, ia merenungkan nasibnya yang selalu membuatnya terpukul dan diambang masalah


"apa yang harus kulakukan setelah ini, bahkan pria itu tidak ada disini lagi" ucap Diana dalam isak tangisnya, ia melihat sekeliling kamar, tidak ada tanda tanda Dar disana, ia menangis lagi dan berteriak diruangan itu


"aku harus pulang, kasihan ibu dan Ruri yang menunggu kepulanganku, pasti mereka cemas semalaman ini" ucap Diana dan mencoba untuk bangkit berdiri dari ranjang, namun saat ia ingin berdiri rasa perih dibagian intinya membuat Diana meringis kesakitan


"ahkkk... mengapa sakit sekali, pria breng**sek itu sangat tidak bisa lembut, aku bahkan kesakitan seperti ini" ucap Diana marah namun ia harus luapkan pada siapa, tidak ada orang disana


dengan hati hati, Diana berjalan dan menahanrasa perih dan sakitnya, ia berjalan dan mengumpulkan pakaiannya yang berserak dilantai, masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya

__ADS_1


namun, saat Diana ingin membersihkan tempat itu, ia melihat sesuatu diatas meja, ia membaca surat yang ada disana dan sejumlah uang juga nomer dan nama seseorang


"Darrec Chevalier\, 0856*****" gumam Diana membaca nama Dar dan menyebutkan nomor telfon Dar\, namun Diana kembali menangis\, itu tidak cukup untuk mengobati rasa sakitnya\, ditambah lagi surat Dar yang mengatakan ia tidak pantas dengan pria itu\, sungguh rendah sekali harga diri Diana


"yahh\,\, aku tau kau pria yang kaya raya dan sangat terhormat\, namun tindakanmu tidak mencerminkan bagaimana tingginya status sosial yang kau miliki\, aku mengambil uang ini\, dan kuanggap ini sebagai bayaran atas apa yang kau lakukan\, tapi ingatlah aku tidak akan pernah melupaka wajah breng*sekmu dan sikap baji**nganmu tuan!!" ucap Diana dengan penuh penekanan\, seolah orang yang ia ajak bicara ada disana


Diana mengambil uang yang ada diatas meja itu dan membawa semuanya, surat beserta kartu nama Dar, namun bukannya menyimpannya, Diana malah merobek kartu nama itu dan melemparkan surat itu ketong sampah, ia bahkan mengambil sprei yang ada disana dan membawanya keluar


sementara di apartemen Dar, ia juga sudah bangu karna harus cepat kerumah Al menemui kakak iparnya yaitu Asya, ia ingin mendpaat pembelaan dari kakak iparnya itu agar Al tidak membuatnya dalam hukuman besar, Dar tidak mau menikahi gadis itu, dan ia juga belum mau menjalin hubungan asmara


"aku harus segera kesana, Asya pasti sudah bangun" ucap Dar dan langsung membersihkan tubuhnya, tapi selama dia didalam kamar mandi, pikirannya masih terbayang dengan tubuh dan wajah wanita yang ia renggut kesuciannya


sepanjang perjalanan,Dar hanya mendengarkan  lagu dan menepis segala pikiran yang membuatnya teringat dengan wanita itu, suara hangatnya tubuh wanita itu masih snagat terasa, namun Dar sebisa mungkin melupakannnya


sampai akhirnya ia kehalaman rumah Al, pengawal yang berjaga disana langsung membukakan pintu dan membiarkan Dar masuk, sebenarnya Dar sudah pasrah apapun yang akan menjadi hukumannya, namun jangan dipaksa menikahi wanita itu


derap langkah Dar menelusuri ruang tengah rumah itu, ia melihat belum ada tanda tanda orang yang bangun, bukan belum ada namun diruangan itu masih sepi, Dar melanjutkan langkahnya dan pergi kearah dapur, tentu saja Dar tau kalau Asya pasti sudah bangun dijam segini dan akan menyiapkan sarapan untuk leuarga


"Dar..? kenapa datang seperti maling saja..? kenapa mengedap ngedap seperti itu?' tanya Asya dengan melototkan matanya heran, ia tidak menyangka kalau Dar akan datang sepagi ini kerumah itu

__ADS_1


"Asya, aku mau minta tolong, kali ini saja bantu aku, aku tidak tau lagi harus berbuat apa Sya" ucap Dar mengatupkan kedua tangannya memohon didepan Asya yang sibuk dnegan bahan dapur


"apa maksudmu Dar,bicara yang jelas" ucap Asya menatap Dar, namun ia tetap melanjutkan pekerjaannya sambil mendengarkan Dar bercerita


"aku takut Al akan marah dan menghukumku, aku takut kalau Al akan menyuruhku menikahi wanita itu. Vin pasti sudah menceritakan semua pada Al" ucap Dar terakhir kali dikalimatnya


"kenapa kamu melakukannya?, bukankah sudah kau tau apa konsekuanesi dan resikonya?, kenapa malah nekat dan sampai membuat anak orang sehancur itu Dar!!?' ucap Asya yang juga ikut mengomel, bukannya membela Dar, mommy twins itu malah ikut menceramahi Dar


"aku khilaf Sya, kau sungguh menginginkannya saat itu, bodohnya aku memaksanya sampai membuatnya jebol" ucap Dar mengingat kembali malam panas itu, sungguh luar biasa wanita itu memuaskannya


"lalu mengapa kau tidak mau menikahinya, bukankah dia sangat menggoda?" tanya Asya sembari melihat Dar yang kesal karna ia meledeknya


"jangan meledekku Sya, aku serius saat ini, tolong bilang Al untuk tidak menghukumku terllau berat. aku siap akan semua resiko tapi kumohon jangan suruh menikahi wanita itu" ucap Dar dan membuat Asya mengerutkan keningnya


aneh sekali, Dar siap dengan semua resiko yang akan diterima, tapi tidak mau menikahi wanita itu. sungguh sangat bodoh dan menurut Asya tidak masuk akal


Next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readersđź’•đź’•đź’•

__ADS_1


__ADS_2