
Kedatangan keluarga Chevalier tentu membuat Diana kaget, dia tidak ada urusan dengan keluarga itu, namun tiba tiba saja keluarga terhirat diseluruh oenjuru dunia itu datang kegubuk kecil mereka dengan sengaja mencari dirinya, apakah gerangan yang terjadi dengan dia dan keluarga itu. apakah ada sebuah kesalahan yang ia perbuat yang menyinggung keluarga itu
"maaf tuan, ada apa mencari saya?' tanya Diana to the onit saat melihat Al dan yang lainnya duduk diteras rumahnya sambil menunggu dirinya
"apa kamu yang bernama Diana?" tanya Agatha saat melihat wanita dengan perut menonjol kedepan sambil berpakaian ala kadarnya, saat adiknya mengatakan ada yang mencarinya buru buru ia langsung mematikan kompornya dan menyusul adiknya kedepan
"i..iy..iya nyonya, saya sendiri yang bernama Diana, ada apa nyonya?" tanya Diana dengan kaget dan juga bingung, bagaimana mungkin mereka yang didepannya ini, yang sama sekali ia tidak kenal mengetahyi namanya dan sengaja kesini
"jadi begini Diana, mungkin kedatangan kami membuat kamu terkejut dan sangat bingung, juga mungkin kamu pasti tidak percaya, tapi inilah yang sebenarnya. ijinkan saya memberitahu sesuatu yang mengejutkan untuk kalian" ucap Agatha dengan menarik nafas dalam sebelum berbicara lebih lanjut lagi
"apa maksudnya, aku tidak mengerti sama sekali" ucap Diana sambil melihat mereka satu persatu dengan wajah yang kebingungan posisi dan suasana mereka, sama sekali ia tidak paham dan sangat kaku
"jadi begini Diana, saya akan menjelaskan beberapa hal maksud kdatangan kami kerumahmu. namun sebelum itu bisakah kita bicara sambil duduk?' tanya Al karna mengingat posisi mereka masih berdiri dan canggung satu dengan yang lain
"ehhh iya, maafkan saya sampai lupa kalau belum duduk, sebentar" ucap Diana dan menyuruh adiknya Ratih untuk menyediakan minum untuk tamu mereka dan mempersilahkan Al dan yang lainnya masuk dan bicara didalam rumah saja
"silahkan nyonya, saya siap mendengarkan" ucap Diana sopan dan melihat Agatha dengan ribuan pertanyaan dibenaknya
"emm, baiklah. saya yang akan menjelaskannya Diana" ucap Al karna melihat Agatha hanya diam dan memperhatikan setiap sudut ruangan itu dan beralih melihat Ratih dan Diana
"kamu masih ingat waktu kamu bekerja di Jakarta disebuah Bar dikota itu Diana?" tanya Al langsung pada intinya, tanpa banyak basa basi yang menurutnya menambah kecanggungan antara mereka
__ADS_1
"apa maksud tuan?" tanya Diana sedikit terkejut karna tamunya saat ini membahas masalalu dirinya bahkan mengingatkannya pada masa kelam yang penuh keburukan itu
"iya, maksud saya apakah akmu masih ingat dengan peristiwa malam itu yang membuat kamu seperti sekarang, maaf bukan ingin membuat kamu jadi ingat malam yang penuh mimpi buruk itu, namun saya hanya bertanya agar semuanya jelas" ucap Al menatap Diana jujur saja dan katakan sebenarnya, itulah arti tatapan Al
"saya ingat tuan, bahkan saya masih ingat bagaimana saya bisa mendapatkan petaka yang sangat buruk dan hingga membuat kehidupan saya hancur, pria bede*bah itu sangat keji" ucap Diana namun menurunkan nadanya saat mengatai pria yang dimaksud adalah Dar
"iya Diana, pertama sekali kami minta maaf atas kelakuan pria yang menghancurkan kehidupanmu itu, karna pria itu adalah adik saya sendiri, dan ini adalah orangtua kami. dan kedatangan kami kesini adalah untuk meminta maaf yang sebesarnya pada kamu dan keluarga kamu, juga ingin bertanggung jawab atas perilaku adik saya agar bertanggung jawab atas kamu dan anak yang kamu kandung saat ini" ucap Al dan diikuti dengan Asya yang tersenyum mengangguk
"apa maksud kalian ingin mengambil anakku saat akan lahir nanti?, kalian mau mabil hak kalian dengan datang kesini dan embel embel minta maaf, tidak.. aku tidak mau hal itu terjadi, jangan harap keluarga kalian bisa mengambil anakku. lagipula kalian belum tau pasti kalau anak ini adalah hasil dari perilaku adikmu dulu" ucap Diana dengan wajah yang menantang namun jauh dalam hatinya ia sedikit takut dengan kenyataan yang baru ia tau
"bukan begitu Diana, kami datang secara baik baik meminta maaf. dan juga tidak ada niat kami seperti apa yang kamu katakan tadi" ucap Asya angkat bicara saat melihat wajah Diana, dia juga bisa merasakan hal itu
"juga, saya seorang ibu, saya tau apa yang kamu rasakan Diana. keluarga kami datang karna ingin kamu dan ponakan kami merasakan hal yag seharusnya dirasakan kalian" sambung Asya lagio mencoba meyakinkah Diana yang menatap mereka dengan ketakutan
"ta..tapi... aku tidak yakin, maksudku aku tidak percaya dengan kalian. mana mungkin kalian menerima kami begitu saja, pasti ada niat yang lain" ucap Diana masih tidak percaya, namun satu sisi ia juga sedikit goyah karna melihat Asya yang bicara begitu halus dan kedatangan mereka dengan sopan tidak seperti orang kaya lainnya yang arogan dan melakukan sesuka hatinya
"bukan begitu Diana, mungkin kedatangan kami memanglah terlambat, mungkin kamu juga berfikir kalau kami tidak peduli dengan kamu dan bayimu. namun jauh dari hal ini, dari dulu saya sudah melihat kamu dari jauh dan bahkan memantau keluargamu dari jauh" ucap Alfred yang akhirnya angkat bicara, sulit meyakinkan wanita itu, namun inilah yang keluarga mereka tidak tau
Alfred yang sudah melakukan hal yang begitu besar, dari awal ia sudah bertindak lebih cepat satu langkah dari yang lain, mendengar anaknya melakukan hal yang tidak benar ia langsung mencari tau siapa wanita yang akan menjadi menantunya dan latar belakang keluarganya, ia juga menyuruh beberapa orang untuk menjaga Diana dan keluarganya dari jauh, memantau siapa saja yang mendekati mereka dan sebagainya
"tapi bagaimana bisa" ucap Diana, tidak banyak hal yang kleuar dari mulutnya, padahal dalam otaknya banyak pertanyaan, namun saat ingin bicara seolah lidahnya tidak bisa mengeluarkan pertanyaan itu
__ADS_1
"apa kamu ingat saat pertama kali kamu melamar pekerjaan, saat kamu membawa ibu kamu kerumah sakit, saat kamu dipecat dari pekerjaanmu dan saat kamu ditolong oleh pria, itu semua dibawah kendaliku, Wili, pria itu datang menolongmu dan menjagamu, anak buahku datang saat kamu masih dirumah sakit, sampai akhirnya Wili mengantarkanmu, dia rekan kerja dan bisa dikatakan orang suruhanku" ucap Alfred dan berhenti sejenak
"dia pria yang baik, saat aku tau kamu jatuh ditangannya, aku langsung mendatanginya dan bertanya padanya, hingga dia menjagamu dengan baik, itu lebih dulu bertemu denganku" sambung pria paruh baya itu lagi mmebuat Diana terkejut dengan semua teka teki hidupnya
"lalu, bagaimana kalian datang kesini. maksudku selain minta maaf apa ada hal lain?" tanya Diana, dia kalah telak!, sebelum ia berbicara lebih lanjut ia sudah tau bagaimana ending jika dia menolak, kleuarga ini baik dan tidak memaksa, Diana sampai tidak bisa mengatakan apapun soal menolak dari permintaan mereka
"Diana, aku sebagai mama dari Darrec, pria yang tidak bertanggung jawab minta maaf, aku gagal mendidik putraku. tapi ijinkan aku bertanggung jawab atas cucuku, kami tidak akan memisahkan atau mengambil hak asuhnya dari kamu. menikahlah dengan putraku Diana" ucap Agatha dalam seklai tarikan nafasnya
"maaf nyonya, bukan aku tidak mau atau langsung menerima. bisa saja aku menrima tawran kalian demi anakku, namun kita tidak tau apaka putra nyonya menerima kami atau malah tidak menginginkan kami, aku menolak kkarna aku tau derajat kita sangat jauh berbeda" ucap Diana dan tidak terasa airmatanya jatuh, ia sudah tidak bisa membendungnya sejak tadi
"tidaak Diana, putraku menunggu kalian dirumah, dia bahkan uring uringan mencari kalian selama dua bulan ini. sekarang maukah kamu ikut dengan kami dan mencoba membuka hat menerima putraku sebagai ayah dari anakmu" ucap Agatha, wanita paruh baya itu langsung sujud dibawah sambil menangis.
sejak tadi ia memperhatikan sekelilingnya, ia sadar bahwa wanita yang berada didepannya ini adalah wanita baik baik, namun kehidupan mereka sangatlah bertolak belakang dengan keluarganya, bahkan bisa dikatakan jauh dari kata cukup, saat melihat beberapa foto dan kamar yang snagat kecil membuat Agatha berfikir bagaimana mungkin wanita itu bertahan samoai sejauh ini dalam keadaan yang serba kecukupan
"jangan begini nyonya, kumohon. aku tidak pantas mendapat hal seperti ini. jangan seperti ini kumohon" ucap Diana menangis, ia bahkan tidak percaya kalau keluarga pria yang dia anggap breng**sek itu sebaik ini, Diana menjadi serba salah
ia dulu berfikir tidak akan pernah mendapat perlakuan baik dari sekitarnya, tapi melihat hal ini dia percaya bahwa semua ada hikmah dan kebaikan yang bisa kita dapatkan
"kasih saya waktu sampai besok memikirkannya nyonya, akan saya putuskan secepat mungkin.namun saya harus diskusi dengan adik saya dulu. saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri, kasihan adik saya sendirian nanti" ucap Diana dan membuat Agatah tersenyum dan memeluk bumil itu, sungguh Agatha berharap Diana menerima ajakan mereka dan memperbaiki semuanya
next
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍😍