
setelah melakukan penerbangan hampir tiga jam, akhirnya Al dan yang lainnya sampai kekota dimana Diana berada, mereka langsung check in ke hotel salah satu milik mereka dikota itu. untuk beristirahat dan menyegarkan tubuh mereka terlebih dahulu, sebelum akhirnya besok pagi mereka kerumah Diana untuk menghampiri wanita itu
"kita beristirahat terlebih dahulu, kalian bisa makan siang atau tidur lebih dulu" ucap Alfred kepada yang lainnya, mereka langsung masuk kedalam kamar masing masing
"mas.. aku kepikiran bagaimana kalau wanita itu tidak menerima kita dengan baik, aku bisa merasakan bagaimana yang ia rasakan" ucap Asya mengawali pembicaraan diantara mereka, keduanya sedang duduk diatas ranjang dan sembari menunggu makanan yang mereka pesan
"kita harus optimis sayang, tidak boleh berpikir yang tidak tidak. bagaimanapun caranya kita harus meyakinkan wanita itu dan membawanya pulang" ucap Al dan mengelus kepala istrrinya dengan lembut dan mencium kening Asya sambil tersenyum manis
"iya aku tau mas, tapi tetap saja kita juga harus ada rencana yang lain sebelum wanita itu menolak untuk ikut bersama kita" ucap Asya lagi lagi khawatir dengan kedatangan mereka yang langsung ingin menjemput Diana, sudah pasti wanita itu akan menolak mereka karna terllau tiba tiba
"sudahlah sayang, jangan terlalu dipikirkan, om dan bibi pasti sudah punya rencana yang cukup matang makanya langsung disusul kesini" ucap Al dan kali ini ia melihat istrinya dengan tatapan lapar, yahhh tentu saja Al pasti menginginkan hal itu
"mas...!" ucap Asya memperingati suaminya, mereka bahkan belum makan siang, bagaimana kalau nanti staff hotel itu tiba tiba datang mengantar makanan saat mereka sedang melakukan itu, pastilah sangat malu
"sebentar saja sayang" ucap Al tanpa memperhatikan ucapan istrinya, ia sudah lama menunggu momen ini. momen dimana hanya mereka berdua yang menghabiskan waktu bersama tanpa ada sikembar yang mengganggu
"mas, nanti makanannya datang gimana?" tanya Asya saat ini menahan tangan suaminya yang sudah menjalar keseluruh tubuhnya, Al bahkan sudah menyelinap kedalam baju istrinya dan mencari buah kesukaannya didalam sana
"tenang saja sayang, tidak akan ada yang mengganggu" ucap Al dan merebahkan tubuh istrinya sambil merangkul pinggang Asya dengan lembut, tangannya sudah masuk kedalam dan mere**mas buah squishi milik Asya dengan gemas dan mencium bibir istrinya dengan rakus
Al tidak menunggu lama lagi, ia langsung melakukan aksinya, ia langsung membuka baju Asya perlahan dan menjelajah seluruh tubuh Asya tanpa terlewat sedikitpun
__ADS_1
sudah lama Al tidak merasakan hal seperti ini, jikapun mereka melakukannya pasti tidak akan lama karna Kena selalu mencari Asya dan bermanja dnegan mommynya, sudah pasti Al merasa sangat dirugikan dan bahkan tidak jarang Al meneruskannya dikamar mandi solo kariri
ahkk...
ehmm...
suara eksotis kembali mengarungi ruangan itu, Asya merasakan kenikmatan yang haqiqi yang diberikan suaminya untuknya, Al memang tidak pernah kalah dalam hal seperti ini. dari dulu Al selalu mendominasi permainan mereka
"mass.... lakukanlah" ucap Asya merasa tidak sanggup lagi menahan gejolak yang terjadi dalam dirinya, ia merasa sudah tidak tahan untuk tidak merasakan hujaman king cobra milik suaminya
"sayang.. kau luar biasa" ucap Al sembari memompa tubuhnya diatas Asya dan sembari tangannya mre**mas squishi milik isrinya sampai Asya merasakan kenikmatan tiada taranya
"mas... aku keluar" ucap Asya namun Al tidak menghiraukan perkataan istrinya itu, ia tetap memaju mundurkan tubuhnya lebih keras lagi dengan hujaman yang lebih dalam sampai merasakan dirinya mencapai puncak
" terimkasih sayang, kau luar biasa" ucap Al dan mengecup keing Asya dengan lembut, ia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka, keduanya kembali mengarungi mimpi bersama dan melewatkan makan siang yang sudah hampir jadi
lupakan soal itu, kita kembali pada pagi harinya. Al dan Asya telah bersiap untuk turun kebawah, begitu juga sepasang suami istri paruh baya, mereka bahkan sudah menunggu Al dan Asya untuk sarapan bersama
"kita akan dijemput setelah sarapan, jadi kalian cepatlah makan" ucap Alfred yang sudah menyiapkan segala keperluan mereka dari jauh hari, setelah mendapatkan kabar tentang Diana Alfred langsung mengatur strategi dan memberitahu kepada Al
dan sekarang, mereka sudah berada dijalan menuju kediaman Diana, semoga saja wanita itu masih dirumahnya dan tidak kemana mana, jujur saja, Agatha bahkan tidak sabar bertemu dengan wanita itu dan meminta maaf atas kesalahan yang diperbat oleh anaknya yang tengil itu
__ADS_1
sampai akhirnya mereka tiba disebuah pekarangan rumah yang sederhana dan terlihat asri, mereka langsung turun dan melihat sekeliling. rumha itu bersih dan rapi, hanya saja jauh dari jalan raya dan sedikit padat perumahan
"apa ini tempatnya?" tanya Agatha tidak percaya, namun jika itu kenyataannya mau gimana lagi bukan?
"iya bibi, disinilah wanita itu tinggal bersama seorang adiknya. mungkin saja mereka masih didalam. mari kita langsung kesana" ucap Al dan berjalan lebih dulu didepan
mereka sampai diteras rumah dan mengetuk pintu dengan perlahan. Al merasa ada orang didalam rumah, karna suara seseorang yang berasal dari dalam., mereka bahkan sangat berharap kalau iitu adalah wanita yang mereka cari
"ada apa?, siapa kalian?" tanya seorang gadis yang tidak lain adalah Ratih adik Diana, Ratih yang tadinya sedang mengerjakan tugas kuliahnya langsung kaget mendengar pintu rumah diketuk, dengan cepat ia membuka dan heran melihat empat orang berdiri didepan rumah mereka
"jangan takut, kami bukan orang jahat. perkenalkan aku Aland Chevalier, dan ini istri serta orangtuaku" ucap Al sambil memperkenalkan mereka dengan ramah
"untuk apa kalian kesini?" tanya Ratih naun keterkejutan dirinya masih belum hilang, mana mungkin orang kaya mau berkunjung kerumah kecil mereka, pikirnya
"begini, kami mencari seseorang yang bernama Diana Tirta, dan sepengetahuan kami ini adalah kediaman wanita itu" ucap Al dengan ramah, namun matanya sudah melirik kesana kemari, memperhatikan setiap sudut ruangan rumah itu
"siapa Tih?,persilahkan masuk, tidak baik menyabut tamu seperti itu, tidak sopan namanya" ucap Diana dari dalam, ia sedan memasak sarapan mereka. bahkan ia tidak tau hari ini ada yang mencarinya
"itu kakakku, dia ada didalam rumah. silahkan masuk saja, saya akan panggilan dia" ucap Ratih setelah mendengar suara kakaknya yang menyuruhnya mempersilahkan Al dan yang lainnya masuk kedalam rumah
"terimakasih, tapi tidak apa kami menunggu diluar saja. kamu bisa panggilkan kakakmu kemari" ucap Al dan Ratih langsung mengangguk paham, ia kembali masuk dan memanggil Diana untuk menmui tamu mereka
__ADS_1
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers๐๐๐