
..._____...
"Balikin mainan ku !"
Keltak...!!
"Huaaaa...mommy.."
Gadis kecil itu berlari, keluar dari dalam kamar kakak nya dan menutup pintu dengan keras. Dia berlari menuruni anak tangga untuk mencari mommy nya dan akan mengadukan sikap kakak nya pada sang mommy.
"Mommy...!" teriak gadis itu, dia terus menangis sambil terus memegangi ujung kepala nya.
"Sayang.. kenapa lari-lari gitu, nanti jatuh !" Seru Cinta yang melihat Putri nya berlari menuruni anak tangga.
Gadis kecil itu berdiri tepat di depan Cinta dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
"Gleen pukul kepala Genna mom..!" Adu nya pada sang mommy. "Sakit...!" Rengek gadis kecil itu lagi.
"Ya ampun... sayang.. kenapa berantem terus sih..!" Keluh Cinta yang merasa pusing pada tingkah ke dua anak-anak nya itu. Dalam sehari, entah sudah berapa kali mereka selalu bertengkar.
"Daddy pulang...!"
Suara peluh seorang laki-laki terdengar di sana.
"Daddy...!"
Seru Glen yang berlari dari ujung tangga menghampiri Anan yang baru saja pulang dari kantor nya.
"Hey.. jagoan Daddy.."
"Dad, kita main game bareng" Pinta Glen saat setelah pelukan mereka meregang.
"Oke, tunggu Daddy mandi dulu ya !"
"Aku tunggu di kamar" Ujar anak laki-laki tampan itu, lalu berlari kembali ke kamar nya.
"Loh, sayang... anak Daddy kok cemberut ?" Tanya Anan yang melihat raut wajah masam putri nya.
"Pusing aku sama anak-anak kamu dad !" Sargah Cinta.
"Kenapa sih mom.." Ucap Anan lembut, menyisihkan anak rambut sang istri dan menyelipkan nya ke belakang telinga.
"Seharian kerjaan nya berantem terus ! pusing aku !" Keluh nya.
"Nama nya juga anak-anak" Sahut Anan.
Tanpa bicara lagi, Cinta kembali masuk ke dalam dapur. Pekerjaan nya menyiapkan makan malam masih belum selesai karena terganggu oleh anak-anak nya.
"Sayang.." Panggil Anan pada putri nya yang hanya menundukkan kepala nya dari tadi.
Gadis kecil itu mendongak, menatap takut pada sang Daddy.
__ADS_1
"Ma-maaf dad, Genna salah.." Lirih gadis kecil itu yang kemudian kembali menundukkan kepala nya.
Anan berlutut, mensejajarkan tubuh nya dengan tinggi tubuh sang putri.
"Memang nya Genna berbuat salah apa ?" Tanya Anan dengan lembut
"Rebut mainan Gleen" Titah nya yang masih tak berani menatap wajah Anan.
"Minta maaf sama Gleen, lain kali gak boleh rebutan, sama-sama main nya ya sayang. Gak boleh bikin mommy marah oke !" Tutur Anan menasehati nya.
"Genna mengerti dad"
Dengan gemas, Anan mencubit pelan pipi gembul Genna, betapa sangat manis putri nya itu.
...___...
Di dalam kamar
Anan merebahkan tubuh nya yang terasa lelah di atas tempat tidur nya. Memejamkan mata nya sejenak karena terasa begitu berat.
"Dad, ga mandi dulu..?" Ujar Cinta yang baru saja datang.
"Bentar lagi mom" Jawab nya. Tanpa sadar, kini Anan telah benar-benar terlelap di sana.
.
.
.
"Daddy....!!"
"Daddy....!!"
Ke dua anak itu berlari menerobos pintu kamar orang tua nya yang tertutup. Berlari kencang seperti balapan untuk segera menghampiri Daddy nya.
"Dad ayo main...!" Ajak Gleen yang terus menarik-narik tangan Anan.
"Iya dad, ayo kita main game bersama !" Sahut Genna yang juga mengajak nya.
Anan hanya diam, belum merespon atas ajakan ke dua anak-anak nya itu. Kepala nya terasa pusing dan berat akibat terkejut saat tidur tadi.
"Eh..eh..eh.. gak ada main, turun ke bawah tunggu mommy dan Daddy untuk makan malam !"
Seketika ke dua anak itu memberengut, melepaskan tangan mereka yang bergelayut menarik tangan Anan. Mereka harus menyampingkan ke inginan mereka jika Cinta sudah mengucapkan kata-kata yang bahkan tidak bisa untuk di bantah.
Dengan langkah lesu atas perintah sang mommy, Gleen dan Genna akhir nya berjalan keluar dari dalam kamar orang tua nya dan turun ke lantai bawah menuju meja makan dan menunggu di sana.
Di sisi lain
Anan masih terduduk di atas tempat tidur nya, terlihat begitu lemas seolah sedang memperlihatkan rasa lelah nya pada sang istri.
__ADS_1
"Buruan mandi dad, terus makan !" Titah perempuan itu
Laki-laki itu mendongakkan wajah nya, menatap intens wajah Cinta tanpa berkedip sekalipun.
"Mandiin...!" Lirih Anan yang terdengar sangat manja.
"Gak usah manja deh, kebiasaan !. Udah tua gitu masih minta mandiin terus !" Sungut Cinta kesal
"Aku capek sayang.." Lirih nya memelas.
"Mandi ga perlu pakai tenaga dalam kali !" Cetus nya lagi.
Anan memberengut, memasang wajah lebih memelas agar Cinta mau menuruti nya.
Sementara Cinta, perempuan itu memutar bola mata nya, seperti nya dia akan tetap mengurusi bayi selain dari anak-anak nya seumur hidup.
Kini, wanita beranak dua itu mulai berjongkok. Mensejajarkan tubuh nya dengan sang suami di hadapan nya. Dengan telaten dia mulai melepaskan kancing baju suami nya, setelah selesai dia membuka nya hingga membuat tubuh yang masih kekar atletis itu terekspos jelas di sana.
Anan tersenyum, tak bosan-bosannya dia terus memandangi wajah cantik sang istri. Entah lah.. wanita itu justru semakin cantik mempesona di usia nya sekarang ini. Begitu terlihat seksi dan menggoda.
"Udah puas lihat nya.." Tanya Cinta tiba-tiba.
"Belum !" Jawab Anan.
"Udah deh, gak usah liatin aku terus.."
"Pemandangan indah seperti ini, sayang jika harus di lewatkan..!" Puji Anan yang masih terus menatap nya.
Cinta memalingkan wajah nya, merasa malu dengan ucapan suami nya itu. Namun tak di pungkiri, di dalam rongga dada nya merasa ada banyak kupu-kupu indah yang beterbangan di sana.
"Makin pinter aja nge-gombal !" Bukan Cinta nama nya, jika tak menyangkal pujian dari sang suami.
Cinta akan bangkit, namun di tahan oleh Anan.
"Kok gombal sih, enggak sayang. Aku bicara yang sesungguh nya.." Jelas Anan.
"Kamu tu makin cantik, seksi lagi. Jadi makin gak rela aku kalau kamu keluar rumah !"
"Terus !!" Sargah Cinta. Reflek Cinta menatap tajam laki-laki itu.
"Em, maksud aku..-"
"Kamu mau kurung aku di rumah ini ?"
"Enggak sayang, maaf. Aku mandi dulu deh, anak-anak pasti udah nunggu !" Titah Anan yang tiba-tiba pergi begitu saja.
..._____...
Halooo.. gaes 😁 Pada kangen ga sama aku..?? Eh, maksud nya Daddy anan 🤭 hehe 🤣🤣🤪
apa kabar kalian ?
__ADS_1
semoga selalu dalam ke adaan sehat wal Afiat yah 😃
...❤️❤️❤️...