Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 59~S2


__ADS_3

...___...


Siang hari, sekitar pukul 11 Candra dan Genna memutuskan untuk pulang ke rumah. Sebelum nya mereka telah membeli makanan sebelum pulang untuk mereka makan siang.


"Daddy, mommy.." Seru Genna kala dia melihat ada mobil orang tua nya di depan halaman rumah nya. Dengan cepat, perempuan itu berlari memasuki rumah nya.


"Dad ! mom !" Seru Genna merasa senang karena kedatangan orang tua nya.


"Sayang.." Cinta bangkit dari duduk nya, menyambut kedatangan putri nya dan memeluk nya.


"Mom, dari tadi ?" Gumam Genna bertanya.


"Lumayan.."


"Dad, mom.." Sapa Candra pada ke dua mertua nya, lalu menyalami punggung tangan mereka satu persatu.


"Sudah lama dad ?" Tanya Candra berbasa-basi pada Anan.


"Ya, lumayan" Jawab Anan.


Mereka pun mendudukkan diri masing-masing. Anan dan Cinta sengaja mendatangi Candra dan Genna untuk membicarakan sesuatu.


"Kalian dari mana ?" Tanya Anan


"Kita habis nginep di hotel dad" Jawab Candra.


Anan pun menganggukkan kepala nya.


"Sebenarnya, Daddy kesini ada sesuatu yang ingin di bicarakan" Titah Anan, yang membuat Candra dan Genna saling melempar tatapan.


"Soal apa itu dad ?" Tanya Candra penasaran.


"Terutama untuk Genna" Anan menatap ke arah putri nya, yang dengan reflek, gadis itu juga menatap ke arah sang Daddy.


"Daddy.. mau minta maaf soal sikap Daddy kemarin-kemarin sama kamu" Tutur laki-laki itu. "Genna kalau mau kuliah, silahkan.. tapi pesan Daddy, kamu sudah menikah dan jangan sampai melupakan setatus kamu di luar sana" Ujar Anan pada putri nya itu.


Genna membelalakkan mata nya kala mendengar ucapan Anan, dia terperangah, tak menyangka dengan apa yang baru saja di dengar nya ini.


"Da-daddy.. serius ??" Tanya nya yang masih merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, serius sayang.." Ujar Anan membenarkan.


Genna melejit melangkah ke arah Anan, duduk di samping Anan lalu memeluk nya dengan sangat antusias. Ya, Genna benar-benar sangat senang mendengar nya.


"Emmmm... makasih Daddy..." Gumam gadis itu dengan manja.


"Maaf ya, Daddy terlalu berlebihan kemarin, Daddy melakukan ini semata-mata hanya karena Daddy sangat menyayangi kamu" Ujar Anan yang juga memeluk Genna.


"Genna gak apa-apa kok dad, Genna mengerti, Genna juga sangat menyayangi Daddy.." Gumam gadis itu yang semakin mengencangkan pelukan nya.


Begitu hangat kala menatap seorang ayah dan anak itu, Candra benar-benar tak bisa memungkiri jika memang rasa sayang Anan sangat lah besar pada Genna putri nya, dan kini, sebuah tanggung jawab Anan pada Genna telah beralih ke pada nya sebagai suami dari Genna Malik. Menjaga nya, melindungi nya, dan membahagiakan nya adalah sebuah tanggung jawab dan kewajiban untuk Candra saat ini.


...___...


Genna duduk di sofa ruang tengah sembari mengutak-atik laptop nya untuk menyelesaikan tugas. Tetapi entah mengapa, rasa nya dia tidak bisa fokus untuk mengerjakan nya. Pikiran nya hanya tertuju pada Candra suami nya saja sejak tadi. Entah lah, bahkan laki-laki itu tidak apa-apa dan seharian ini berada di rumah tanpa meninggalkan nya kemana pun.


Terdengar langkah seseorang yang baru saja datang, itu Della yang tampak nya baru saja pulang.


"Dell, baru pulang..?" Sapa Genna kali ini.


Della menghentikan langkah nya, menoleh ke arah Genna yang baru saja menyapa nya.


...___...


"Sayang, kamu baru pulang..?" Candra keluar dari ruang kerja nya, mendapati sosok Della putri nya yang baru saja pulang.


"Iya pa.." Jawab gadis itu seraya tersenyum


Candra berjalan menghampiri Della, dia memeluk Della seolah sedang menyalurkan sebuah kerinduan pada nya.


"Papa.. kenapa ?" Tanya Della yang merasa papa nya itu seperti tak biasa.


"Gak apa-apa, papa cuma kangen aja sama kamu sayang" Ujar Candra.


"Papa aneh deh, cuma gak ketemu semalem aja..!" Cetus Della


"Emang nya kenapa, gak boleh papa kangen sama anak sendiri ?"


"Ya.. boleh..."

__ADS_1


"Ya udah, sana mandi terus makan" Ucap Candra setelah pelukan mereka meregang.


"Siap bos.." Sargah Della sembari memberi hormat pada Candra.


Candra tersenyum, tangan nya terangkat menyentuh ujung kepala Della dan mengacak-acak rambut nya pelan karena merasa gemas pada gadis itu.


Sementara di sisi lain, sepasang mata telah menatap adegan papa dan anak itu yang justru terlihat lebih hangat dan romantis. Untuk seketika gadis itu terdiam sejenak karena merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hati nya.


...___...


"Sayang, makanan nya sudah datang ?" Candra menuruni anak tangga, bertanya pada sang istri yang masih saja sibuk dengan laptop nya sejak tadi. Perut nya sudah sangat terasa lapar sekali.


"Sudah..!" Jawab nya tanpa mengalihkan perhatian nya dari layar laptop. "Sudah aku siapkan.."


"Ayo makan sayang, nanti lagi ngerjain tugas nya" Ujar Candra yang berjalan menghampiri Genna.


"Aku gak lapar, om makan aja sama Della" Sahut gadis itu


Candra tercekat, nada bicara Genna lain dari sebelum nya. Dia berpikir ada apa dengan Genna saat ini ? dia lebih terlihat seperti sedang marah pada nya.


"Kamu kenapa Gen ?" Laki-laki itu bertanya, dia datang menghampiri Genna lebih dekat kemudian mendudukkan diri nya tepat di samping gadis itu.


"Gak apa-apa !" Sargah nya tanpa melihat ke arah Candra sekalipun.


Mereka memang belum lama menikah dan tinggal satu rumah, belum terlihat semua sikap yang di miliki antara ke dua nya. Baik buruk nya, bisa juga di katakan kalau mereka belum saling mengetahui sisi luar dan dalam mereka secara menyeluruh. Tapi untuk sikap Genna kali ini, Candra cukup faham jika memang Genna kali ini seperti sedang kesal atau marah pada nya.


"Ayo lah makan, aku lapar sekali.." Candra merengek, merayu sang istri mengajak nya untuk makan malam bersama.


"Aku gak lapar om !" Sahut gadis itu yang bahkan terdengar begitu dingin.


Candra cukup peka terhadap sikap gadis itu, tak kehabisan akal, Candra justru membaringkan tubuh nya di sofa dengan kepala nya yang dia tumpang kan di paha Genna.


"Ya udah deh, aku juga gak mau makan kalau gitu, mau tidur aja disini ngantuk banget..!" Gumam Candra, dia memiringkan tubuh nya dan kini wajah nya berhadapan dengan perut Genna.


"Om minggir deh... aku lagi ngerjain tugas ini..!" Seru Genna mengusir nya.


"Aku ngantuk Gen.." Gumam Candra, dia justru semakin menenggelamkan wajah nya pada perut Genna dan melingkar kan ke dua tangan nya pada pinggang gadis itu.


"Om..!!"

__ADS_1


...___...


__ADS_2