
Vin yang notabenya tidak bisa marah dengan Chloe kara memang sebucin itulah dia dengan wanita itu, mmebuat Chloe juga memeberikan feedback dengan cinta yang besar kepada Vin, namun tetap saja Chloe tidak ingin ada wanita lain yang mendekati Vin, posesif mungkin itulah yang dirasakan Chloe untuk kekasihnya
saat ini sepasang kekasih itu menikmati waktu berdua, Vin yang dengan mode manja kepada wanitanya sedang asik menikmati squishi milik Chloe, yang tadinya ia minta dengan wajah yang menggemaskan, Vin selalu ingin cepat membuat Chloe menjadi miliknya seutuhnya, namun lagi lagi Chloe mengatakan kalau dirinya harus selesai kuliah dulu bau menikah
"hubby, aku ingin kerumah Asya, cepatlah" ucap Chloe yang merasa kesal karna Vin tidak mau melepaskan dirinya, malah pria itu asik memainkan squishinya bak anak kecil menyusui
"sebentar lagi beby, aku masih menginginkannya. kamu sudah sibuk beberapa hari ini. aku tidak mendapatkan jatah dan tidak bisa menikmatinya" ucap Vin dan kembali menye**sap squishi milik Chloe
Chloe yang merasakan miliknya kembali dimainkan melonjak nikmat, tangannya terangkat dan menekan kepala Vin agar memperdalam sesapannya dan mmeberikan kenikmatan yang haqiqi untuk keduanya
"ahkk... hubby" suara Chloe mulai terdengar ditelinga Vin, membuat libido pria itu semakin naik dan membangkitkan sesuatu yang sudah mengganjal dibawah sana
"beby, ayo menikah secepat mungkin" ucap Vin melepaskan buah favoritnya dan melihat wajah Chloe yang bersemu merah, malu rasanya ketika mendengar suara erotis miliknya sendiri
"datanglah kerumah temui mama dan papa, aku sebentar lagi akan selesai, dan mungkin lamaranmu akan kuterima secepat kamu datang kerumah" ucap Chloe yang juga tidak tahan lagi jika berlama lama seperti ini, belum lagi ketakutannya Vin didekati wanita lain
"baiklah beby, secepat mungkin aku akan datang kerumahmu. dan persiapkan dirimu, kamu bukan lagi gadis umur 18 tahun seperti empat tahun lalu, kamu sudah selesai dnegan kuliahmu, pola pikirmu sudah luas umurmu ji=uga sudah memasuki dua puluh tiga" ucap Vin memberi pengertian kepada wanitanya
dan memang benar saja, Chloe yang seperti ini tidak mungkin bisa ia hadapi jika mereka sudah menikah nanti, ia harus bekerja dan Chloe meminta banyak hal, Vin tidak bisa siap siaga selalu disamping Chloe
"iya hubby, maafkan aku. tapi memang kadang kamu membuatku marah, dan ingat kamu hanya milikku, jangan berdekatan dengan wanita lain, aku marah dan cemburu" ucap Chloe yang secara terang terangan mengatakan pada Vin, dia bukan tipe wanita yang mau menyimpan maslaah sendiri
"iya beby, aku ta. tapi kadang mereka hanya rekan kerja saja, kamu mengertilah posisiku" ucap Vin namun dengan mentah Chloe menolak pernyataan itu, Vin tidak boleh berdekatan dnegan wanita lain dan itu sudah peraturan yang tidak bisa dibubah lagi
__ADS_1
"baiklah, kamu pemenangnya" ucap Vin dan mencium kening Chloe, entah mengapa melihat Chloe yang seperti itu membuat Vin ingin segera mengikatnya sebagai istrinya satu satunya
"pakai bajumu, kita kerumah Al" ucap Vin dan meliat arlojinya yang menunjukkan pukul setengah empat, dan sudah pasti Al pulang dan yang lainnya juga, pasti hanya Dar yang tersisa dikantor itu
Darrec, pria yang sakit hati emat tahun lalu kerena mendapat penolakan dari Chloe dan bahkan harus menerima kenyataan bahwa gadis yang ia cintai berpacaran dnegan sahabatnya, termasuk sebuah pengkhianatan untuk Darrec namun sebisa mungkin ia bersikap dewasa dan tidak mencampurka urusan percintaan dengan persaudaraan
sampai saat ini Dar masih tidak ingin berdekatan dengan wanita lain, umurnya hampir mendekati kepala tiga, namun mati rasa masih ia rasakan sampai saat ini, Dar berubah secara dratis, yang dulunya tidak pernah menginjakkan kakinya di CLUB malam tapi selama empat tahun terakhir ia sering mendatangi tempat itu
Dar juga sudah sering mabuk dan pulang larut malam, ia sekarang bekerja diperusahaan cabang Al dan mengurus perusahaan lainnya kadang ia harus keluar negri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan
seperti sekarang, Dar masih sibuk dengan pekerjaannya, ia yang paling lama pulang karna beberapa berkas dari perusahaan di California harus ia tangani sendiri, memang Al kadang membantunya, namun sepupunya itu juga ada tanggung jawab dibeberapa perusahaan di negara lain
"huh... sangat melelahkan, aku benci ini namun harus melakukanya" ucap Dar menghela nafas berat saat melihaat beberapa berkas belum selesai diatas mejanya
"baik, tingggal datang saja dan seperti biasanya, kamar yang biasa kau pakai aku booking"ucap Mic yang juga ia kadang ikut bersama Dar menikmati dunia malam, namun ia sendiri masih bisa mengontrol dirinya
berbeda dengan Dar yang menyewa beberapa wanita malam disana hanya untuk memuaskan dirinya, untung saja Al tidak mengetahui hal itu, karna Dar dan Mic sangat pintar menyembunyikan kedok mereka
"akhirnya pekerjaan sialan ini selesai, aku bisa memanjankan diriku lagi" ucap Dar, sebenarnya ia ke CLIB malam tidak hanya menikmati wanita malam disana, bahkan dirinya menyewa beberapa wanita hanya untuk mencapai pelepasannya, tidak secara langsung berubungan dengan mereka
Dar masih sadar jika dirinya harus menjaga kesehatan dan nama keluarganya, tidak mungkin Dar melakukan hal serendah itu hanya unuk kesenangannya, namun ia juga perlu melakukan peleasan sebagai pria normal pada umumnya
dan sungguh bodohnya lagi, wanita yang ia sewa mau saja melakukan hal seperti itu, Dar bahkan kadang menyewa mereka hanya untuk menemaninya sampai ia selesai dengan dunianya
__ADS_1
Dirumah Al, Chloe langsung disambut senang oleh twins, mereka langsung memeluk Chloe dan Vin sungguh membuat Chloe merasa bahagia dengan perlakuan twins yang menggemaskan
"unty main ini yukk..." ucap Kena membawa mainan pistol pada Chloe dengan dirinya sendiri menggunakan pakaian layaknya penempak jitu pada umumnya, padahal itu mainan abangnya Angkasa
"sayang unty, ini bukan mainan cewek, mainan cewek itu berbie atau masak masakan" ucap Chloe dan menaruh pistol mainan itu keatas kursi, namun tetap saja Kena tidak mau dan bersikekeuh untuk bermain tembak tembakan
"Kena, dengarkanlah unty Chlo, itu bukan untuk anak perempuan tau" ucap Angkasa ketus kepada adiknya, Chloe yang melihat itu tersenyum dan memeluk Kena
" yang dikatakan abang Angkasa benar sayang, kamu tidak boleh memainkan mainan seperti laki laki, kamukan cewek jadi harus main sesuai untukmu sayang" ucap Chloe dnegan lembut namun tetap saja yang namanya anak kecil tidak bisa dibantah
"tidak apa Chloe, Kena lebih suka main seperti itu, aku saja heran meelihatnya semua mainan miliknya ia simpan, sedangkan mainan abangnya ia sibuk keluarkan" ucap Asya membawa minum dan beberapa cemilan untuk mereka
"nginap disini kan Chloe?' tanya Asya berharap sahabatnya ada waktu untuk dirumahnya, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama seperti dulu
"iya Sya, aku dan kak Vin nginap disini malam ini" ucap Chloe tersenyum, medengar hal itu Kena berteriak kesenangan begitu juga Angksa langsung berlari menuju omnya
"unty nginap sampai selamanya saja disini, masih banyak kamar yang kosong dirumah kami, lagipulabiar mommy ada teman" ucap Kena dengan tersenyum dan pipi gembulnya
"bilang saja kamu mau unty bermain denganmu" ucap Angkasa mencibir adiknya dan membuat Al mengelus pelan kepala putranya itu
"kamu terllau pintar membuat adikmu marah soon" ucap Al dan ikut bergabung bersama mereka, sebenarnya kedatangan Chloe dan Vin juga ada sangkutannya dnegan rencana mereka siang tadi dikantor
next
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍😍