
Setelah merasa sedikit tenang, Dar mulai menggerakkan tubuhnya di atas wanita itu.seangkan wanita itu menangis dan terlihat sangat kacau.terpaksa harus melayani pria yang sama sekali tidak kenali, bahkan Dar tidak memakai pengaman saat melakukannya, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya
"ahkkk"
"ehmmm"
suara Dar mengerang terdengar di seluruh ruangan itu, ia menikmati permainannya kali ini, ia bisa bersama tubuh wanita yang saat ini berada di bawahnya, dan membayangkan yang membuat DDar semakin tidak bisa berhenti
"kau sangat sempurna bebyhhh" ucap Dar disela kegiatan panasnya dan mmebuat wanita itu kali mencapai puncak, namun Dar sama sekali belum ingin menyukainya
tubuh kekar Dar masih naik turun, pemandangan tubuh wanita itu dalam peluh berkeringat yang terus bercucuran disekujur tubuh mereka, bahkan beberapa kali mengubah gaya dari permainannya, menikmati tubuh indah wanita itu dan mengeksplor semuanya tanpa terlewatnya
"ahkkkk...''
"bebyhhh....."
Suara khas dan panggilan Dar terus meracau ditelinga wanita itu, Dar sungguh menikmatinya dan tidak mau melepaskan wanita itu, sampai wanita itu menghitung kali pelapasan namun Dar mengukungnya dan tidak membiarkannya berhenti walaupun sebentar
Dar mencapai wanita itu dan meniumnya kembali, melu**matnya dan mengi88sapnya lemburt, ia bisa merasakan kalau wanita ini terbiasa dengan perlakuannya, wanita itu bahkan mengalungkan tangan keleher Dar dan ikut terjun menikmati malam yang indah untuk mereka, malam yang penuh dan kenikmatan duniawi
"aku mencapai puncak bebyhh" ucap Dar dan menekan tubuhnya dengan kuat agar seluruh bibit miliknya diterima dengan baik oleh wanita itu, Dar memeluk wanita itu dengan erat dan tidak melepaskannya sampai Dar merasa ingin kembali memeulai lagi
"tuan... mohon mohon tenaga saya, anda sudah mendapatkan apa yang anda mau" ucap wanita itu sebisa mungkin ia tersenyum dan berkata dengan tenang, untuk emnang dan memberontak ia tidak punya dan hanya sia sia,
__ADS_1
ia ingin Dar melepaskannya malam ini dan akan mengundurkan diri dari tempat itu, sebisa mungkin ia akan mencari pekerjaan lain dan akan melupakan kejadian malam ini, sungguh itu sudah putus asa dengan masa, siapa lagi pria yang mau menerima dirinya yang sudah tidak suci lagi
"tidak bebyhh.. aku masih ingin melanjutkannnya, tubuhmu sangat bisa dan memanjakan juniorku hemm" ucap Dar kembali menikmati bibir wanita itu, memberikan rangsangan untuknya agar permainan baru
namun saat Dar ingin memasukkannya kembali, suara pintu kamar terdenagr diketuk seseorang dari luar, Dar mencoba untuk pura pura tidak ingin mendengar dan melanjutkan aksinya, namun ketukan itu terdengar dan membuat sedikit merasa terganggu dan berhenti kegiatannya
"siapa yang kurang hajar mengetuk pintu, apa dia mau mati!"ucap Dar dengan marah dan berjalan menuju pintu, namun sebelumnya, ia mengenakan celana bokser milik dan berjalan dnegan rasa gundah dan kesal
"tidak ada kau tidak menggangguku Mic!'ucap Dar emosi dan melihat siapa yang didepannya, ternyata itu adalah Vin, penganggu malam syadunya
dengan cepat membuka pintu namun semuanya dan mengajak Vin untuk menjauh dari kamarnya, tidak ingin melihat Vin siapa wanita yang bersamanya, dengan kecerdasannya, takut wanita akan lari, Dar engambil kunci itu dan membawanya
"ada apa Vin?"tanya Dar melihat sekelilinya, jika ada Vin disini otomatis Al juga berada disini, kecuali Vin datang tanpa sepengatahuan abangnya itu
"bilang kita pulang besok pagi, saya tidak bisa pulang malam ini" ucap Dar dengan datar, namun dalam hati ia sedikit ragu untuk bertemu dengan dnegan Al, ia tau bagaimana marahnya Al jika membuat anak hilang kesuciannya
"Dar.. kenapa kau berubah seperti ini, apa kau tidak tau bagaimana marahnya Al jika tau hal ini?'tanya Vin teman sahabatnya, Dar sudah dianggap seperti Vin dan Al dianggap sauadara, bagaimana mungkin nanti Vin tega melihat Dar dihukum oleh Al
"Maafkan aku Vin, tapi aku baru saja merusak anak gadis orang, tidak mudah melepaskannya" ucap Dar merasa bersalah, jika tadi ia menikmati tubuh wanita itu tanpa peduli hal lain, namun sekarang ia merasakan penyesalan
"nikahi dia, bawa kerumah dan minta izin kepada om dan tante" ucap Vin memberi saran, namun hal itu mudah untuk Dar, bagaimana mungkin kenal seorang gadis yang tidak ia, bahkan Dar hanya menginginkan tubuh gadis itu saja tadi
"apa kau gila!!. menyuruhku menikahi gadis yang tidak aku kenal!!?'ucap Dar marah, namun memang benar yang dikatakan oleh Vin itu, menikahi gadis itu, namun itu mudah
__ADS_1
"lalu apa rencanamu selanjutnya?"tanya Vin membocorkan mata Dar dnegan tajam, ia hanya ingin melindungi Dar dari amukan singa diluar sana, Al tidak memandnag yang berbiat salah, kecuali Dar mengadu pada pawang singa itu
"aku akan mengurusnya Vin, tapi ajaklah Al pulang, aku tidak mau pulang malam ini. izinkan aku disini untuk amlam ini saja, aku mau membantumu" ucap Dar mencoba meyakinkah Vin agar membawa Al pulang kerumah
untuk besok ia akan mencari akal agar bisa menjawab pertanyaan Al untuknya, tapi malam ini ingin memilih diri dan melihat gadis tadi, apakah layak dinikahi atau tidak
"aku tidak yakin dengan itu, tapi aku akan melakukannya" ucap Vin dan sketsa bahu Dar, ia kembali keluar dan menemui Al yang masih menunggu tanpa menyentuh minuman yang ada disana
sementara Dar, ia kembali masuk ke dalam kamar dan melihat wanita yang tadi ia nikmati sudah terlelap tidur diatas ranjang, airmatanya masih mengalir dan membuat wajahnya terlihat terbakar
"Maafkan aku, namun jika sesuatu terjadi carilah aku dan katakan kau butuh apa. maaf aku tidak bisa menikah denganmu, aku harus menjaga reputasi dan keluargaku, cari aku dan ini untukmu" ucap Dar meletakkan beberapa jumlah uang diatas meja dan menulis surat disana, ia mencium kening wanita itu dan masuk ke dalam kamar amndi untuk membersihkan
Dar berniat untuk keapartemen milik malam ini, ia lebih dulu membersihkan tubuhnya dan mengenakan bajunya kembali, gadis itu yang meninggal karena kelelahan melebihi dirinya
Dar tau itu adalah kesalahan yang snagat fatal untuk dirinya, namun ia juga tidak bisa memaksa untuk emnikahoi wanita itu, ia belum mengenal wanita itu. bagaimana latar belakangnya dan apakah layak atau tidak untuknya, bukan masalah status sosial antara mereka, namun Dar tidak mau memaksa wanita itu
Dar sudah pasti paham kalau wanita itu akan membencinya, mana mungkin ia mau menikah dengan Dar, juga pria seperti Dar masih ingin menikmati hidupnya tanpa terikat dengan wanita, itulah yang mmebuat dar tidak ingin menikahi wanita itu
sementara diluar ruangan Vin meyakinkah Al untuk pulang lebih dulu, masalah Dar ia bisa mengurusnya tanpa Al harus turun tangan, Vin menciba berbicara kepada Al dan mengatakan untuk fokus terlebih dahulu kepada perusahaan yang mengalami penurunan saat ini, itulah senjata Vin agar Al mau pulang dan menetralkan emosinyakami
Berikutnya
jangan lupa like,komen,dan pembaca favorit kalian๐๐๐
__ADS_1