Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 78~S2


__ADS_3

...___...


Genna menggeliat, membuka mata nya setelah tertidur karena rasa bosan. Dia melihat ponsel nya, tapi tak ada juga panggilan masuk dari sang suami untuk menelpon nya balik. Kemana sih laki-laki itu. Kesal Genna.


Masih jam 1 siang, terik matahari sangat menyengat di kulit. Cuaca yang sangat panas membuat nya seketika berpikir tentang es campur yang ada di sebuah lapangan di dekat perumahan nya. Seperti nya enak, tenggorokan kan nya terasa dahaga, menyeruput es campur di tengah tengah panas nya siang ini seperti nya adalah pilihan yang bagus.


Seketika Genna bersemangat, dia bangkit dari tempat tidur nya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya.


Setelah bersiap, maka Genna pun berjalan keluar dari kamar nya. Setengah hari ini, dia sama sekali enggan keluar dari kamar, ber-gelimpungan di atas kasur tanpa ingin melakukan apa pun.


"Bik.." Genna memanggil asisten rumah tangga nya untuk mengajak bibik menemani nya.


"Ya mbak" Bibik berlarian dari tempat nya menyetrika menuju ke arah sang majikan yang memanggil nya.


"Bik, temenin saya jalan yuk beli es campur di depan lapangan" Ajak Genna pada bibik.


Sejenak bibik menoleh ke arah jendela, cuaca di luar sangat lah terik, tapi majikan nya itu mengajak nya keluar dan berjalan kaki, bukan dia takut panas, tapi bibik lebih memikirkan Genna sang majikan. Terlebih lagi pekerjaan nya masih belum selesai.


"Biar bibik aja yang beliin ya mbak, di luar panas banget" Ujar sang bibik menawarkan. Dia tidak yakin jika Genna akan kuat dengan terik nya matahari siang itu.


"Gak usah bik, saya pengen minum es campur nya di sana.." Tolak Genna. Dia sudah sangat menginginkan nya, mungkin air liur nya sampai akan terjatuh yang hanya membayangkan nya saja.


"Ayok bik, saya pengen banget !"


"Iya iya mbak, tunggu sebentar, bibik matiin setrikaan dulu" Ucap sang bibik, lalu berjalan kembali ke tempat setrika untuk mematikan benda itu.

__ADS_1


...___...


"Gue mohon Can, gue pengen banget ketemu Della. Cuma Lo yang tahu di mana Della Can !" Laki-laki itu masih mendesak Candra untuk mengatakan di mana Della pada nya, dia sangat memohon, bahkan dia sampai tidak bangun dari tersungkur nya sejak tadi.


Tatapan Candra merah padam, rahang nya mengeras, tangan nya mengepal kuat. pikiran nya kembali mengingat di mana masa lalu nya dulu bersama Della. Suka duka, hancur dan perih nya kehidupan perempuan itu dulu, penderitaan nya, hanya diri nya yang selalu ada untuk nya. Sampai dia rela meninggalkan Indonesia dan ke dua orang tua nya demi menyelamatkan Della.


Dan bayangan-bayangan penderitaan Della kembali tersirat di depan mata nya. Saat dia menangis, mengandung anak Andrian yang sama sekali tidak di akui nya. Hingga wanita itu melahirkan anak nya seorang diri tanpa sosok Andrian ada di samping nya. Sampai.. Della menghembuskan nafas terakhir nya sebagai hal yang terbaik untuk diri nya. Dari pada dia terus hidup, tapi dengan penderitaan yang tiada henti.


Bukan dia menyesali, dan bukan dia membenci keadaan yang sudah membuat masa depan nya menjadi hancur. Terlebih lagi anak yang dia kandung, bukan dia tak ingin melihat nya tumbuh dewasa, tapi takdir memang sudah memutuskan jalan hidup nya hanya sampai dia melahirkan sosok bayi mungil yang cantik itu ke dunia.


Della tak lagi mampu merawat nya, hingga dia akhir nya menitipkan bayi nya pada seorang laki-laki bodoh yang bersikeras akan menikahi nya. Laki-laki itu ingin menjadi ayah untuk bayi nya, kata nya. Tapi Della menolak, Candra laki-laki yang baik, bahkan kelewat baik nya sampai dia membawa nya pergi dan berniat akan menikahi nya, seorang wanita yang hamil di luar nikah yang sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan laki-laki sebaik Candra.


"Can..!!" Dan suara Andrian membuat nya ter-buyar dari lamunan nya.


Dan ucapan Candra bagai sebuah tamparan kuat untuk Andrian. Laki-laki itu bangkit, berjalan mendekat ke arah Candra seolah meminta nya untuk memperjelas ucapan nya itu.


"Maksud Lo ?"


Candra menarik nafas nya, dan membuang nya dengan perlahan sebelum dia akan memulai menjelaskan nya.


"Della udah gak ada, dia meninggal setelah melahirkan" Jelas nya tanpa ingin menatap Andrian yang berdiri di samping dan sedang menatap nya.


"Apa.." Lirih Andrian tak percaya. "Gak mungkin, Lo bohongin gue kan Can !" Suara nya sedikit meninggi di kalimat akhir. Andrian tak percaya jika Della sudah tiada.


"Yang gue bilang itu kenyataan nya, Della udah pergi.." Ujar nya sekali lagi.

__ADS_1


Seketika Andrian terbungkam. Tubuh nya terhuyung ke belakang seperti tidak kuat untuk bertahan. Benarkah Della sudah benar-benar tiada, tapi mengapa secepat ini. Di saat dia belum sempat meminta maaf pada wanita itu atas perlakuan nya dulu, dan di saat dia belum menyadari betapa buruk nya sikap dia selama ini, terlebih lagi pada wanita itu.


...___...


Andrian berjalan dengan gontai memasuki mobil nya, keluar dari gedung perusahaan Malik group sehabis menyelesaikan urusan pekerjaan, yang ternyata perusahaan tempat dia mengajukan kerja sama sedang di pimpin oleh Candra, laki-laki yang dulu pernah satu kampus dengan nya. Terlebih, laki-laki itu lah yang dia ingat pernah menolong Della dulu.


Andrian terdiam di dalam mobil, menaruh kepala nya di atas setir mobil dengan alas ke dua tangan nya. Diri nya benar-benar sangat kacau setelah mendengar kematian Della, wanita yang dia cari-cari akhir-akhir ini.


Seperti sebuah kata yang sangat nyata. Bahwa karma pasti ada, setiap perbuatan pasti akan berbalik kepada nya. Itu lah yang Andrian rasakan saat ini. Menyesal, sudah tidak berguna lagi, kata maaf pun percuma, karena wanita yang sudah dia sakiti telah pergi untuk selama-lamanya.


"Maafin aku Dell..." Gumam Andrian, dia sampai menangis menyesali semua perbuatan nya.


...___...


Shiiiitttt !!!!


Andrian memaksa kan laju mobil nya untuk terhenti, membanting setir demi menghindari seseorang yang tengah berjalan. Karena tak bisa fokus, pikiran yang melayang-layang membuat nya kehilangan kendali saat berkendara.


Tapi percuma saja, bahkan orang itu sudah sedikit terpental karena diri nya yang tak sampai untuk benar-benar menghentikan paksa mobil nya.


...___...


Like, komen, jangan lupa vote yah πŸ˜ƒ gift pun boleh dong πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘


Selamat hari SeninπŸ’š

__ADS_1


__ADS_2