Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
108~S3


__ADS_3

...___...


Hilma bangkit berdiri. Menatap ke tiga orang yang juga sedang menatap nya.


"Gue udah bayar lo mahal, jadi enggak usah banyak bacot buat mimpi bisa keluar dari sini !"


Wanita itu menuding Hilma. Menatap nya acuh dengan rasa ketidak pedulian nya akan ucapan Hilma barusan.


Memang nya apa peduli nya, meski telah membayar mahal dua gadis perawan itu dari Andi, tetapi semua nilai nya akan tergantikan justru 3 kali lipat harga nya.


"Tante..!"


Hilma berlari mengejar sang pemilik rumah bordil yang akan beranjak pergi. Menahan langkah kaki wanita itu dan memohon di sana.


"Tolong, lepasin kami berdua Tante, kasihanilah kami tan-"


"Gue beli lo berdua itu pake uang, bukan pake daun ! jadi mana bisa gue mau lepasin kalian barang berharga dengan cuma-cuma !!"


Wanita itu memekik, menatap tajam dan sinis pada Hilma yang memohon sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak akan pernah dia lakukan untuk mereka.


"Tan, saya mohon-"


"Udah sana ganti baju !" Sentak wanita itu sambil mendorong Hilma hingga Hilma terpental ke belakang. Beruntung, dengan sigap Della menahan nya.


"Tante...' Hilma memekik histeris. Menangis tergugu dan kembali mengejar wanita pemilik rumah bordil itu yang dengan cepat kembali menutup dan mengunci pintu nya.


"Tante bukain, biarin kamu pergi dari sini !!" Teriak nya memukul-mukul daun pintu.


Ia masih tidak rela, jika hidup dan masa depan nya akan hancur di tempat seperti ini.


...___...


Detik-detik berlalu, sudah satu jam lama nya tetapi hilma dan Della sama sekali enggan mengganti pakaian mereka dan juga berdandan.


Mereka berdua hanya sibuk memikir kan cara bagaimana agar mereka bisa keluar dari tempat terkutuk ini.


Dan daun pintu pun kembali di buka seseorang dari luar dan membuat Hilma dan juga Della bangkit berdiri sambil menatap ke arah pintu.


"Kalian kok belum ganti baju sih !" Sentak wanita yang di kenal panggilan nya dengan sebutan mom Angelina itu.


Wajah nya terlihat meradang. Marah karena ke dua gadis perawan itu tak menuruti perintah nya juga.


Haduh.. mana klien yang sudah membayar mahal mereka berdua sudah datang lagi.


Mom Angel berdecak lidah. Terlihat bingung karena pasti ini akan mengecewakan para klien nya. Ke dua gadis perawan ini sangat berlian bagi nya. Terbilang dia mendapatkan ke untungan 10 kali lipat dari biasa nya.

__ADS_1


Lebih-lebih lagi wanita itu di buat panik karena ke dua klien nya datang menghampiri ke kamar ini. Mungkin tak sabar akan lama nya menunggu pesanan mereka.


"Eh.." Mom Angel tersenyum penuh ke ramahan. Bersikap baik seolah meminta maaf atas pelayanan nya yang kurang memuaskan.


"Mana ?" Tanya salah satu laki-laki yang terbilang tak muda lagi.


Mom Angel menunjuk ke dalam kamar. Melangkah masuk mengikuti dua klien nya.


Sementara Hilma dan juga Della semakin ketakutan kala melihat dua orang laki-laki yang mungkin sudah membooking nya.


"I-ini mereka bos, maaf mereka selalu melawan sejak datang. Enggak mau dandan dan ganti baju !" Gumam mom Angel pada dua klien nya.


"Gak penting, begini aja udah keliatan cantik !" Ujar laki-laki yang berperawakan sedikit gemuk, terlihat seperti om om hidung belang pada umum nya.


"Saya mau dia !" Ujar nya lagi yang menunjuk Hilma.


Hilma memundurkan langkah nya. Tubuh nya bergetar hebat dengan rasa takut yang lebih menyeramkan dari pada hal-hal yang berbau horor.


"Ehehe, bos tenang aja. Asalkan harga nya cocok bos bisa bawa gadis itu sekarang juga !" Ucap mom Angel kegirangan. Wanita itu sudah terbayang-bayang akan lembaran uang yang melimpah untuk nya malam ini.


Setelah berdiskusi kecil, merasa cocok dan deal. Kini ke dua laki-laki bajingan itu melangkah menghampiri Hilma dan Della.


Semakin lah rasa takut di antara ke dua nya.


Mereka terus meronta. Menepis kuat tangan mereka yang bersiap menggeret untuk membawa nya ke suatu tempat untuk bersenang-senang.


"Tolong...!!"


Hilma dan Della menangis. Hanya bisa berteriak meminta tolong meski mereka tahu tidak akan ada yang bisa menolong nya di sana.


Sungguh mengenaskan, menyedihkan.. Nasib buruk yang akan menghancurkan hidup dan masa depan mereka.


...___...


BRAK !!!


Seketika orang-orang yang ada di dalam rumah itu berhamburan saat melihat ke datangan segerombolan orang berpakaian serba hitam dengan senjata api di tangan mereka.


Dengan sergap orang-orang itu menangkap, ada yang menggeledah. Mendobrak pintu pintu kamar yang di dalam nya ada sepasang orang yang sedang bercinta.


"Cari Della !" Ujar Anan pada beberapa anak buah nya.


Sekelompok orang membekuk para bodyguard mom Angel. Begitu juga dengan wanita pemilik tempat itu, yang juga berhasil di bekuk dan di bawa ke hadapan Anan.


"Ini akibat anda karena sudah berani berurusan dengan saya !" Ujar Anan menusuk, tatapan nya tajam lurus ke depan tanpa ingin menatap wanita seperti mom Angel.

__ADS_1


Sementara wanita itu hanya diam mematung tak mampu berkutik sedikit pun.


"Om Anan..!"


Reflek Anan memutar tubuh nya ke belakang saat telinga nya mendengar suara yang sangat dia kenal.


"Della !!" Seru Anan menghampiri gadis yang di banjiri air mata itu.


"Kamu tidak apa-apa nak ?" Anan panik, melihat Della dari atas kepala hingga ke ujung kaki. Takut, jika sesuatu hal yang buruk telah terjadi kepada nya.


"Della tidak apa-apa om." Jawab gadis itu dengan suara yang masih gemetar.


...___...


Di lain sisi


"Tolong lepasin saya om, saya mohon.."


Hilma. Gadis itu terus menangis, memohon, mengiba agar laki-laki beringas di depan nya ini rela melepaskan nya. Dia terus berusaha menghindari laki-laki itu sebisa mungkin, melempar apa pun yang di temui nya pada laki-laki itu agar tak mendekati bahkan sampai menyentuh nya.


"Lo minta gue buat lepasin lo ! Ck! gue udah bayar lo mahal-mahal, kalo Lo minta gue lepasin lo gampang, Lo harus balikin uang gue 3 kali lipat !!" Ujar laki-laki biadab yang seolah sedang membunuh seorang gadis kecil seperti Hilma.


"Saya mohon om, saya cuma gadis kecil yang gak tau apa-apa, saya enggak akan bisa bahagiain om !"


"Justru gadis kecil kayak lo yang gue mau !"


Hilma semakin gemetar, nafas nya naik turun dengan rasa bingung yang entah harus dengan cara apa lagi dia merayu laki-laki itu.


Hilma tersudut kan, tak ada lagi barang apa pun yang bisa dia lempar untuk menghindari laki-laki itu.


"Menjauh dari saya !!" Tuding nya sambil menangis.


Dengan seringai jahil, senyuman nya yang nakal laki-laki itu terus melangkah maju, mendekati Hilma seolah akan menerkam nya bagai mangsa.


.


.


.


.


"Enggak !!! lepasin saya.. Tolong !!!"


...___...

__ADS_1


__ADS_2