Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 31~S2


__ADS_3

...___...


Genna semakin gemetar, terus mundur dengan mimik wajah ketakutan, dia menelan saliva nya yang terasa sangat kelu, sebagai seorang wanita, Genna pun cukup paham dengan apa itu malam pengantin. Meski tak berpengalaman, namun Genna cukup paham apa yang akan di lakukan oleh sepasang pengantin di malam pertama mereka.


Genna memalingkan wajah nya ke sembarang arah, tak ingin dia menatap wajah Candra yang terlihat sangat menyeramkan kali ini, laki-laki itu sungguh terlihat seperti singa yang sangat kelaparan, yang akan siap menerkam mangsa yang sudah berdiri di hadapan nya.


Candra terus mendekat, dengan tatapan dan seringai yang sulit di artikan. Kali ini, laki-laki itu bahkan tidak terlihat seperti biasa nya.


"Om.." Lirih Genna yang menahan dada Candra dengan satu tangan nya.


"Apa yang kamu takut kan ?" Ucap Candra bertanya.


"Em.." Genna sedikit berpikir, dia sungguh takut dan belum siap jika harus melayani dan menyerahkan diri nya pada sang suami. Apa lagi, yang dia tau tentang berhubungan badan itu akan sakit, terlebih lagi jika untuk yang pertama kali.


"A-aku takut om, kata nya.. i-itu.. sakit !" Ucap Genna terbata.


"Itu ?" Melihat Genna saat ini, sungguh membuat perut Candra merasa geli, ingin dia tertawa melihat ekspresi dan tingkah nya. Lucu sekali, pikir nya.


Lalu dengan gerakan cepat Genna mengangguk kan kepala nya.


"Itu, apa maksud kamu ? saya gak ngerti" Tutur Candra yang berpikir ingin menggoda Genna.


Lagi-lagi Genna menelan saliva nya yang terasa kelu. Melihat Candra yang semakin mendekat di tambah lagi dengan pertanyaan nya itu, laki-laki itu memang tak tahu, atau dia sedang berpura-pura tidak tahu untuk menggoda nya.


"Itu, kalau berhubungan suami dan istri om, kata nya itu sakit !" Kesal Genna berucap dan tanpa malu-malu.


Mendengar ucapan Genna yang berani, membuat Candra semakin ingin menggoda nya.


"Benarkah ?"


"Iya om !" Tegas nya.


"Gimana kalau kita buktikan ?" Ucap Candra lirih dengan mendekat kan wajah nya ke arah Genna.


"Ayo.. pasti benar apa yang aku bilang kalau itu sakit !" Sargah Genna yang secara tidak langsung seperti sedang menantang nya


"Jangan kabur jika belum terbukti kalau itu sakit !" Tegas Candra yang menubruk tubuh Genna hingga membentur dinding. Dengan cepat Candra mengunci gadis itu dengan ke dua tangan di sisi tubuh Genna.


Dan kini, tatapan mereka saling bertemu, saling memandang manik mata yang bahkan semakin dalam. Perlahan-lahan, Candra semakin mendekat kan wajah nya, mendekatkan bibir nya ke arah bibir Genna yang entah kenapa semakin menggoda. Tak pernah-pernah nya Candra merasa begitu tergoda seperti ini saat dekat dengan wanita.

__ADS_1


Genna memejam kan mata nya, namun dengan takut-takut, dia sembari mencoba menghindari nya. Dia menelan saliva nya dengan susah payah, meremas jarik batik kebaya yang dia masih gunakan.


Dengan gemetar, Genna masih memejamkan mata nya, namun entah kenapa suasana nya menjadi hening. Tak ada sesuatu yang lembut seperti bibir suami nya itu yang menempel pada bibir nya, atau kah dia tidak jadi mencium nya ?


Dengan perlahan Genna membuka mata nya, tampak terlihat wajah tampan sosok laki-laki yang sudah berjarak agak jauh dari wajah nya, laki-laki itu sedang tersenyum lebar menatap nya.


"Kamu kenapa memejamkan mata ?" Tanya Candra yang bahkan lebih terdengar seperti sedang mengejek nya.


Genna membuang wajah nya, menatap ke sembarang arah demi tak menatap wajah menyebalkan laki-laki yang saat ini sedang tersenyum menang di hadapan nya.


Demi apa pun, laki-laki itu sudah benar-benar membuat nya merasa malu.


Dengan gerakan cepat, Genna menyingkir kan ke dua tangan Candra, menghentakkan nya sehingga membuat ke dua tangan laki-laki itu terlepas dari dinding.


Genna mencebik, menatap tajam serta menggertakkan gigi nya menatap laki-laki itu. Kemudian, dia berjalan dengan sedikit menabrak pundak Candra dan pergi meninggalkan nya.


Sementara Candra, dia tersenyum lucu menatap gadis yang sudah menjadi istri nya itu


...___...


Genna berjalan tergesa-gesa, sesekali menoleh ke belakang untuk melihat apa kah laki-laki itu turun mengikuti nya. Dia sedikit berlari, nafas nya memburu karena terlalu kesal pada laki-laki itu.


"Aw.." Genna memekik, sedikit kesakitan karena tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


"Gleen !!" Seru nya saat dia menatap orang yang di tabrak nya itu.


"Lo kenapa Gen ?" Tanya Gleen pada Genna.


"Gue-"


"Loh, sayang.. kamu kenapa ?" Sargah Sadifa yang baru saja datang.


"Oma.." Ucap Gleen dan Genna bersamaan.


"Em, a-aku.." Genna tertahan, menatap ada Daddy dan mommy nya yang berada di ruang tengah, dia pun berjalan menuju ke arah mereka dan meninggalkan Gleen dan juga Sadifa.


"Daddy, mommy !!" Seru Genna, membuat Anan dan juga Cinta sedikit kaget.


"Sayang, ada apa ?" Tanya Cinta pada putri nya itu.

__ADS_1


"Kenapa kamar aku lebay kaya gitu ! banyak bunga-bunga, gak jelas banget sih !" Seru Genna bertanya, namun terdengar lebih ketus karena merasa tidak suka.


Cinta menoleh ke arah mama mertua nya, menatap Bu Maria karena ini semua adalah ide dari nya.


"Em, itu.."


"Aku gak suka mom !" Sahut Genna sembari mencebik.


"Sayang, kan seharus nya kamar pengantin ya seperti itu, penuh suasana yang romantis !" Sargah Bu Maria menyahuti.


"Ya tapi kenapa harus banyak bunga di mana-mana, Oma kan tau aku gak suka sama bunga !" Ujar nya.


"Udah udah, jangan marah-marah gitu ah, mending sekarang kamu kembali ke kamar temani suami kamu !" Sahut Anan menengahi.


"Em, a-aku.." Genna menahan ucapan nya, mengingat Candra suami nya, sungguh membuat kekesalan nya kian kembali memuncak karena sudah mempermalukan nya.


...___...


Rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi, rasa dingin kian semakin menusuk ke dalam kulit, membuat siapa pun pasti akan merasa menggigil di sana.


Namun tidak untuk seorang gadis manis yang begitu betah menatap dan menikmati dingin nya malam dengan rintikan air hujan yang turun, membuat bintang-bintang di langit enggan untuk menampakkan ke indahan nya.


Della, begitu betah berdiri di tepian rumah yang menghubungkan antara lorong-lorong ruangan menuju taman.


Ya, sebagian keluarga yang menghadiri acara pernikahan Genna dan Candra menginap di kediaman mewah Anan, termasuk Risky, Tina dan juga Della.


"Kamu ngapain di sini sendirian Del ?"


Dan suara seseorang telah mengejutkan gadis itu.


"Gleen.." Sapa nya.


"Di sini dingin banget, nanti kamu masuk angin" Ujar Gleen pada Della


"Taman ini indah banget Gleen, aku suka !" Ucap Della, yang sebenarnya dia sedang berbohong.


...___...


Cieee kesel ga tuh 😂 MP iyak-iyak nya gak jadi 😝😝🤣🤣 ahahah

__ADS_1


__ADS_2