
Melihat dirinya yang menangis pilu seperti itu, membuat hatiku sakit seolah merasakan sakit yang ia rasakan, aku tidak menyukai itu!!
~Aland Chavalier
Lama aland berdiam diri,
mematung didepan pintu kamar asya, mendengar asya menangis sampai tidak ada
lagi suara tangisan yang terdengar, mungkin gadis itu sudah tidur atau asya
mungkin sudah Lelah karna menangis seharian.
“apa gadis itu,apa sudah
tertidur?” tanya aland dan mencoba untuk melihat asya kedalam, ia membuka knop
pintu dan melirik kesana-kemari, melihat gadis itu sudah tertidur aland
mendekat dan menyibak rambut yang menutupi wajah asya
“cantik, tapi kenapa dia
terlihat banyak beban dan menangis sepanjang tadi” batin aland dan mengelus
pipi asya dengan lembut, aland bisa meraskan apa yang sedangdialami asya. Aland
tau bagaimana rasanya berada ditengah orang-orang yang tertawa bahagaia dan
hanya kita sendiri yang merasa menangis dalam sepi
“apa sebanyak itu beban yang
kamu pukul, apa yang membuatmu seperti ini?’ gumam aland dan mengangkat asya
berpindah kekamar miliknya, ia merasakan kesedihan gadis itu
Pelan-pelan aland meletakkan
asya diatas kasurnya, ia mengelus dan sekilah mengecup bibir asya yang sedari
tadi menggoda dirinya, membuat alibi aland naik dan dibawah san tegang tak tau
malu
“dasar!, apa kau tidak tau
malu?, dia terllau kecil untukmu bodoh!!” maki aland pada juniornya yang hanya
begesekan dengan asya sudah mengang sempurna untuk dijinakkan, Aland masuk
kedalam kamar mandio untuk bermain solo, sambil menunggu asya bangun.
Sedangkan dikantor A/V corp,
vin sedang pusing sendiri karena terlalu banyak berkas yang harus ia urus,
ketidak ddatangan aland kekantor membuat asistennya itu menjadi sibuk hingga ia
lupa menjemput asya dari sekolahnya.
“astaga ini sudah jam berapa,
apa asya sudah pulang atau belum” monolog vin Ketika melihat jam tangannya
sudah menunjukkan pukul empat lewat seperempat
Dengan cepat vin menelfon
tuannya agar memberitahu aland bahwa dirinya belum menjemput gadis yang
ditolong aland tiga hari yang lalu
“hallo tuan, maaf menganggu
waktu tuan, saya hanya ingin memberitahu kalau saya belum menjemput nona asya”
kata vin ditelfonnya
“gadis lugu itu sudah disini
__ADS_1
vin, dia pulang lebih cepat tadi” kata aland dibalik sambungan telefon dan hal
itu membuat vin bingung, karna tidak biasanya asya pulang cepat
“baik tuan, kalau begitu saya
lanjutkan pekerjaan saya” kayta vin dan ingin mengakhiri panggilannya, namun
cepetanya ditahan oleh vin
“kau cari tau tentang keluarga
gadis lugu ini, jangan ada yang terlewatkan sedikitpun, untuk pekerjaanmu yang
masih tersisa, kau bisa mengerjakannya besok atau kau bisa datang ke
apartemenku aggar aku mengerjakannya juga” kata aland, karna ia tau betul
bagaimana vin jika bekerja, pasti secepat mungkin selesai dan dirinya tinggal
menanda tangani berkas apa yang harus ia tangani
“baik tuan, saya kerjakan
sekarang” kata vin padahal dalam hatinya ia merutuki tuannya yang hanay
menyuruh seenak hatinya, padahal ia tau aland pasti mengetahui bahwa
pekerjaannya sudah diselesaikan oleh dirinya
“huh,,, untung saja gajiku
tinggi, kalau tidak bisa-bisa aku menguliti mu hidup-hidup” kata vin setelah
telefon mereka terputus
Sementara diapartemen, asya
baru saja bangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya sedikit berbeda,
mengapa dia bisa berada di kamar aland, apa pria itu yang membawanya kemari?
tv diruang tamu kaget meloihat asya yang berjalan kearahnya, naun hal yang
paling dikagetkan aland adalah asya yang tidak sadar bahwa dirinya saat ini
bisa-bisa mmebuat aland tidak mampu menahan diri, bagaimana tidak, rambut asya
yang sedikit acak-acakan dan suara khas seksi bangun tidur, belum lagi baju
asya terangkat keatas dengan rok sekolah yang sedikit terangkat juga
Glekk..
Aland menelan ludahnya senidri
melihat penampilan gadis lugu didepannya ini, aland sungguh tidak bisa menahan
diri lama-lama jika seperti ini
Asya duduk dengan nyawa yang
masih belum terkumpul semua, ia menatap aland dengan tatapan sendu dan Kembali
menangis, masih teringat dengan nasibnya
“apa yang membuatmu menangis?
Apa aku menyakitimu?” tanya aland sambil menoleh asya yang duduk tidak jauh
dari dirinya
“tidak om, hanya saja asya baru
saja dikeluarkan dari sekolah, asya berpikir bagaimana nasib asya dimasa depan,
apa asya masih bisa hidup seperti ini atau malah menjadi budak orang seumur
hidup” kata asya mulai bercerita kepada pria yang menatapnya
__ADS_1
“apa begitu berat?” tanya aland
dan mendekati asya sambil menarik gadis itu kepelukannya
“ini tidak berat om, hanya saja
asya tidak bisa melewatinya jika hanya sendirian, asya mau ikut sama ayah dan
bunda saja” kata asya menangis dipelukan aland
“jangan berkata seperti itu,
aku tau apa yang kamu rasakan, aku pernah diposisi itu” kata aland dan membuata
sya berhenti menangis, menatapnya dengan penuh tanda tanya
“maksud om apa?” tanya asya
dengan mata polos dan wajah yang menggemaskan bak anak kecil yang menunggu
cerita dongeng dari ibunya
“lalu aku bertahan sendirian
ditengah orang-orang yang mengucilkan ku, bahkan aku pernah berpikir menyusul
mereka diatas sana” kata aland dan masih ditatap mata polos asya
“apa om juga tidak punya
keluarga seperti asya?” tanya gadis polos dan lugu itu
“aku punya paman yang baik
untukku, namun aku merasa itu belum cukup jika tidak ada orangtua yang
mendampingiku” kata aland yang mulai membuka cerita tentang dirinya kepada
gadis polos itu
“tapi mengapa om bisa sampai
seperti sekarang, punya pekerjaan dan hidup mewah” kata asya karna kenyataannya
dia tidak bisa menikmati hidupnya barang sedetik pun, semuanya selalu penuh
airmata
“aku bertahan karna aku harus
membuktikan kepada dunia, bahwa anak yatim piatu yang mereka hina juga bisa
sukses” kata aland dan memeluk erat gadis lugu didekapannya
Asya yang merasa nyaman
dipelukan aland diam mematung dan mencerna setiap kalimat yang keluar dari
mulut aland, rasanya ia mendapat semangatnya Kembali setelah bercerita dengan
pria yang terbilang tua darinya, namun sedetik kemudian aland yang notabenya
tidak bisa menahan diri jika sudah berdekatan dnegan asya langsung mendekatkan
dirinya dan mencium biobir gadis itu dengan perlahan
Mendapat serangan dadakan dari
aland, membuat asya si gadis polos kelabakan harus bersikap seperti apa, ia
tidak tau acranya berciuman karna ini hal yang pertama untuknya, lama aland
menikmati bibir gadis itu sampai akhirnya asya membuka mulutnya dan itu menjadi
celah untuk aland masuk kedalam dan menikamti apa yang seharusnya ia nikmati
next
Berikan komentarmu untuk mereka
__ADS_1
ya readers:>