Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 44~S2


__ADS_3

...___...


Tubuh nya semakin menegang, perasaan yang tak karuan benar-benar menyiksa nya. Dada nya bergemuruh, ini adalah cobaan dan lebih tepat nya adalah sebuah godaan yang benar-benar menyiksa nya.


Candra seorang pria normal, melihat dan berada dalam situasi seperti ini tentu saja dia langsung bereaksi. Mengapa dia harus terus menahan keinginan nya, sedangkan dia sudah meng-halal kan gadis itu menjadi istri nya.


Terus menerus laki-laki itu membuang nafas nya dalam, mencoba menahan diri karena istri nya itu sedang dalam ke adaan yang tidak baik. Dia demam tinggi dan Candra melakukan semua ini semata-mata hanya untuk menurunkan demam nya.


Beberapa menit kemudian, Candra yang di bawah selimut memeluk istri nya itu mengecek suhu tubuh Genna. Menempelkan punggung tangan nya pada dahi dan juga leher yang ternyata demam nya sudah mulai turun. Candra pun merasa lega.


Pukul setengah 9, perut nya terasa sangat lapar. Ya, dia bahkan belum mengisi apa pun perut nya itu dengan makanan pagi ini. Melihat Genna yang masih memejam kan mata nya, Candra pun bangkit dan berniat akan pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Laki-laki itu meraih kembali kemeja putih nya. Memakai nya, lalu kemudian berjalan keluar kamar dan menuju dapur, dia membiarkan Genna yang masih terlelap di sana.


Karena sedikit malas bergerak, Candra pun hanya membuat roti tawar dengan selai coklat ke sukaan Genna dan juga selai kacang untuk nya. Tak lupa, dia juga menuangkan 2 gelas susu, satu untuk Genna, dan satu lagi untuk nya. Setelah dia selesai memakan sarapan nya, Candra pun kembali berjalan ke lantai atas dan membawakan sarapan untuk sang istri


Genna masih tidur, ada rasa khawatir terhadap Genna. Demam nya sudah benar-benar turun tapi kenapa gadis itu belum juga membuka mata nya.


Candra duduk di tepian ranjang setelah dia menaruh nampan sarapan di atas meja nakas. Dia duduk di samping Genna dan mencoba untuk membangunkan nya lagi.


"Gen, Gen bangun Gen.." Dengan pelan Candra sambil menepuk-nepuk pipi istri nya pelan.


Genna merespon, dia menggeliat dan berusaha membuka mata nya. Samar-samar pandangan nya menatap sosok laki-laki yang menatap nya itu.


"Bangun dulu, sarapan Gen.." Tutur Candra.


Pelan-pelan gadis itu berusaha bangkit meski kepala nya masih terasa sangat berat dan pusing. Dia mencoba mendudukkan diri nya dan menyandarkan kepala nya pada sandaran tempat tidur.

__ADS_1


Genna tak menyadari, jika setengah tubuh nya saat ini masih tak menggunakan apa pun. Selimut nya sedikit ter-perosot dan hampir saja memperlihatkan tubuh nya.


Namun reflek Genna tersadar, dia menarik selimut dan mengintip ke dalam nya. Gadis itu membulatkan mata nya saat dia melihat setengah tubuh nya yang polos tak memakai apa pun. Dengan cepat, dia menarik semua selimut dan menutup tubuh nya rapat-rapat.


"Om, baju aku kemana ?" Tanya nya dengan suara yang perau.


Ah ya, Candra lupa tak memakai kan nya kembali setelah terasa demam nya turun tadi.


"Em, i-itu.." Candra terbata. Bagaimana dia harus menjelaskan pada gadis itu.


"Om ! macem-macem ya sama aku !" Seru Genna menuduh nya.


"Enggak-enggak ! enggak Gen, saya gak ngapa-ngapain kamu kok !" Ujar nya seraya menggelengkan kepala nya cepat


Genna terlihat panik, wajah nya ketakutan, takut jika Candra telah berani macam-macam terhadap nya dalam ke adaan dia yang tak sadarkan diri. Ya, begitu lah Genna. Dia akan selalu tak sadarkan diri jika tubuh nya mengalami demam tinggi.


Untuk sejenak Genna terdiam. Dia berpikir membenarkan apa yang telah di lakukan Candra suami nya. Di saat dia demam tinggi hingga tak sadarkan diri, mommy nya akan selalu mendekap tubuh nya hingga demam nya mulai turun.


Tapi.. kenapa Candra harus membuka pakaian nya, atau mungkin dia sedang mencari-cari kesempatan untuk menyentuh nya ? Dan itu arti nya.. laki-laki itu sudah melihat nya ?


"Maafin saya Gen, saya gak ada maksud lain kok.." Jelas nya lagi.


Genna mengangkat wajah nya, menoleh dan menatap Candra dengan wajah nya yang terlihat berbeda, seperti nya laki-laki itu memang terlihat tulus terhadap nya.


Mungkin kah dia sudah salah jika dia masih tak membiarkan untuk laki-laki itu menyentuh dan meminta hak nya..


"Gen, kamu percaya kan sama saya ?"

__ADS_1


Genna kembali menunduk, entah mengapa dia sangat merasa bersalah pada Candra saat ini.


"Maafin aku om.." Lirih Genna, yang membuat Candra menatap nya bingung.


"Maaf, buat apa ?" Tanya nya. Pasal nya, Candra lah yang sudah membuka pakaian Genna tanpa persetujuan nya, tapi kenapa sekarang malah Genna yang meminta maaf pada nya


"Om, kenapa sih mau nikah sama aku ? aku tu gak baik, gak bisa ngapa-ngapain.. gak berguna banget malah.." Lirih Genna tiba-tiba.


Candra terkekeh. "Kamu kenapa tanya nya gitu Gen ?"


"Ya apa coba yang bisa di banggain nikah sama perempuan kaya aku.." Gumam nya.


Candra tersenyum kecil, meraih satu tangan Genna dan menggenggam nya dalam genggaman ke dua tangan nya.


"Gen, kamu itu istimewa. Karena kamu sudah menjadi istri saya, apa pun kelebihan dan kekurangan kamu saya harus menerima nya. Saya harus menjaga dan melindungi kamu, membahagiakan kamu secara lahir dan batin, karena saya sudah mengambil alih kewajiban atas kamu dari Daddy mu. Jadi.. apa pun itu, saya tetap bersyukur atas kehadiran kamu" Ujar Candra panjang lebar.


"Tapi aku benar-benar gak bisa jadi istri yang baik om !" Sargah Genna. "Buat kopi aja aku gak bisa, apa lagi yang lain.." Ujar nya me-lirihkan suara nya.


"Kamu hanya perlu waktu untuk belajar Gen.." Sahut Candra seraya menyentuh sisi kepala gadis itu dan mengusap nya lembut di sana.


Genna tertegun menatap sikap manis Candra. Mata nya menatap wajah yang terlihat menenangkan. Dia baru menyadari, ternyata di balik sikap Candra yang menurut Genna selalu menyebalkan selama ini, ternyata ada sisi sikap manis dan lembut dalam diri nya. Hati Genna merasa tersentuh.


Sedikit lama untuk Genna memandang wajah yang sedang mengulas senyuman yang semakin membuat wajah nya terlihat tampan. Hingga dia merasa malu-malu saat pandangan mata mereka saling bertemu.


"Gen, saya.." Candra menatap Genna semakin dalam, perlahan, dia mendekatkan diri nya ke arah istri nya itu.


...___...

__ADS_1


__ADS_2