
...___...
Gleen menggeliat, memaksa membuka mata nya yang masih terasa sangat mengantuk.
Dia menatap jam di dinding ruang tengah, yang sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi.
"Hoaamm.." Laki-laki itu mendudukkan diri nya. Meregangkan otot-otot tubuh yang terasa sangat remuk karena tak biasa tidur di sofa. Sungguh menyakit kan.
Gleen ter-jingkat, mengarahkan pandangan nya ke arah dapur karena hidung nya mencium sesuatu yang mengaduk-aduk perut nya. Sungguh membuat nya lapar.
Dia bangkit, melangkah perlahan menuju dapur dan mengernyit di ambang pintu.
Seorang gadis yang sedang sibuk berkutat dengan peralatan masak nya. Rambut panjang nan hitam nya yang tergerai, menggunakan kemeja merah muda yang kebesaran menenggelamkan tubuh mungil dan pendek nya.
Itu... Hilma kan ? pikiran nya bertanya-tanya.
"Hil.." Panggil Gleen ingin memastikan jika itu memang Hilma.
Hilma terkejut, menoleh ke arah belakang dan menatap laki-laki yang bersandar di pinggir pintu.
"M-mas.." Sapa nya sambil tersenyum malu. "U-udah bangun ?" Tanya nya.
"Lo udah sembuh ?" Mengabaikan pertanyaan Hilma. Gleen justru berjalan ke arah meja makan sambil bertanya.
"Sudah mas.." Jawab Hilma. Dia pun kembali sibuk mengaduk masakan nya.
Gleen duduk di kursi meja makan. Menumpu telapak tangan nya di bawah dagu sambil menatap punggung Hilma.
Hilma pun terlihat sedang menata nasi goreng buatan nya di atas piring, menambahkan telur ceplok di atas nya dan juga dua buah irisan tomat. Gadis itu berbalik, berjalan ke arah meja makan dan menaruh sepiring nasi goreng di hadapan Gleen.
"Sa-sarapan nya mas" Ucap Hilma terbata. Gleen terus saja menatap nya, bahkan mata itu hampir tak berkedip. Sungguh membuat nya jadi malu.
"M-mas, mau di buatin minum apa ?" Tanya Hilma membuyarkan lamunan Gleen.
"Eh, kopi aja, gula nya sedikit !" Ucap Gleen, laki-laki itu menjadi salah tingkah. Dia pun merasa malu karena terus memandangi Hilma sejak tadi.
"Rumah lo dimana Hil ?" Tanya Gleen yang ingin mencair kan suasana nya yang tiba-tiba saja menjadi canggung.
Dia menarik sepiring nasi goreng lebih mendekat ke arah nya dan menyendok kan nya ke dalam mulut.
Ini sungguh, terasa sangat enak nasi goreng buatan gadis kecil itu. Jago masak juga ternyata dia. Batin nya.
"Tidak jauh dari Club' mas, rumah saya masuk gang kecil" Ujar Hilma sembari menaruh kopi buatan nya di hadapan Gleen.
"Gue mau kerja, lo bisa kan pulang sendiri, ntar gue pesenin taksi online buat Lo jalan" Gleen, bahkan terlihat begitu lahap memakan nasi goreng buatan Hilma.
__ADS_1
"Terimakasih mas, mas sudah banyak menolong saya" Ucap Hilma yang tetap berdiri di samping kursi Gleen.
Gleen hanya diam dan terus menikmati sarapan nya.
"Lo, gak makan ?' Gleen menolehkan kepala nya menatap ke arah Hilma.
Pelan, gadis itu menggeleng.
"Lo sarapan dulu, pulihin tenaga lo, baru lo bisa pulang !" Ujar Gleen sembari memasukkan suapan terakhir ke dalam mulut nya.
"Gue mau mandi, entar sambil pesen taksi buat lo !" Gleen pun bangkit, menenggak segelas air putih hingga tak tersisa kemudian melangkah pergi.
...___...
Gleen pun sudah siap dengan setelan jas kantor nya. Rambut nya yang masih agak basah dan sedikit berantakan membuat laki-laki itu terlihat berbeda.
Bau harum nya wewangian laki-laki itu begitu menyeruak Indra penciuman.
Dasi yang masih belum tertata rapih pada leher nya namun entah mengapa justru membuat penampilan laki-laki itu semakin mempesona.
"Taksi lo udah di depan" Ucap Gleen pada Hilma yang menunggu nya di ruang tengah.
Hilma mengangguk. "Makasih mas.." Ucap nya sekali lagi
Gleen dan Hilma pun melangkah bersama keluar dari apartemen nya. Terdengar obrolan-obrolan kecil di antara mereka.
Itu Della.
Della pun baru saja keluar dari dalam apartemen nya. Namun tak di sangka dia pun di suguhkan dengan pemandangan yang sangat mengejutkan hati nya.
Gleen dan Hilma pun menghentikan langkah mereka tepat di hadapan Della.
Hanya saling diam. Della yang terus memandang dua orang yang saling berdiri berdampingan itu. Namun Gleen yang terlihat lebih cuek di sana.
"Gleen.." Sapa Della. Namun tatapan nya tak terlepas dari seorang gadis yang terbilang cukup cantik di samping laki-laki itu. Namun gadis itu tersenyum manis pada nya.
"Lo bisa bareng gue hari ini ke kantor !" Ucap nya yang tak mengindahkan sapa an dari Della.
Della pun mengangguk. Lalu mengikuti Gleen yang sudah melangkah jauh di depan nya.
Sesampainya mereka di basement gedung apartemen, Gleen menghentikan langkah nya. Dia berputar ke arah belakang dan menatap Hilma yang berdiri di belakang nya.
"Itu taksi lo Hil, kesana aja, bilang atas nama lo sendiri" Ujar Gleen menunjuk sebuah mobil yang terparkir agak jauh di sana.
Gleen pun meraih dompet, membuka nya dan menarik beberapa lembar uang seratus ribuan dan memberikan nya pada Hilma.
__ADS_1
"Untuk ongkos taksi" Ujar nya sembari memberikan nya pada Hilma.
Hilma mematung. Memandangi uang dan juga wajah Gleen yang manis itu bergantian.
"Ta-tapi mas.."
"Udah ambil aja !" Gleen meraih tangan kanan Hilma dan memberikan paksa uang pada nya.
"I-ini kebanyakan mas" Ucap Hilma
"Gak apa-apa, sisa nya buat lo jajan"
"Tapi..."
"Udah buruan sana, entar taksi nya keburu kabur lagi karena lo kelamaan !" Sanggah Gleen
Hilma pun pasrah. Dia mengangguk dan kemudian berpamitan pada Gleen dan juga seorang perempuan yang di samping nya.
...___...
Di dalam mobil.
Kembali, hening tak ada satu pun suara di antara mereka yang terdengar.
Della hanya termenung menatap keluar jendela mobil sembari sibuk dengan pikiran nya yang terus saja berputar-putar tentang siapa seorang gadis yang bersama Gleen tadi.
Gadis yang sekira nya lebih muda dari diri nya. Cukup cantik. Tapi siapa dia.. ? Mengapa bersama Gleen, mengapa dia bersama Gleen dan keluar bersama dari dalam apartemen laki-laki itu.
Dan terlebih..
Gadis itu memakai pakaian nya Gleen. Ya, Della tahu benar jika itu pasti pakaian nya Gleen. Melihat, kemeja itu adalah milik seorang pria.
Sesampai nya di kantor.
Masih tak ada yang saling membuka suara. Della terus berjalan selangkah di belakang Gleen. Hingga akhir nya kini mereka pun telah sampai di ruangan Gleen.
Gleen duduk di kursi kebesaran nya. Membuka laptop, dan mengambil berkas-berkas yang akan dia berikan pada Della.
"Ini, bisa kamu pelajari dulu" Ucap Gleen sambil menyerahkan beberapa berkas pada Della.
Della menerima nya. Namun raut wajah nya terlihat jelas sedang memendam sesuatu.
"Kenapa ?" Gleen bertanya sembari memulai kesibukan nya.
"Cewek tadi itu siapa Gleen ?"
__ADS_1
...___...