Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 46, kedatangan asya


__ADS_3

***aku memang anak yang kurang beruntung,ditinggalkan kedua orangtuaku dan sekarang akan menikah diumur yang maaih dini, tapi aku bahagia bisa mnegenal orang baik seperti mereka


~Alesya Callista***


setelah mereka semua bercerita dan saling terbuka satu sama lain,akhirnya mereka tau dari mana akan memulai pemyelidikan tentang keluarga dan saudara asya, aland yang notabenya tidak ingin mengingat tentang permintaan terakhir mark harus dan terobsesi untuk menyelesaikan semua teka teki ini.


akhirnya keluaraga itu memutuskan untuk tidur dan pindah apartemen di sebelah,karna diapartemen aland tidak muat kamar untuk mereka, lagi pula aland tidak bebas dengan gadis kecilnya


"bi, ini kunci apartemen kalian, tidurlah dengan nyenyak", kata aland dan diterima oleh agatha,mereka akhirnya melangkah menuju apartemen yang sudah di booking aland khusus untuk mereka, sultan mah bebas


"sayang, ayo kita masuk",ajak aland dengan seyuman yang tersirat sesuatu didalamnya, asya uang sudah tau apa yang akan terjafi lebih dulu menghindar dari pada harus kena imbas dari smirk dan otak licik aland.


"om duluan aja, asya mau bersihin ini dulu" ucap asya dan segera meninggalkan aland yang masih berdiri anteng di tempatnya


seolah tau asya menghindarinya,aland langsung mengikuti asya dan menggendong asya dengan satu tangannya, aland tersenyum karna gadis kecilnya bisa berbohong padanya seperti tadi


"kamu sudah berani berbohong,apa darrec yang mengajarimu?",tanya aland dan membawa asya kedalam kamar,melakukan ritual malam sebelum tidur


"bukan om, siapa juga yang berbohong,kan asya mau bersihin piring kotor yang tersisa",kata asya masih mengelak apa yang dikayakan aland,membuat oria itu gemas sendiri dan mengecup bibir ranum gadis kecilnya


"om, asya lelah, mua tidur cepat",kata asya dengan menghentikan getakan aland yang hampir membuka atasan miliknya


"tidak babe, aku sudah menhinginaknnya sejak tadi, kamu tidak perlu bwrgerak hanya aku saja",kata aland dan langsung melanjutkan aktivitasnya,


asya yang merasa tidak bisa menghindar hanya ikut alur permainan aland, pria itu yang sudah sangat lihai, begitu juga dengan asya yang sudah terbiasa dengan perlakuan aland mulai menerima setiap gerakan asya


gadis itu mulai mengangkat tangan mungilnya dan menekan kepala aland yang sedang mencicipi squishi kembar anak kecilnya.


emmpphh

__ADS_1


euuuhhgg


desa*han asya mulai terdengar dan membuat alibi aland mulai naik, dibawah sana juga mulai terangsang menikmati alur permainan yang di ciptakan aland


"ahhkkk, om...", suara-suara mistis yang mulai terdengar dikamar itu, untung saja kamar itu kedap suara, juga tidak ada orang selain kedua sejoli itu disana


aland mulai menurunkan tangannya, mendaoatkan sesuatu yang dibawah sana sudah mulai basah dan teransang untuk siap dikeker king cobra milik aland


"om cepatlah,aku mau keluar",kata asya yang merasakan getaran tubuhnya mulai meningkat, aland yang sudah tau langsung membuka bungkusan terakhir tubuhnya yang menutupi king cobranya


keduanya memacu untuk siapa yang lebih mendapatkan puncak kenikmatan, aland terus memompa tubuhnya dengan kecepatan yang tinggi saat keduanya mulai mencapai puncak


ahkkkk


euggghhh


nafas keduanya memburu, aland langsung merebahkan dirinya saat semua kevebong miliknya tersebur sempurna kedalam goa asya, pria itu mengecup bibir asya sebelum akhirnya ikit tepar disamping gadis kecilnya


berbeda diapartemen asya dan aland, di tempat agatha dan alfred, mereka sedang sibuk untuk mengisi perut mereka yang sidah keroncongan, maklum mereka terbiasa sarapan cepat


"mi, jagan habiskan semua,papi makan apa kalau begitu?",kata alfred kesal karna istrinya asik melahap semua yang ada didepan mata mereka tanpa menunggu alfred


"ini sangat enak pi, mami sampai tidak bisa berhenti makan",kata agatha dan terus mencicipi makanan yang tersedia didepan matanya


"mami ayolah, jangan serakah begitu,papi juga mau mencoba",ucap alfred kesal karna istrinya tam kunjung mendengarkan ia sedari tadi mengomel sambil memakai bajunya


"siapa suruh paopi mandinya lama",jawab agatha cuek dan kembali makan


tidak berselang lama, hanya memakan waktu satu setengah jam, wkwkwk itu lama tau thor🤣🤣, mereka semua sudah kumpul kembali di apartemen milik aland, kecuali darrec, karna ia tidak terlalu tertarik dengan pembahasan mereka,lebih tertarik dengan wanita yang kemarin bersamanya tapi tiba-tiba sudah pulang saja, siapa lagi kalau bukan chloe

__ADS_1


"kamu yakin tidak mau ikut dar?",tanya agatha saat mereka sudah keluar dan menuju tempat parkir


"yakin mi lagian darrec datang kesini mau menghabiskan liburan dan bersenang-senang", kata darrec dan melambaikan tangannya pergi, tidak tau saja kalau chloe ikut bersama mereka ke pemakaman orangtua asya


"dasar bocah tengik, taunya cuma ngabisin uang saja",kata aland dan menjetikkan jarinya kearah darrec, namun lanhsung ditarik oleh asya


"cepatlah masuk om, jangan membuat kami menunggu terlalu lama lagi",kata asya dan menarik aland masuk kedalam mobil, dan mereka langsung menuju rumah asya dulu


diperjalanan hampir makan waktu dua jam, dengan kecepatan yang sedang untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan


akhirnya mereka sampai kerumah asya dulu, dengan mereka yang bertambah dua orang yaitu chloe dan vin, namun wajah mereka menampilkan raut yang tidak bersahabat


tanpa menunggu lama lagi, asya mengajak mereka semua masuk kedalam dan melihat sekitar oenuh dengan debu dan kotoran, sunguuh bangunan yang tua dan tidak berpenghuni


namun, sesuatu yang tidak disangka, tetnyata keluarga burke juga datang disaat asya dan yang lainnya keluar untuk pindah Tempat


"om,tante?",tanya asya terkejut mendapati keluarganya yang tidak pernah menganggapnya ada didunia berada disana juga, setelah sekian lama asya tidak bertemu dengan mereka, terakhir kali bertwmu saat asya dikeluarkan dari sekolahnya


"kamu?, untuk apa anak sialan datang kesini?",kata haura dengan songong dan bergaya sombong


"aku datang untuk menjenguk dan melihat rumahku, lalu bagaimana dengan kalian?,apa yang kalian lakukan disini?",tanya asya masih bernada sopan naun ketus


"aku mau menjual tanah ini, kami akan segera mendapatkan apa yang seharusnya milik kami", kata haura dan mendorong asya dengan keras, untung saja aland cekatan menolongnya


"apa kau bilang,menjualnya? apa kau masih punya hak mengatakan itu?",tanya aland yang tidak terima gadis kecilnya di katai seperti itu


"emangnya kenapa, hah.. apa ini om-om yang membelimu dulu anak sialan?, betuntung kau masih tinggal bersamanya dan tidak dijadikan palc**ur dan dijual lagi",kata haura dengan tertawa keras seolah tidak ada beban sama sekali


"tante tidak berhak mengatakan seperti itu tentangku",kata asya dengan teriak karna tidak tahan dengan cacian yang dikatakan oleh haura

__ADS_1


#next


maaf ya readers banyak typingnya, tetap dukung othor yahh😍😍


__ADS_2