Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 88, Sekarang atau Mati!!


__ADS_3

"hati-hati dengan langkahmu!"hanya satu ucapan itu saja yang keluar dari Loki dan telfon itu berakhir dengan sempurna, namun tetap menyisakan kebingungan dalam diri Frank


Dalam perjalanannya pulang, Frank masih terpikirkan dengan kutipan Loki sebelum ia pulang bertemu dengan Aland, pria paruh baya itu sangat seimbang dengan kondisi yang sekarang ia rasakan, seolah ditengah lautan yang tidak bisa ia selami, jauh dari permukaan namun dipaksa untuk sampai ke sana agar ia dan keluarnya tetap hidup tanpa ancaman, bodohnya dirinya dan istrinya yang mau diajak berkomunikasi dengan orang asing baru kenal, dan itu juga menyangkut kehidupan mereka


"apa yang harus aku lakukan sekarang" monolog Frank dalam mobilnya dan masih melaju kerumahnya, pria itu terlihat kusut dan sedikit berantakan, sedang dilanda masalahditambah lagi ia diancam oleh Loki jika membocorkan rahasia mereka dengan Aland


"aku harus menjelaskan perusahaanku, tapi aaku juga harus memikirkan hidup dan keluargaku, apa yang harus aku lakukan sekarang??'ucap Frank lagi dan tidak terasa ia hampir sampai kerumahnya, sebentar lagi ia berhenti dan keluar dari jarak, pria baru sadar jika keluarganya sekarang dalam bahaya hanya karena keegoisannya, anak-anak tidak tahu apa-apa harus mengikuti rencana dan mengotori pikiran mereka melakukan sesuatu hal yang salah.


"aku tidak mungkin menyerahkan kedua putriku untuk orang breng**sek seperti Loki, tapi sekarang apa yang hharus kulakukan, belum tentu juga Aland datang kemari untuk membantuku" kata Frank dan perlahan mobilnya masuk kepekarangan rumahnya dan dengan hati yang siap menerima segala konsekuensinya, pria itu melangkah masuk ke dalam rumah, seketika ia dikejutkan dnegan wajah tiga orang pria yang menunggunya, dan slah satu dari mereka seprti tidak asing untuknya


"selamat siang tuan Aland, lama tidak bertemu" ucap Frank terlebih dahulu ketika masuk dan tersenyum dengan raut wajah yang pucat ketika jelas sosok yang tak bertemu dengan itu


"siang tuan Burke, apa kabar?, kalau saya sendiri baik seperti yang Anda lihat sekarang" ucap Aland dengan senyuman deviil dan mengangguk


"sepertinya anda memiliki urusan yang sangat penting dnegan saya sampai mengunjungi gubuk saya yang hina ini" ucap Frank baik namun tidak dnegan istri, sejak tadi Haura membangunkan wajah kesal dan benci dengan suaminya sekarang tidak bisa berkutik, atau bisa dikatakan suaminya seperti bebek dingin

__ADS_1


"sangat penting, daan lebih penting dari sendiri tuan Burke"ucap salah satu dari merek, namun bukan Aland yang menjawab kali ini, tapi ia memberikan kesempatan kepada Vin untuk menyapa pamannya yang sejak ia kecil, lebih tepatnya ia yang sengaja dicelakai


"apa yang anda maksud anak muda?, tuan Aland siapa kedua pengawal anda ini?'tanya Frank yang tidak mengenal Darrrec dan Vin, namun ia bisa melihat jelas kalau Vin tidak asing dengannya


"apa paman tidak mengenaliku lagi, aku anak dari paman yang meninggal karna kecelakaan dan mmeninggalkan seorang putri kecil kepada kalian, apa kalian masih ingat itu?"tanya Vin dengan mata merah menahan amarah, untung saja Al masih menahan dirinya sejak tadi, karna tidak ingin membuat ruang terbuka di rumah orang lain


"maksud anda siapa?, saya hanya memiliki satu kakak ipar yang punya anak satu yaitu putri, dan sekarang dia menikah dengan tuan Aland, benarkan tuan?"tanya Frank dulu kepada Vin, ia sudah was-was, ia ingat betul anak kecil yang sengaja mereka datangi ketika hendak mengunjungi orangtuanya, dan itulah yang Vin, ia memang jauh dari orangtuanya, dan tidak tahu keberadaan adiknya Asya, hanya orangtuanya sering mengatakan kalau aku punya adik perempuan, sampai akhirnya ia depertemukan denggan Asya lewat Aland


"hahha terlalu dini untuk jujur, namun terlalu bodoh untuk berbohong" ucap Vin, dengan geram dan rahang yang sudah siap untuk membuat dirinya sendiri bersedia membuat dirinya tua iddepannya jika saja Al tidak menahan diri


"maksud anda apa?, tidak mungkin laura dan mark mempunyai dua anak, secara kami sendiri tidak tau menau hal itu, tidak mungkin kakak ipar tidak memberitahu kepada kami" kata Frank pura-pura, padahal dari dulu mereka tau kalau Mark dan Laura mempunyai anak laki-laki, namun sengaja mereka asingkan agar tidak banyak orang yang tau, juga Mark mengasingkan Vin bertujuan untuk melatih anaknya agar kelak bisa menggantikan dirinya


terlalu banyak tipuan yang dilakukan mereka, dan itu membuat Vin sangat jengah dan ingin cepat-cepat untuk membuka satu persatu dan membuat keluarga itu menghentikan semua akal bulus mereka dan membuka kedok mereka ke publik


mendengar apa yang dikatakan oleh Vin, seketika mengubah raut muka suami istri didepan mereka, terlalu takut intuk mengakuinya dan mereeka malu dengan rencana mereka yang gagal untuk menyingkirkan keluarga kakak iparnya, sungguh rencana yang bodoh

__ADS_1


" tidak mungkin anak itu masih hidup, kami sudah menyingkirkannya terlebih dahulu" kata Haura angkat bicara karna mendengar kata yang dikeluarkan oleh Vin, dia sudah memendam ketakutan dari tadi


"hahahaha lihat Al, manusia tidak tau diri  ini masih saja berani angkat bicara omong kosong dan membuat adrenalinku memuncak ke ubun-ubun" kata Vin dengan emosi dan hampir saja mmebbuat Haura kehilangan nyawa saat itu juga


"tenanglah Vin, jangan terlalu dibawa emosi kita belum sampai ke topik utamanya" kata Darrec sambil menarik tangan Vin untuk kembali duduk dan menahan emosinya


"langsung ssaja Al, aku sudah tidak tangan ini, tanganku sudah teralu gatal untuk di asah" kata Vin. nafas yang sudah memburu dan wajah merah karna marahnya kepada pasutri ini yang masih dengan wajah angkuhnya


"tuan Burke, kami kesini hanya untuk memastikan keluarga kalian tidak usah ikut campur dengan urusan saya dengan Freya, mungkin nama itu tidak asing untuk kalian, dan juga jangaan terlalu membuka diri jika kalian tidak ingin besok hanya tinggal nama saja" kata Al berhenti sedikit dan menghela nafas panjang


"kami tau mereka punya informasi tentang istri saya sekarang dari kalian, dan sekarang kami datang untuk memberitahu dan jika kalian tetap ingin melakukannya siap-siap saja besok atau mati sekarang!!" kata Al dengan tatapan dingin dan sangat tajam kepada Frank dan Haura, seketika keduanya saling memandang dan tidak tau apa yang ingin dilakukan


"kami tidak bermaksud begitu tuan, hanya saja dulu perusahaan saya mengalami kebangkrutan dan harus mendapat suntukan dana yang tidak besar, kebetulan sekali kami bertemu dengan nona Freya yang mau membantu kami" kata Frank dengan takut namun, saat dirinya ingin melanjutkan kata-katanya, ponsel miliknya berrdering dan dnegan cepat Frank melihat nama yang tertera disana


"angkat dan speakerkan!!" kata Al dan diangguki oleh Frank, pria itu sudah takut karna merasa terjepit diantara dua orang yang snagat kejam dan keji, terlebih lagi keponakannya yang berada didepan matanya

__ADS_1


next


mf ya readers kalau novel saya kadang up kadang tidak, soalnya saya lagi banyak sekali urusan dan hharus kuliah juga,  jjadi kadang pikiran saya buntu dan tidak tau mau menulis apa, saya butuh refreshing tapi masih berusaha untuk lebih efektif dan fleksibel melanjut novel ini sampai akhir,  doakan saya tetpa baik-baik saja ya readers kuuu😍😍😘


__ADS_2