
Dengan melihatnya seperti itu, aku ingin tau siapa dirinya sebenarnya, dan mengapa keluarganya begitu
kejam padanya, bukan hanya itu saja, aku seolah melihat sesuatu dari dirinya
~Aland Chevalier
Jam berganti hari, sekarang
sudah menjelang pagi hari jam menunjukkan pukul lima lewat sepuluh, asya
terbangun dari tidurnya dan melihat aland yang sudah berada di kamar mandi,
pelan-pelan asya turun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi, namun belum
mengetuk pintu aland sudah keluar dengan handuk yang sudah melilit
dipinggangnya dengan rambut basah yang membuat aland semakin berdamage 😊, mata asya tidak bisa berbohong melihat
penampakan didepan matanya, asya mematung ditempatnya dan menatap tubuh aland dengan kagum
“jangan memandangku seperti itu
gadis lugu, aku tau tubuhnya sebagus itu” kata aland dengan menaikan alisnya
sebelah dan membuat asya mencebikkan bibirnya
“huh,, kepedean” kata asya dan
mendorong tubuh aland dan ia masuk kedalam kamar mandi dengan tertawa, sementara
aland sudah melototkan matanya karna asya semakin menjadi mengejeknya, jika
semalam katanya tua dan sekarang pede, wahhh sungguh gadis yang berani
“om…. Ambilkan aku handuk, aku
lupa membawanya tadi” teriak asya dari
dalam kamar mandi membuat aland tersenyum smrik dan kali ini ia berniat untuk
mengerjai gadis lugu itu
“apa??, aku tidak mendengarmu”
kata aland padahal dirinya sudah berada didepan kamar mandi dan memegang handuk
yang ia pakai tadi
“ handuk om… cepatlah, aku
sudah kedinginan” kata asya yang mana membuat aand semakin kesal sendiri,
sungguh gadis ini adalah yang pertama yang menyuruh aland seumur hidup pria
itu, sungguh berani
“katakana sekali lagi dan buka
pintunya” kata aland dan dengan polosnya asya menuruti apa yang dikatakan pria
itu, asya membuka pintunya bersamaan dengan suaranya yang berteriakminta handuk
“apa!!” tanya asya saat wajah
gadis itu muncul dengan kepala nongol ke luar, dengan segera aland menarik
tubuh asya dan membuat gadi itu berteriak
“apa yang om lakukan?”tanya
asya dengan raut wajah yang bingung dan tidak sadar bahwa dirinya saat ini
tidak memakai apa-apa yang melekat ditubuhnya, aland yang melihat asya menjadi
tegang sendiri, padahal ia sendiri yang membuat asya seperti ini
“apa kau mau menggodaku gadis
lugu?” tanya aland dan memainkan matanya untuk mengkode asya melihat tubuhnya
yang terpampang jelas
__ADS_1
“ehhh,, aaaa om aland mesum”
teriak asya dan menutup matanya, namun lagi-lagi ia salah, aland tersenyum
melihat kelakuan gadis lugu itu
“ehhh.. jangan melihat om” kata
asya dan emnutup mata aland dengan tangan mungilnya, namun yang membuat aland
semakin tegang karna squishi milik asya sudah menempel didada bidangnya
“astaga gadis lugu ini, jangan
menggodaku sekarang, aku masih ada peekerjaan yang penting saat ini” kata aland
dengan menurunkan tangan mungil asya, dan menatap asya dengan penuh tatapan
aneh dan saat itu juga aland mengalihkan panfdangannya dari wajah gadis itu.
“apa sihh om, jangan
mengangguku aku mau pake baju” kata asya dan langsung berlalu dari tempatnya,
ia menuju lemarinya untuk memakai bajunya dan berniat untuk membuat sarapan
untuk mereka berdua
Namun belum keluar dari kamar,
aland sudah bersuara dan membuat asya berhenti dari langkahnya dan menatap
aland dengan raut wajah bingung
“ada apa om?” tany asya dan
langsung didekati ooleh aland, asya yang melihat ada yang ingin disampaikan
aland padanya langsung bersiap mendengarkan
“tidak usah membuat sarapan,
nanti ingin sarapan saya akan menyuruh pelayan mengantarkan makanan kesini”
kata aland dan membuat asya bingung dengan ucapan aland, bukan karna bingung
aland menyuruhnya tidur, tapi bingung kenapa aland bekerja sepagi ini
“apa ada masalah om?” tanya
asya dan dijawab dengan gelengan kepala aland
“lalu?” tanya asya lagi dan
membuat aland terkekeh karna kaingin tahuan gadis lugu didepannya, asya hanya
ingin bersiap jika nanati aland bangkrut dia bisa bekerja membantu aland
“jangan banyak bertanya gadis
kecil, kamu hanya perlu berdiam disini dan tunggu sampai aku pulang” kata aland
dengan seringai licik di bibirnya
“humm… baiklah om” kata aasya
menurut karna sebenarnya ia masih ngantuk tadi malam aland hanya memberikannya
tidur selama tiga jam
“saya pergi, saya akan pulang sebelum
jam Sembilan amlam, jangan tidur dulu, tunggu saya” kata aland dan mengecup
candunya sekilas sebelum akhirnya ia berlalu keluar dari apartemen pas jam
menunjukkan pukul enam
Dijalan aland mengendarai mobil
sport Bugatti la voiture noire miliknya, dengan kecepatan diatas
__ADS_1
rata-rata karna jalanan juga belum ramai dan aland bisa bebas berkendara
kencang, ia mengambil ponsel miliknya dan menghubungi salah satu nomor yang
tertera disana, vin.
“hallo, saya akan segera
sampai, pastikan apa yang saya minta sudah ada dan tidak ada yang kurang
sedikitpun” kata aland dan segera memutuskan panggilan telfonnya dan Kembali
focus kedepan agar segera mungkin sampai ketempat yang ingin ia tuju.
Sampai akhirnya aland memasuki
sebuah Gedung ditengah hutan lebat dengan jalan yang berliku Panjang memakan
waktu satu jam dari jalan raya, dan hampir tidak ada yang mengehtahui tempat
tersebut selain aland dan asistennya vin
“pagi tuan” sapa semua pengawal
yang berjaga disana, ada lebih lima ratus orang penjaga disana dan
masing-masing punya tugas tertentu, ada yang mengawal dan ada yang bretugas
membersihkan Gedung yang luasnya bisa beberapa desa yang tinggal disana
“hem” jawab aland dengan
deheman dan langsung masuk kedalam sampai akhirnya ia masuk lift yang ada di
Gedung tersebut
Aland masuk kedalam ruangan
miliknya yang ia rakit sendiri dan terlihat sangat mewah dan banyak alat-alat
yang tertempel didinding sampai hanya mengisakan satu buah meja tempat aland
duduk dan memperhatikan ruangan miliknya
Ternyata disana juga sudah ada
vin asistennya dan salah seorang yang emnjadi kaki tangan aland dalam mengurus
Gedung miliknya jika vin mengurus perusahaan miliknya
“tuan, ini yang ada ,minta”
kata pria itu dan memberikan salah satu flashdisk berwarna hitam yang
didalamnya ada beberapa file penting yang diminta aland mereka cari tau
Aland mengambilnya dan langsung
memasang disalah satu computer yang ada didepannya, dengan kecepatan yang tidak
seperti para readers saat download drakor wkwkw, file tersebut terbuka dan
terlihat disana ada gambar beberapa dan identitas yang hanya aland yang atu sipa pemilik
identitas tersebut.
“tuan?” tanya vin berniat ingin
bertanya tentang siapa yang ingin aland selidiki sampai seserius itu meminta
bantuan kepada kaki tangannya dan sampai turub tangan sendiri
“hemm” jawab aland tanpa
menoleh asistennya
next
Berikan komentarmuu ya
readers:>
__ADS_1