Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 79~S2


__ADS_3

...___...


Andrian memaksa kan laju mobil nya untuk terhenti, membanting setir demi menghindari seseorang yang tengah berjalan. Karena tak bisa fokus, pikiran yang melayang-layang membuat nya kehilangan kendali saat berkendara.


Tapi percuma saja, bahkan orang itu sudah sedikit terpental karena diri nya yang tak sampai untuk benar-benar menghentikan paksa mobil nya.


"Astaga !!" Pekik nya histeris. Mata nya membulat sempurna melihat seorang gadis tersungkur di depan sana. Buru-buru, Andrian keluar dari mobil untuk memeriksa ke adaan gadis itu.


"Mbak, maaf.." Andrian berlari mendekati nya, duduk berjongkok dan mencoba melihat gadis itu yang meringis kesakitan.


"Ya ampun, mbak luka, maaf mbak, saya bawa ke rumah sakit yuk mbak" Andrian berseru, merasa panik karena sudah menyebabkan seseorang terluka.


Andrian mencoba menolong nya, membantu gadis itu berdiri tapi rupa-rupa nya dia tidak sanggup melakukan nya.


"Aduhhh,, sakit banget.." Pekik gadis itu meringis yang memang sangat kesakitan. Kaki nya terluka, dan sangat sulit untuk di gerakkan.


Andrian kebingungan, diri nya terlihat panik melihat luka pada kaki sebelah kanan gadis itu. Lalu tanpa persetujuan perempuan itu, Andrian langsung mengangkat tubuh nya dan membawa masuk ke dalam mobil nya, gadis itu harus segera mendapatkan pertolongan.


"Gimana sih pak bawa mobil nya, orang jalan bisa di tabrak gitu !" Cibir orang-orang yang berkerumun melihat kecelakaan itu.


"Maaf, tapi saya akan tanggung jawab !" Selah Andrian menjawab cibiran orang-orang itu. Buru-buru dia kembali masuk ke dalam mobil nya setelah memasukkan gadis yang di tabrak nya di kursi penumpang belakang. Andrian kembali melajukan mobil nya, berusaha tenang dan tidak panik dalam berkendara agar dia bisa selamat sampai rumah sakit karena dia sedang membawa nyawa yang sudah terluka karena keteledoran nya.


...___...


"Mbak Genna.. bangun mbak..." Sang bibik gemetaran, memangku sang majikan yang tergeletak tak sadarkan diri di dekat tukang es campur yang mereka datangi tadi.


Genna lemas terkulai, pandangan nya buram dan akhir nya dia pun terjatuh tak sadar kan diri. Genna pingsan setelah menghabis kan satu gelas es campur yang sangat dia inginkan.


"Mbak, gimana dong, mbak nya ini kenapa kok bisa tiba-tiba aja pingsan !" Si tukang penjual es campur ikut panik, takut terjadi sesuatu pada pembeli nya itu, perasaan tadi baik-baik saja, dan kenapa tiba-tiba saja dia jatuh pingsan tak sadar kan diri.


Wajah Genna berubah menjadi terlihat sangat pucat, telapak tangan nya terasa sangat dingin, membuat sang bibik semakin panik dan ketakutan.


"Aduh.. gimana ini..!!" Panik nya, entah apa yang harus dia lakukan. Memberi nya minyak angin pun sudah di lakukan, tapi Genna tak juga sadar kan diri.

__ADS_1


Segerombolan orang-orang di sekitar lapangan itu berlarian, datang menghampiri seorang perempuan yang tiba-tiba jatuh pingsan. Bertanya-tanya apa yang sudah terjadi, dan ada pula yang langsung menyimpulkan jika Genna pingsan karena keracunan es campur itu.


Dengan panik sang bibik meraih ponsel nya, memesan taksi online untuk membawa sang majikan segera ke klinik terdekat. Lalu dia menelpon sang bapak majikan untuk memberi tahu nya mengenai ke adaan Genna saat ini.


Ya, meski sang bibik sudah menduga jika bapak majikan nya itu akan mengamuk soal kejadian ini.


...___...


Candra melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju klinik terdekat di perumahan nya. Jarak antara rumah ke kantor nya cukup lah jauh, jadi perlu memakan sedikit waktu.


Panik dengan rasa takut sangat laki-laki itu rasakan, berulang kali menggerutu atas apa yang terjadi pada sang istri. Namun juga berulang kali dia mengumpat karena ramai nya jalanan yang menyebabkan kemacetan.


Sementara di rumah sakit.


Genna merintih, setelah sekian lama dia pingsan. Dia mencoba membuka mata nya namun terasa sangat berat. Begitu pun juga dengan kepala nya, terasa berputar-putar seperti orang yang sedang mabuk.


"Aww...!!" Keluh nya sambil memegangi kepala.


"Bik.." Genna melihat sang bibik samar-samar, pandangan nya bahkan masih terlihat buram.


"Gimana ke adaan mbak Genna ?" Tanya sang bibik. Ia masih merasa khawatir mengenai ke adaan majikan nya itu.


"Kepala saya sakit banget bik, muter-muter" Jelas nya.


"Ya udah istirahat aja dulu mbak" Tutur sang bibik.


Tak lama, terdengar pintu yang di buka dengan tergesa-gesa dari luar. Ya, itu Candra dengan mimik wajah kepanikan nya.


"Sayang... kamu kenapa sayang, hah..??" Laki-laki itu terlihat heboh, memeriksa ke sana kemari tubuh sang istri.


"Mas... aku gak apa-apa, cuma pusing doang !" Ujar Genna.


"Kenapa bisa sih kamu pingsan sayang..?" Ia masih tak bisa tenang, mengusap kepala sang istri seolah mencoba meringankan sakit kepala nya.

__ADS_1


"Kamu tuh kemana sih ! aku telponin gak bisa-bisa !" Sungut Genna mengingat saat tadi suami nya itu tak juga mengangkat telpon dari nya.


"Maaf sayang, aku sibuk banget dari pagi" Jelas Candra.


"Mbak Genna..." Sargah seseorang dari arah pintu, seorang dokter cantik masuk dan akan memeriksa nya lagi.


"Biar saya periksa lagi ya.." Tutur nya dengan lembut dan ramah. "Mbak, apa yang di rasa sekarang ?" Tanya dokter cantik itu.


"Pusing banget dok, kepala saya muter-muter serasa kaya orang mabuk perjalanan aja" Jelas Genna pada sang dokter.


"Dok, sebenarnya istri saya kenapa ?" Sargah Candra tak sabaran.


"Darah nya normal, yang lain nya juga baik, tapi.. mbak mual tidak ?"


"Enggak dok !" Jawab Genna. "Tapi perut bagian bawah saya sedikit nyeri, dari pagi tadi sih, cuma saya gak ngerasa aja" Ujar perempuan itu.


Dokter itu pun langsung memeriksa perut Genna.


"Sudah datang bulan ?" Tanya dokter lagi.


Genna menatap sang suami yang masih memasang wajah kepanikan. Lalu dia mencoba mengingat kapan tanggal datang bulan nya.


"Belum dok, sudah kelewat 10 hari" Ujar Genna.


"Nah.. ini bisa jadi tanda-tanda kehamilan.." Ucap sang dokter.


"Ha-hamil...."


...___...


"Apa ! Della kecelakaan !"


Seketika Candra terkulai lemas sesaat setelah dia menerima kabar yang sangat membuat nya bahagia, yaitu kehamilan istri tercinta nya.

__ADS_1


__ADS_2