
...___...
Ke empat netra hitam itu saling memandang. Saling merasakan hembusan nafas hangat di wajah mereka. Anan tersenyum jahil, seperti sedang merencanakan sesuatu di sana.
"Bisa ga, ga usah tarik-tarik gini !" Cetus Cinta merasa kesal. Dia pun hendak bangkit dari atas tubuh sang suami. Namun sia-sia saja, niat nya itu tak pernah berhasil karena sudah pasti Anan akan menahan nya.
"Biarin seperti ini dulu sayang" Gumam Anan berbisik di depan telinga Cinta. Bahkan suara nya pun sudah mulai terdengar berat.
"Kamu mandi dulu deh, badan kamu lengket semua" Ujar Cinta yang terus berusaha bangkit.
"Tapi aku kangen sama kamu"
"Ya mandi dulu"
"Emang kalo udah mandi mau kaya gini lagi" Ucap Anan.
"Iya iya.."
Dengan cepat, Anan mendorong tubuh sang istri. Membawa nya duduk di sofa lalu tanpa aba-aba Anan langsung menyerang bibir Cinta yang terlihat begitu menggoda sejak tadi.
"Aku mandi !" Ujar nya sesaat setelah dia menghentikan ciuman nya. Beranjak, lalu pergi meninggalkan Cinta yang menatap nya penuh dengan kekesalan.
"Kebiasaan !" Gerutu nya.
...---...
Di dalam kamar
Cinta tengah sibuk menyiapkan pakaian tidur untuk suami nya. Sementara Anan, tak biasa nya laki-laki itu begitu cepat saat mandi. Tapi entah kenapa kali ini dia secepat kilat saat melakukan nya.
Cinta terkejut, saat dia berjalan dan akan menaruh pakaian Anan di atas ranjang, ternyata sudah ada Anan di sana. Duduk di tepian tempat tidur dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya seraya tersenyum yang terlihat begitu penuh arti.
Cinta membuang muka, dia cukup paham dan mengerti akan sikap suami nya itu kali ini.
__ADS_1
"Aku lagi capek banget !" Ujar Cinta memelas sembari akan melangkah kan kaki nya.
Dengan cepat Anan bangkit, mencekal lengan sang istri lalu memeluk nya dari belakang. Menenggelam kan wajah nya pada perpotongan leher sang istri. Menghirup aroma khas tubuh istri nya yang menjadi candu bagi nya.
"Tadi kata nya kalo udah mandi boleh peluk lagi" Gumam Anan tanpa enggan untuk merubah posisi nya.
"Iya, tapi pakai baju dulu. Nanti kamu masuk angin" Titah Cinta.
Bukan nya mendengarkan apa yang istri nya itu katakan. Anan justru malah melepaskan lilitan handuk yang menutupi tubuh bagian bawah nya. Setelah terlepas, dia membuang handuk itu kesembarang tempat.
"Daddy..!"
Tak memperdulikan nya, Anan semakin merapatkan tubuh nya pada tubuh bagian belakang istri nya. Hingga begitu terasa sesuatu yang sangat keras tengah menempel pada bagian belakang tubuh Cinta.
"Dad, ish.. mesum banget sih !" Gerutu Cinta yang meronta untuk melepaskan diri.
"Emang salah ya, kalau aku mesum sama istri sendiri" Titah Anan. Tangan nya mulai bergerak menjelajah di setiap tubuh istri nya itu.
"Ya enggak tapi aku-" Cinta menahan ucapan nya, karena tangan Anan semakin berkeliaran menelusup masuk ke dalam dress tidur yang dia gunakan.
Namun sudah lah pasti akan membuang-buang tenaga nya saja. Jika suami nya itu sudah menjadi buas bak singa yang kelaparan, tentu saja dengan cara apa pun dia tak akan bisa menghentikan nya.
Nafas nya semakin memburu, hawa panas semakin terasa. Untuk seketika hasrat nya kian memuncak. Seolah tak kuat untuk menahan nya lagi.
Dengan cepat Anan merobek begitu saja pakaian tidur Cinta. Melepaskan nya dari tubuh sang istri lalu membuang nya. Tak berhenti, dia pun juga langsung melepaskan pakaian dalam istri nya itu, dengan hasrat yang sudah memuncak dan tak tertahan, Anan langsung menyatukan tubuh nya bahkan dengan posisi yang masih berdiri.
Terdengar hujan yang mulai turun. Hawa dingin nya malam di tambah hujan tak membuat sepasang suami istri itu menghentikan aktifitas bercinta nya yang justru semakin memanas. Anan semakin buas, semakin kuat bertenaga dan melupakan begitu saja rasa lelah nya tadi. Bak lelaki muda yang menggebu dalam berhubungan, Anan benar-benar lihai dan mungkin sungguh sangat memuaskan istri nya malam ini.
"Dad... Ugh..." Lirih Cinta.
Mendengar suara ******* sang istri bak irama musik yang mengiri, membuat Anan semakin bergairah dan menggebu.
"Sayang..."
__ADS_1
.
.
.
Dan setelah sekian lama nya mereka terbuai dalam kenikmatan, kini mereka sama-sama tak tahan dan seperti sedang terbang melayang menuju puncak nirwana.
Terjatuh dan tumbang dengan rasa lelah, namun lelah nya sama sekali tak merugikan bagi mereka.
"Sayang.." Gumam Anan memanggil sang istri dengan posisi mereka yang sama-sama terbaring di atas ranjang.
"Em.."
"Kaya nya kita perlu kasih adik buat Gleen dan Genna deh"
"Ga mau !" Sahut Cinta cepat
Mendengar ucapan Cinta, Anan memiringkan tubuh nya menghadap sang istri.
"Ko ga mau ? kenapa ?"
"Ngurus mereka aja aku masih kualahan, apa lagi nambah. Bisa tua mendadak aku !"
Itu lah Cinta. Dari dulu, sejak anak-anak nya masih bayi, Cinta selalu mengurus ke dua anak nya sendiri. Di usia nya yang masih sangat muda untuk memiliki anak, namun Cinta begitu pintar dalam mengurus mereka. Sesekali di bantu oleh baby sister, namun Cinta tak sepenuh nya menyerahkan anak-anak nya pada seorang pengasuh.
Lelah setelah bertempur, rasa kantuk pun mulai datang menyerang. Tak ada lagi pembicaraan antara ke dua nya. Kini akhir nya mereka pun sama-sama terlelap dalam tidur dengan hanya menggunakan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
...___...
Yee.. hayoo.. siapa yang nunggu part di mana ke-hot Tan Daddy n mommy ini...😝😝🤭🤣
Sabar-sabar..
__ADS_1
Masih siang ya gengs 😝 jangan ikut-ikutan Daddy anan n mommy Cinta yah🤣🤣🤣