
...___...
Lepasin dia !!"
Della berteriak. Menghentikan langkah Andi yang bersiap akan membawa Hilma, adik nya.
Andi tersenyum penuh arti saat menatap Della yang dengan berani nya menghadang langkah nya.
"Mbak, mbak Della pergi. Jangan ikut campur soal ini mbak !!" Hilma berseru, memohon pada Della agar dia menyingkir, dia tak mau jika Della sampai ikut di sakiti oleh Abang nya.
"Hil, aku enggak akan biarin abang kamu sakitin kamu lagi !" Ujar Della
"Mbak !!"
"Bagus deh, lo ikut aja sekalian. Biar pemasukan gue malam ini bertambah banyak !!" Andi sangat antusias, tertawa terbahak-bahak seolah malam ini sangat lah memihak ke pada nya.
Andi menoleh menatap teman nya, mengisyaratkan pada laki-laki itu untuk membawa Della sekalian.
"Ikut !!"
"Enggak lepasin !!" Della meronta, menepis-nepis tangan laki-laki teman nya Andi yang akan membawa nya.
"Jangan berani-berani nya lo pada bawa mereka !!" Sentak Gleen menunjuk para laki-laki berandalan itu.
"Ck!" Andi berdecih, menatap remeh pada laki-laki yang sudah tak lagi berdaya di atas tanah itu.
"Bangsaaatttt !!!"
Gleen berteriak, memekik mengumpat pada para bajingan itu yang telah membawa paksa hilma dan juga Della.
"Lo semua bakal nyesel ber-urusan sama gue, sialan !!"
...___...
Di sebuah ruangan, seperti sebuah kamar, namun jauh dari kata nyaman. Hilma dan Della di bawa paksa dan di masukkan ke dalam ruangan itu.
"Bang, lepasin kami bang !!" Hilma terus memohon, menangis pada sang abang agar berbelas hati melepaskan dia dan Della.
"Masuk !!"
"Bang..!!"
"Masuk !!" Sentak Andi, sembari dengan kuat mendorong Hilma masuk ke dalam ruangan itu, kemudian menutup pintu dan mengunci nya.
"Bang...!! lepasin kita bang !!" Teriakan Hilma terus menggema. Menggedor-gedor pintu untuk di bukakan oleh Abang nya.
"Abang...!!"
"Hilma"
Panggilan dari Della pun menghentikan aksi Hilma. Hilma menoleh, menatap Della yang terlihat sangat ketakutan.
"Maafin saya mbak, gara-gara saya embak jadi ikutan di kurung sama Abang"
__ADS_1
Della menggeleng, tidak membenarkan atas permintaan maaf dari Hilma.
"Enggak Hil, kamu enggak salah. Abang kamu aja yang keterlaluan !" Ujar Della berusaha menenangkan Hilma.
...___...
Tertatih-tatih Gleen melangkah kan kaki nya, merayap di setiap tembok gang sempit untuk menuju mobil nya.
Berulang kali dia muntah darah, namun sekuat tenaga dia harus bisa kembali dan mencari bantuan untuk menolong hilma dan Della.
"Sialan !!" Umpat nya setelah dia sampai pada mobil nya. Dia bersandar pada pintu mobil sambil merogoh saku jaket nya mencari kunci mobil.
Setelah mendapat kan nya. Buru-buru Gleen masuk dan mendudukkan diri nya di belakang kemudi.
"Arrgghhh !!" Gleen memekik, memukul setir mobil nya dengan sangat keras. Bisa-bisa nya dia di kalah kan oleh para berandalan bejad itu. Dan lagi, kemana mereka membawa Hilma dan Della pergi.
Gleen mencari ponsel nya. Menghidupkan benda pipih itu dan dengan terburu-buru mencari nomor Fatih.
Deringan pertama, hingga ke tiga tapi tak mendapat kan jawaban.
"Kampret !! pasti lagi asik nyelup nih makanya gak angkat-angkat telpon gue !!" Pekik Gleen menggerutu.
Sakit dan perih nya luka-luka di tubuh nya semakin membuat nya ingin marah.
Dan lagi, dia menekan nomor Fatih. Terus menerus sampai puluhan kali Gleen melakukan nya.
"Sialan lo Tih !!" Umpat nya lagi dan lagi.
.
.
.
Kini ponsel nya bergetar. Tertera nama Fatih di sana.
"Bangk* ! gue pecat lo gak angkat-angkat telpon gue !!" Kecam nya setelah menggeser tanda hijau pada layar ponsel nya.
"Tapi kan gue kan udah angkat telpon lo njil !" balas Fatih di sebrang telpon sana.
"Iya, ke 100 kali lo baru angkat !!" Umpat nya kesal.
"Ya udah sorry, ada apa an lo nelpon gue ?" Tanya Fatih
"Tolongin gue, gue abis di gebukin orang Tih !"
"Hah ??"
...___...
30 menit berlalu, baru Fatih datang di mana Gleen memberi tahukan tempat keberadaan nya. Fatih datang dengan menggunakan taksi, karena Gleen melarang nya membawa mobil sendiri.
"Lo lama amat sih dateng nya njir !" Gleen melempar kan kunci mobil ke arah Fatih.
__ADS_1
"Pesen taksi dulu lah !" Ujar laki-laki itu menjawab. "Lo ngapa bisa kek gini sih ? siapa yang udah gebukin lo sampe gak berupa lagi kek gini ??" Tanya Fatih sembari sibuk yang akan mulai menjalan kan mobil nya Gleen. Dia berniat akan membawa Gleen ke rumah sakit.
"Abang nya Hilma. Bajingan itu juga bawa Della pergi !!"
"Hah ??" Seru Fatih terkejut. "De-Della di gondol juga ? kemana ?" Tanya nya
"Mana gue tau !" Pekik Gleen kesal. Perih di bagian ujung bibir nya membuat dia malas berbicara.
...___...
Pukul 9 pagi, Gleen baru menggeliat. Memaksa membuka mata nya karena terasa tenggorokan nya sangat kering. Dia butuh air untuk melegakan kekeringan nya.
"ummhh.." Tapi dia memekik, sekujur tubuh dan wajah nya terasa hancur dan remuk.
"Sialan ah !!" Umpat nya lagi tanpa membuka mata nya karena menahan perih.
"Sayang, kamu udah bangun ?"
Gleen terkejut. Seketika membelalakkan mata nya kala telinga nya mendengar suara yang sangat familiar sekali.
"Mo-mommy !!" Kejut nya kala menatap sang mommy ada di samping ranjang nya.
Gleen tercekat, suara nya terasa di paksa berhenti dan semakin dia melebar kan mata nya. Seketika pun dia terdiam mematung kala pandangan nya pun menatap sosok sang Daddy yang sedang duduk di sebuah sofa yang ada di dalam ruangan nya.
Tubuh nya semakin membeku kala laki-laki itu melangkah mendatangi ke arah nya.
"Sudah bangun ?"
Sapaan nya saja sudah terdengar menyeramkan. Astaga, kenapa seperti ini. Mengapa bisa mereka datang ke sini.
'Si kampret pasti yang ngadu ke Daddy ! sialan emang tu anak !' Gerutu nya mengumpati si Fatih. Siapa lagi kalau bukan dia.
"Kenapa diem aja ?"
Dan ucapan Anan membuat nya kembali tersentak.
"Maaf dad, mulut Gleen sakit, jadi susah buat ngomong" Ujar nya beralasan.
"Salah sendiri, siapa suruh berantem-berantem gini !"
"Au au... sakit Dad !" pekik Gleen saat Anan yang dengan sengaja nya menyenggol kaki nya yang terluka.
"Sok jagoan ! berantem sana sini. Mau jadi apa kamu hah !!"
Oh ya ampun..
Bisa tidak sih orang tua ini tidak datang ke sini saja. Datang pun bukan nya memberi nya perhatian atau merasa khawatir mengenai ke adaan nya, tapi justru malah memarahi nya seperti ini.
"Daddy.." Cinta menyahuti, menatap Anan tajam seolah sedang membela putra nya itu. Bisa-bisa nya anak lagi terluka bonyok dan tak berupa lagi tampan malah dia memarahi dan seenak nya saja dengan sengaja menyenggol luka nya.
"Udah dong dad, kasian Gleen lagi kaya gini !"
Gleen merasa menang, tersenyum senang secara sembunyi-sembunyi karena mendapatkan pembelaan dari sang mommy tercinta nya.
__ADS_1
...___...