
Aku tidak pernah memaksa seseorang utnuk tetap bersamaku, apalagi untuk tetap disampingku, bertanggung jawab terhadapku, karna dari awal tidak pernah meminta atau mengemis untuk dicintai, aku bukan wanita semurahan itu, dan ingat jangan pernah samakan aku dnegan wnaita yang pernah menggoda atau mendekatimu, aku sangat jauh berbeda dengan mereka semua!
~Alesya Callista
setelah kepergian Asya dari ruangan Al, wanita yang tidak tau diri alias Freya langsung turun dari pangkuan Al, hal itu juga di paksa oleh Al dengan menghempaskan tubuh wanita itu begitu sana dibawah, membuat Freya meringis kesakitan dan melototi Aland yang langsung membuka ponselnya dari sakunya
"Al..., kau tega melemparkan ku begitu saja, sakit tau!" kata Freya dengan mengelus bok*oongnya yang kesakitan, wanita itu juga langsung berdiri dan menatap Al yang sudah khawatir dan cemas dengan istrinya
"Vin, kau lacak ponsel Asya dimana dia sekarang, dia salah paham denganku, aku takut terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan padanya" kata Al dengan mata yang penuh maarah melihat kearah Freya yang masih saja didepannya, Al sungguh ingin memakan wanita ini dengan memotong satu persatu jari-jarinya
"baik Vin, kau selesaikan dulu urusanmu dnegan wnaita gila itu, jangan memaksa adikku bersamamu jika kau sneidri belum bisa menyelesaikan urusan masalalumu, aku tidak ingin adikku terseret dalam masallaumu" kaya Vin yang sudah mode kecewa dengan Al, pria itu dikabari oleh Chloe yang tidak lama memberi pesan untuknya
chloe menyempatkan diri mengirim voicenote kepada Vin untuk memberitahu kejadian di ruangan Al, gadis itu sungguh garcep dan cerdik, sunnguh gadis yang cocok dengan Vin, gimana nih readers cocok ga??
Vin langsung mengambil rekaman CCTV yang ada diruangan Vin dan menyalinnya di ponsel miliknya, pria itu langsung keluar dengan memakai jas kantornya kembali dan melacak ponsel adiknya, memang yang sebelumnya Al menyuruh Vin untuk menyambungkan ponsel Asya dnegan mereka berdua, agar suatau saat mereka bisa melacak wanita kesayangan mereka
__ADS_1
sedangkan Asya berlari tanpa arah tujuan yang jelas, ia baru sadar dnegan keadaannya karna kakinya sakit dengan sepatu yang ia pakai, bumil itu akhirnya mencari tempat duduk yang dekat sambil berjalan sedikit kesakitan dan memegang perutnya yang mulai sakit karna ia terlalu jauh berlari tanpa memikirkan debay yang ada diperutnya
"ahkk... sakit sekali" ucap Asya dengan meringis kesakitan dan keringat bercucuran dipelipisnya, bumil itu terlihat menangis dan berantakan sekali, terlihat kekecewaan yang mendalam di raut wajahnya
"i..ini dimana, apa aku terlalu jauh berlari?" monoloh Asya lagi sambil melihat sekelilingya sangat berbeda, ia tidak mengenali tempat ini, sungguh snagat asing untuknya
"semoga saja tidak ada orang jahat yang datang, ohhh Tuhan kenapa begitu sakit melihatnya bersama wanita lain, bukankah wanita itu adalah masalalunya" ucap Asya dan menyeka airmatanya sambil menahan sakit di perutnya
"mas Al sungguh tega, apa dia sudah tidak mencintaiku?, apa kata-katanya dulu hanya sekedar ucapan belaka untuk menyenangkanku?, hah dia pikir dia siapa membuatku seperti itu" ucap Asya dan kembali menyeka airmatanya yang kian banyak menetes
"aku wanita yang kuat, aku juga akan menjadi seorang ibu, masa aku harus menangisi pria breng*sek seperti dia, apa untungnya buat ku?' ucap Asya berusaha tetap tegar dan menutupi kesedihannya, bumil cantik itu melepaskan sepatunya dan berdiri dengan tegas sambil mengusap perutnya
bumil itu kembali berjalan tanpa tau arahnya, ponselnya tertinggal ditas Chloe saat mereka tadi ke kantor sahabatnya yang memakai tas sekaligus disana hasil USG dan foto janin debaynya, Asya tidak memakai apapun dan hanya membawa tubuhnya saja, bumil itu menyeker sambil menelusuri jalanan dengan sesenggukan
Chloe yang kehilangan jejak Asya hanya bisa menghembuskan nafasnya kelelah dan keringatan, gadus itu mengambil ponsel dari dalam tas namun bukan ponselnya, melainkan ponsel sahabatnya, ia melihat siapa yang menelfon, ternyata adalah Al suami Asya
__ADS_1
"hallo sayang, akmu dimana aku bisa jelasin semua" ucap Al dnegan cepat dan terdengar nafasnya memburu sambil bicara dnegan cepat seperti dikejar hantu manusia wkwkwk
"hallo om, ini Chloe bukan Asya, ponsel Asya tinggal ditas saya, tadi dia menitip kepada saya karna ia tidak membawa tas kekantor tadi" kata Chloe dnegan perasaan bercampur, ada rasa takut namun kecewa juga dengan kelakuan Al di ruangan tadi
"kamu sekarang dimana Chloe?" tanya Al dengan cepat dan berlari tanpa mengakhiri panggilannya dengan Chloe, pria itu mulai khawatir dnegan istri kecilnya, yang tadinya ia bersikap sedikit tenang karna yakin bisa melacak istrinya, namun ketika mendangar dari Chloe bahwa ponsel istrinya tertinggal membuat Al menjadi panik seketika itu juga
namun saat menunggu Al ditempat, Vin datang dnegan tergesa-gesa, ia berfikir kalau yang ia lihat adalah adiknya, namun dugaannya ternyata salah, wanita itu tak lain adalah Choloe, mmebuat Vin menjadi heran dan terkejut
"Chloe, mengapa ada kamu disini?, dimana Asya?" tanya Vin dnegan mencercah Chloe dan melihat sekelilingnya hanya ada beberapa mobil yang terparkir disana
"Asya tidak ada disini kak, ponselnya tertinggal ditasku tadi, dia tidak membawa apapun" kata Chloe dengan perasaan takut karna melihat Vin dnegan nafas tersengal dan raut wajah yang langsung berubah merah padam
"masuk ke mobil kita cari Asya" ucap Vin dnegan nada keras dan langsung dituruti oleh Chloe, wanita itu tidak mengingat kalau ponsel yang ia pegang masih terhubung ke panggilan Al
next
__ADS_1
gimana nih yang puasa masih lancarkan??, semoga berkah ya semuanya😍😍🙏🏻
jangan lupa like,komen,dan favorite kalian😘😘