
...___...
"Della...!!" Genna berseru, sekaligus terkejut karena melihat kue ulang tahun yang dengan susah payah dia buat untuk sang suami terjatuh ke lantai.
"Ma, maaf.. aku gak sengaja !" Ucap Della yang juga terkejut, dengan tidak sengaja dia menyenggol sebuah kotak di atas meja pantry yang dia tidak tahu jika di dalam nya adalah kue ulang tahun.
Ya, Genna menaruh kue ulang tahun untuk Candra di sebuah kotak dan akan menyimpan nya ke dalam kulkas setelah dia menghias nya tadi. Sebelum dia melakukan nya, Genna pergi untuk mengambil ponsel nya di meja ruang tengah yang terus saja berdering.
Genna melangkah dengan cepat ke arah kue yang sudah rusak dan berantakan. Susah payah dia membuat nya seharian ini, terus gagal tapi Genna tidak menyerah dan terus mencoba nya lagi dan lagi.
"Ma.. maafin aku.. aku gak tau-"
"Masak gini aja gak tau sih Dell !!" Genna mendongak, menatap Della dan membentak nya.
"A-aku.. mau ambil minum tadi tapi gak sengaja-"
"Susah-susah aku bikin nya, capek tau gak !!" Sentak nya lagi. Genna benar-benar merasa sedih kala kue yang seharian ini dia buat sudah jadi dan siap di gunakan nanti malam tepat saat ulang tahu Candra tapi justru malah hancur dan rusak.
"Ma..-"
"Kamu tu kenapa sih ! aku liat dari kemarin-kemarin kamu kaya gak suka sama aku, kenapa Dell ?"
"Ma, aku-"
"Kenapa ? kamu gak suka aku deket-deket sama papa kamu, tapi aku ini istri nya Dell !" Dan kali ini, Genna sungguh tidak bisa lagi menahan nya. Dia meluapkan secara langsung apa dugaan nya beberapa hari ini pada Della.
Beberapa hari belakangan ini, Della memang terlihat berbeda. Secara tidak langsung dia menunjukkan sikap dan rasa kecemburuan nya pada Genna. Bukan dia cemburu soal cinta, tapi lebih pada rasa sayang dan perhatian Candra pada Genna. Della merasa, Candra telah menjauh dari nya, lebih perhatian dan sangat menyayangi Genna. Ya, dia hanya takut jika Candra papa nya itu akan benar-benar membuang nya.
"Ma, aku minta-"
"Harus nya yang gak suka disini itu aku !" Sargah Genna memotong ucapan Della. Dia bangkit berdiri dan menatap Della dengan tajam.
"Kamu siapa ! bukan anak kandung dari papa kamu aja sok gak suka aku deket-deket sama suami aku sendiri !" Dan gadis itu, benar-benar tidak bisa menahan emosi nya lagi.
.
.
.
__ADS_1
.
"Genna...!!"
.
.
.
Dan seketika, suara yang terdengar begitu keras dan melengking berteriak membentak Genna.
Genna tersentak kaget, dia menoleh ke arah sumber suara dan ternyata sang suami lah di sana.
"Papa.." Gumam Della lirih.
Sementara Candra, laki-laki itu dengan amarah dan rahang nya yang mengeras melangkah panjang menghampiri sang istri. Tatapan nya tajam, merah membara seolah seperti akan menelan hidup-hidup siapa pun di hadapan nya.
"O-om.." Gumam Genna saat laki-laki itu sudah berdiri di depan nya.
"Gak pantas kamu bilang seperti ini Gen !" Dan kata-kata nya lebih terdengar dingin dari pada musim salju.
Jleebbb
.
.
.
Hening seketika mengambil alih.
Genna terdiam, tercekat tak mampu mengeluarkan sedikit pun suara nya. Tatapan nya begitu dalam menatap sang suami yang juga tengah menatap nya namun penuh dengan amarah. Dan tak terasa, buliran-buliran air sebening kristal pun telah lolos dari pelupuk mata nya begitu saja.
Genna terjatuh, jatuh sedalam-dalamnya ke dalam sebuah jurang yang sangat lah dalam. Genna sakit, perih hati saat kata-kata yang setajam anak panah telah di ucapkan oleh Candra untuk nya. Dada nya seketika terasa sangat sesak, sulit untuk nya bernafas dengan benar.
Genna mencoba menarik nafas nya, menunduk dan memutuskan tatapan nya dari sang suami. Gadis itu terpejam sejenak, menahan denyutan nyeri akibat kata-kata Candra yang menusuk hati nya.
"Della anak aku, jadi gak usah ikut campur apa pun tentang dia !" Candra menekan kan suara nya lebih keras, lalu memutuskan tatapan nya dari Genna, dia berjalan ke arah Della yang tak jauh dari nya dan membawa putri nya itu pergi.
__ADS_1
Sementara Genna, dia masih terdiam mematung. Tungkai nya melemas serasa tak bertulang. Dia jatuh duduk ter-simpuh di lantai sembari menatap kue ulang tahun yang sudah tak beraturan. Dia menangis, namun tak bersuara. Air mata nya terus mengalir membanjiri pipi nya. Genna menarik nafas nya dalam, mencoba meringan kan rasa sakit yang telah melukai hati nya.
...___...
"Sayang..." Candra membawa Della menjauh. Dia menatap putri nya itu sambil menggenggam ke dua tangan nya.
"Kamu gak usah dengerin dan masukin hati omongan Genna ya, itu semua gak bener" Ucap Candra pada putri nya.
"Pa, tapi Della..-"
"Della, Della itu anak papa, anak kesayangan papa, Della gak boleh mikir yang enggak-enggak ya.." Candra ingin menenangkan nya, dia berharap agar Della tidak memikirkan apa yang sudah di katakan oleh Genna pada nya tadi.
"Pa..." Della menatap Candra. Ingin menjelaskan sesuatu namun dia merasa takut.
"Udah, Della gak usah mikir sesuatu ya.."
"Pa, tapi ini semua salah Della.." Sargah Della dengan gemetar karena menahan tangis.
"Della gak sengaja buat mama Genna marah, Della sudah menghancurkan kue ulang tahun buatan mama untuk papa" Jelas Della.
"Dan... dan soal itu, se-sebenarnya.. Della sudah tahu pa.." Lirih Della, lalu menundukkan kepala nya.
"Ma-maksud kamu Dell..??" Candra tak mengerti.
"Della... Dell-Della.." Della tertahan.
"Kenapa Dell..?"
"Della sudah tahu lama, kalau Della bukan anak kandung papa"
...___...
"Gen...!! Genna... !!"
Candra kebingungan, mencari ke sana kemari namun tak juga menemukan sang istri.
"Gen kamu kemana Gen.."
...___...
__ADS_1
Kapok gak tuh om di tinggal binik 🙄 makanya kalau ngomong tu di rem ngapa 😐😐😐