
setelah acara wisuda plus lamaran Chloe dan Vin berlangsung, mereka sekeluarga akhirnya pulang kerumah dan merayakannya, tidak lupa Al mengundang pemilik kampus itu untuk ikut bergabung, seklaigus menjalin kerjasama antara perusahaan A/V Corp dengan kampus swasta terbaik dikota ini.
seperti biasanya, Angkasa dan Kena akan menempel pada Vin dan Chloe, mereka bahkan pisah dengan Al dan Asya demi bisa duduk bersama unty dan om mereka, dan Kena gadis lucu yang selalu mengoceh ketika mendnegar abang atau omnya salah
seperti sekarang, gadis kecil itu mengoceh ketika Angkasa abangnya salah menyebutkan tempat yang mereka lewati, membuat gadis itu menjelaskan panjang kalilebar meskipun tidak ada orang yang mendengarkannya
"unty..unty.. lihatlah abang, dia terlihat bodoh dan menyebalkan, masa menyebutkan nama tempat saja tidak bisa, huh dasar bodoh" ucap kena mmebuat Vin langsung melototkan matanya marah, ia tidak tau dari mana ponakannya mengetahui kata kata seperti itu, padahal dirumah tidak ada orang yang bicara menggunakan kata kata seperti tiu
"Kena!!, apa tadi kamu bilang?, apa kamu tidak bisa sopan kepada abangmu?" tanya Vin dengan raut wajah dibuat marah dan sedikit menyeramkan, datar sudah pasti karna itulah ciri khas Vin dan Al
"maaf om Vin, tapi memang begitulah abang. dasar bo.." perkataan Kena langsung berhenti kala melihat omnya yang kembali melototkan matanya dan membuat gadis kecil itu langsung ciut dan memeluk Chloe dengan erat, bukan takut dengan Vin namun takut kena ceramah lagi
"sudah kubilang padamu, jangan menggunakan kata kata itu disepan orangtua, itu kata kata tidak baik Kena. apa kau tidak mengerti bahasa?" tanya Angkasa melihat kearah adiknya, dan akhirnya Vin tau darimana ponakan kecilnya tau bahasa tu, sudah pasti dari saudaranya Angkasa yang lebih sering bermain dikamar Mic akhir akhir ini
"jangan mengajari adikmu yang tidak baik, dia akan meniru dan mempraktikkan semua apa yang ia dengar, jangan coba coba lagi berbicara tidak baik didepannya" ucap Vin sambil menoyor kepala Angkasa pelan, namun putra Al itu hanya diam dan kembali pada mode datarnya, ahhh sama saja semuanya
"Kena... lain kali gak boleh ngomong gitu ya sayang, unty kaget loh Kena ngomong gak sopan sama abang Angkasa" ucap Chloe mencoba mmeberikan pengertian kepada ponakannya, ia tau bagaimanapun Kena datar dan dingin, namun sifat perempuan pati melekat pada dirinya
__ADS_1
"baik unty, maaf' ucap gadis kecil itu menunduk layu, Chloe langsung tersenyum gemas dan mencium pipi gemoy Kena, namun gadis itu langsung menjauhkan dirinya dan melihat Chloe dengan tatapan menohok
"jangan menciumku unty, aku bukan anak kecil lagi" ucap Kena sambil menghapusbekas ciuman Chloe dipipinya mmebuat Vin hanya tersenyum gemas dan saling melirik kearah Chloe
"dasar anak kecil" ucap Vin dan mengelus kepala Kena dengan lembut, Vin menyayangi ponakannya yang tengil dan jahil ini, namun juga mereka bisa membuat rumah semakin ramai
sampai akhirnya mereka kerumah, dengan disambut oleh para pelayan dan pengawal yang sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, bukan hanya sambutan namun juga makanan dan hidangan yang khusus untuk menyambut dan merayakannya, orangtua Chloe juga turu ikut kesana dan baru pertama kalinya mereka menginjak kaki di rumah Al
"ternyata rumah tuan sebesar gedung presiden, mengapa saya baru tau ada gedung seluas inididaerah ini" ucap pemilik kampus Chloe sambil ertawa, beberapa dosen juga ikut dan beberapa tetangga diundang ikut merayakannya
"ahhh. tuan bercanda. ana mungkin rumah sekecil ini dibandingkan dengan gedung presiden" ucap Al dan mempersilahkan tamunya duduk sambil sebagian dari mereka pamit untuk berganti terlebih dahulu
"seperti biasa orang yang membangun bisnis tuan, untung saja tuan Winter selalu sigap siaga membantu saya jika ada kendala" ucap pemilik kampus itu dengan tertawa sambil menikmati hidangan yang ada disana. mungkin mereka akan pesta sampai larut malam
berbeda dengan keluara yang sibuk pesta, Dar malah asik memikirkan pekerjaan yang menumpuk tiada habisnya, baru semalam Dar begadang mengerjakan proyek baru dan hari ini ia harus melanjutkannya dan menemui beberapa klien penting, sungguh Dar merasa muak dengan alur hidupnya
"kapan aku bisa menikmati hidup yang lebih baik, seperti orang biasa mungkin, atau sekedar pesta" monolog Dar sambil terus melihat komputer dimejanya dan meneliti apakah ada yang kurang atau tidak
__ADS_1
sampai akhirnya ia menyelesaikan pekerjaannya tepat dijam tiga sore hari, belum sempat makan siang dan sekarang harus menemui kliennya, sudah menunggu dirinya diresto seberang perusahaan, dengan cepat Dar menyuruh sekretarisnya ikut dan mereka meeeting bersama
"selamat sore tuan, maaf sedikit membuat anda menunggu" ucap Dar dan mempersilahkan semuanya duduk, ia langsung melihat proyek kerjasama mereka dengan modul yang dibawa oleh sekretaris kliennya, ia juga memperhatikan setiap detail yang menurutnya menguntungkan atau tidak untuk perusahaan
"saya setuju dengan ini, namun jika boleh tambahan, saya memilih untuk beberapa hal ini disingkirkan dan jangan terllau fokus pada satu titik ini saja, mungkin itu saja masukan dan saran dari saya" ucap Dar sambil mengambil minumnya dan menikmatinya
perut Dar saat ini minta diisi namun yang namanya pekerjaan tidak bisa dilewatkan, ia harus mengejar target yang sudah dijadwalkan meskipun mungkin akan merampas waktunya namun Dar bisa melewati itu semua
"baiklah tuan, kerjasama kita deal" ucap klien dan mereka berjabatan tangan satu sama lain, akhirnya Dar bisa bernafas lega, ia bisa mengulurkan sedikit tubuhnya dnegan relaks dan berfikir lebih jernih lagi
setelah klien Dar pergi, dengan cepat ia memanggil pelayan dan memesan makan siang mereka, bersama dengan sekretraisnya yang juga mungkin sudah menahan lapar sejak tadi
"apa kau juga belum makan siang?" tanya Dar disela sela kegiatannya yang melihat dokumen yang dikirim ke email miliknya, meskipun ia bisa makan siang tapi tetap saja pekerjaan menghantui dirinya
"jangankan makan siang tuan, sarapan saja saya jam 4 pagi" ucap sekretarisnya yang menatap tablet miliknya diatas meja, mereka berdua sama sama begadang mengerjakan proyek itu, dan sialnya lagi sekretaris Dar harus bangun pagi agar lebih cepat sampai dikantor sebelum Dar sampai
"baiklah, maafkan saya. setelah proyek ini selesai kau akan saya berikan hhari libur dan insentif yang cukup memenuhi liburanmu" ucap Dar membuat sekretaris itu langsung menatap tidak percaya, ia sangat senang mendapat hadiah seperti itu, ahhh senangnya dalam hati..
__ADS_1
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian raeders❤❤❤