Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 51,Masalalu Aland


__ADS_3

Disini othor mau ucapin makasih banyak buat readers yang udah stay dan setia buat baca novel othor, nahh buat kalian yang pengen tau Asya dan Aland itu seperti apa, nanti di up kedua othor bakal kasih gambarannya, tetap dukung othor ya, dan buat yang ngasih kritik dan saran othor makasih banget akhirnya ada yang kasih ilmu baru, makasih semua :)


Apapun yang menjadi masalalu tetaplah masalalu, namun entah mengapa mendnegar namanya setelah sekian lama, ada perasaan yang masih terikat dnegannya, aku tidak tau ini hanya sekedar persaan sebagai orang yang pernah singgah dimasa lalu, atau perasaan yang masih membekas dari dulu, aku harap itu bukan sesuatu yang bisa merusak hubunganku dnegan gadis kecilku


~Aland Chevalier


Setelah mendnegar penuturan dari Vin, mau tak mau Aland sedikit kepikiran tentang informasi yang baru ia dapatkan, bagaimana mungkin wanita yang dulu rela meninggalkan dirinya hanya karna mengejar karirinya, kini kembali datang dnegan alasan mencari dirinya, itu sesuatu yang sangat susah untuk Aland percayai, namun hal itu juga tidak menutup kemungkinan, mungkin saja wanita itu sudah tidak dipakai oleh Agensi laian atau ia sengaja mengundurkan diri,atau alasan yang paling relevan adalah ia melakukan kesalahan, Aland persis tau bagaimana wanita itu jika punya keinginan, pasti melakukan apapun demi keinginannya tercapai.


"Vin, kau pantau pergerakan wanita itu, suruh orang-orang kita untuk mengikuti setiap apa yang ia lakukan, pastilkan ia tidak merusak hari pernikahanku lusa, atau tidak ia akan tau akibatnya" kata Aland dengan suara tertahan sebelum akhirnya mereka kembali bergabung dnegan yang lainnya dimobil masing-masing


"Babe, ayolah ikut aku kekantor, biarkan bibi dan Chloe pulang sendiri" kata pria itu dengan mode manja namun suara dan wibawanya tetap melekat dalam dirinya, mendnegar perkataan ponakannya Agatha melototkan matanya dan melirik Aland dengan tajam


"tidak om, Asya [ulang sama bibi aja, Asya sedikit lelah hari ini" kata gadis itu tanpa melihat Aland yang masih berdiri didepan kaca mobil yang mereka tumpangi, melihat perubahan gadis kecilnya, Aland mengerutkan keningnya heran, tidak biasanya Asya marah dan bicara tanpa melihat dirinya


"ada apa babe, apa kamu marah padaku?, apa aku melakukan kesalhan padamu?" tanya Aland dengan cepat dan mendekatkan wajahnya kearah Asya, membuat gadis itu diam dengan raut wajah yang merah karna malu, bisa-bisanya Aland melakukan itu padahal masih banyak orang disana pikirnya

__ADS_1


"tidak om, hanya saja Asya terlalu lelah hari ini, aku mau pulang dan istirahat saja di apartemen" kata Asya dan memberanikan diri untuk melihat mata Aland yang seolah jengkel dengan sikapnya barusan


"ya sudah kalau itu maumu, aku tidak bisa memaksamu, kalian hati-hatilah dijalan, sampai di partemen kamu beritahu aku" kata pria itu dan akhirnya masuk kedalam mobilnya yang dikemudikan oleh asisten Vin


"kami pulang duluan om" kata gadis kecil itu dan langsung cuss berlalu dari tempat parkir, membuat Aland sedikit bingung namun ia tidak memikirkan hal itu, wajar saja kalau seorang wanita kesal hanya karna sesuatu hal yang sepele, pikir Aland


sampai dikantor, Aland langsung masuk kedalam ruangannya, mereka bertiga yang lain juga masuk kedalam ruangan masing-masing, tidak ada yang berani membuka suara didepan Aland, karna mereka tau tuan Chevalier yang satu itu pasti sedang pusing memikirkan gadis kecilnya dan wanita masalalunya yang benari muncul kembali


diruangan yang terbilang snagat luas dan lengkap dengan peralatan yang dibituhkan oleh seorang pengusaha, Aland duduk dikursi kebesarannya dan memjit keningnya pusing, ia masih terpikir dengan wanita itu, siapa lagi kalau bukan Freya Zeline, mantan kekasih Aland yang meninggalkan dirinya lima tahun yang lalu,membuat pria itu tidak amu mengenal cinta lagi, dan menyibukkan diri dnegan bisnisnya dan wanita malam di Bar.


kenangan yang mereka lalui bukanlah sedikit, kembali ke masa pacaran mereka dulu, Aland adalah tipe pria yang setia dan cukup satu wanita jika sudah ia cintai dengan tulus. Freya adalah gadis yang baik dan punya body yang diidamkan setiap kaum adam, kulit yang putih dan yang cantik, namun bukan itu yang membuat Aland tertarik padanya, suara khas dari wanita itu mampu meuluhkan hati dingin seorang Aland.


hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dari kuliah sampai lulus secara bersamaan, memutuskan untuk terjun kedunia yang mereka kuasai, namun hal yang membuat Freya meninggalkan Aland, saat karirnya yang sudah melinjak dan saat itu Agensi tempat Freya bekerja melarang para model papan atas untuk pacaran, hal itu membuat Freya memutuskan salah satu antara karir atau hubungan asmaranya.


Aland saat itu mencoba untuk menghentikan Freya dari pekerjaannya itu, Aland bahkan memohon dengan airmata agar wanita yang ia cintai tidak meninggalkannya, namun keputusan Freya saat itu sudah bulat, dan ia belum tau siapa Aland sebenarnya, karna yang ia tau Aland adalah seorang anak yatim piatu dan sedang merintis karir saat itu, membuat Freya tidak percaya kalau kekasihnya itu bisa menghidupi dirinya kelak

__ADS_1


"Fre.. ku mohon jangan meninggalkanku, aku tidak punya seseorang yang bisa mnegerti diriku selain kamu" ucap Aland dengan airmata yang sudah mengalir dari kedua pipinya


"Al, aku tidak bisa, karirku lebih penting dari apapun, kamu tau sendirikan kalau aku susah payah untuk sampai ke level ini" kata Freya sambil melepaskan genggaman tangan Aland dengan kasar


"aku bisa janji Freya, aku akan membahagiakan kamu, apapun yang kamu mau aku bisa memenuhi itu semua, ku mohon don't leave me Fre" kali ini Aland tidak mementingkan harga dirinya lagi, ia turun kebawah kaki Freya dan memohon dnegan wanita itu


namun Freya tetap tidak peduli, ia masih menggelengkan kepalanya dan tetap kekeuh melanjutkan karirnya, tidak ada kesedihan atau rasa berat untuk meninggalakan Aland yang ada Freya tidak peduli dengan kekasihnya yang memohon dibawah


"kamu tidak mungkin bisa membiayai hidupku Al, aku tau kamu hanya seorang anak yatim piatu dan tidak ada apa-apanya dibanding dengan para pengusaha diluar sana, aku menerimamu karna wajahmu dan kebaikanmu, selain dari itu, tidak ada yang bisa aku banggakan darimu Al" kata Freya dnegan lantang terdengar ditelinga Aland, membuat pria itu langsung berdiri dan menatap Freya dnegan tajam


"terimaksih atas semua yang kau katakan Freya, aku tau dengan posisiku, tapi asal kau tau, mulai hari ini, tidak akan ada Aland yang dulu, jangan pernah muncul dihadapanku Freya Zeline!!!" kata Aland dan langsung pergi begitu saja, sementara Freya diam ditempat, beru kali ini ia melihta Aland yang menakutkan, matanya penuh amarah dan suara penekanan, namun hati wanita itu sudah membatu, ia tidak peduli, ia percaya Aland hanya mencintainya dan akan menunggu dirinya untuk kembali, hanya saja tadi Aland terlalu emosi


Flashback off


next

__ADS_1


maaf kalau othor lama upnya, maklum ya readers, othor juga ada kesibukan lain, semoga kalian masih stay dilapak othor:)


__ADS_2