
...___...
Flashback on
Dengan santai dan percaya diri nya, Genna memperkenalkan diri nya di depan teman-teman nya Candra bahwa dia adalah pacar nya.
Gadis itu tersenyum merasa menang karena sudah berhasil mengerjai laki-laki itu, dia pikir, Candra akan merasa malu karena dia sudah memacari gadis belia yang masih sekolah seperti nya, dan rela menghabiskan banyak uang untuk mempercantik dan membelikan apa pun yang dia mau.
Namun tiba-tiba saja kesenangan nya itu berubah seketika saat rencana nya yang ingin mengerjai Candra justru ber-timpal balik pada nya.
"Ekhem..ekhem..!" Suara deheman Candra, dia bangkit dari kursi nya dan berdiri tepat di samping Genna. Laki-laki itu merangkul pinggang Genna dengan mesra nya.
"Sayang.." Ucap Candra yang menatap Genna seraya tersenyum. "Seperti nya, aku memang harus mengenalkan mu pada mereka semua saat ini, bahwa kamu.. bukan hanya pacar ku, tapi.. dalam waktu dekat ini kamu akan segera menjadi istri ku kan.." Tutur Candra di depan semua teman-teman nya, yang berhasil membuat Genna terkejut serta membulatkan mata nya sempurna menatap nya.
Candra tersenyum, tetapi bukan senyum karena dia memang menyayangi Genna sebagai calon istri nya. Senyum nya Candra lebih terlihat senyum sebagai pembalasan di sana.
Sementara Genna, dia terdiam kaku, menatap kosong pada Candra yang mungkin lebih merasa menang dari nya saat ini, tubuh nya menegang, gemetar hebat dan dengan susah payah dia menelan saliva nya yang terasa kelu. Bisa di kata, ini nama nya senjata makan tuan. Ingin mempermalukan Candra, tetapi justru dia yang merasa lebih malu di sana.
Flashback off
Di dalam mobil
Genna hanya diam tanpa suara nya, mematung seperti tak bernyawa. Entah apa yang sedang dia pikirkan, yang jelas, dia benar-benar merasa malu.
"Kamu mau makan di mana ?" Suara Candra bertanya untuk yang pertama dalam keheningan di dalam mobil itu.
Genna hanya diam tak menjawab, atau bahkan dia tak mendengar nya karena terlalu larut dalam diam nya.
"Gen !!"
Dan panggilan Candra dengan suara yang sedikit berteriak membuat nya terjengit kaget.
"Em, i-iya.." Genna menoleh dan menatap Candra.
"Kata nya kamu lapar, mau makan apa ?" Ujar nya mengulangi.
Genna pun kembali diam untuk sejenak. "Enggak deh, aku ga mau makan !" Titah nya setelah berpikir
Seperti belum puas dalam pertarungan saling mengerjai, tiba-tiba Candra berpikir untuk menjahili gadis itu lagi.
"Sayang.. kenapa gak mau makan ?" Ucap Candra yang kembali memanggil nya dengan sebutan sayang.
Genna terjengit dari tempat nya, dan reflek tubuh nya berputar cepat menghadap Candra. Mata nya membulat sempurna, ingin marah dan protes pada laki-laki itu, tetapi dia urungkan niat nya karena dia lah yang memulai semua nya.
__ADS_1
"Kenapa ?" Tanya Candra saat dia melihat Genna kembali memalingkan diri dari hadapan nya.
"Om, ke-kenapa bilang seperti itu ?" Dan Genna akhir nya mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"Bilang seperti itu, apa ?" Tanya Candra.
"Bilang kalau kita akan menikah !" Ketus Genna.
Candra tersenyum, sesekali melihat ke arah Genna dan juga jalanan, karena dia harus tetap fokus dalam mengendarai mobil nya.
"Kamu gak ada niatan mau mengakui kalau kamu sudah kalah dalam pertaruhan kita ?" Bukan menjawab pertanyaan Genna, Candra malah melemparkan ucapan yang membuat Genna menjadi bingung.
"Maksud om ?"
"Iya, kamu kalah, kamu udah jatuh cinta kan sama saya ?" Titah Candra
"Kata siapa aku jatuh Cinta sama om !"
"Kata saya barusan"
"Enggak ya, kepedean banget sih !" Tegas Genna.
"Loh, bukan nya tadi kamu secara terang-terangan bilang sama semua temen-temen saya kalau kamu pacar saya !"
"Pacaran, sudah pasti ada rasa cinta dong..?" Jelas Candra.
"I-itu salah paham om !" Ujar Genna cepat.
"Salah paham gimana ?"
"Itu tadi, cuma bercanda !" jelas Genna
"Ooo..." Candra pun mengangguk-angguk kan kepala nya.
"Maaf.." Lirih Genna, namun wajah nya tak berani menatap ke arah Candra.
"Apa kamu bilang ?" Bukan dia tak mendengar nya, tapi kata maaf adalah sesuatu yang sangat langka yang keluar dari mulut gadis itu.
Genna mencibik kesal, pasal nya, dia adalah seorang gadis angkuh yang egois dan sedikit keras kepala, meski bersalah, kata maaf adalah sesuatu yang akan sulit dan bahkan tidak pernah dia ucapkan.
"Maaf.." Lirih nya lagi, namun masih dalam posisi yang sama
"Coba ulangin, saya gak dengar !"
__ADS_1
"Om sengaja ya mau ngerjain saya !" Sentak Genna seraya menghadap ke arah Candra.
"Aduh.. kamu tu bisa gak sih, jadi cewek tu yang lembut, yang anggun gitu lo.."
"Memang nya om siapa, ngatur-ngatur aku !"
"Saya.." Ucap Candra menunjuk diri nya sendiri. "Saya pacar kamu lah.." Ujar nya dengan percaya diri.
Dan Genna semakin mencibik kesal, dia benar-benar merasa menyesal karena sudah berurusan pada laki-laki yang mungkin paling menyebalkan di dunia ini. Karena malas berdebat dan kembali berurusan semakin panjang pada Candra, Genna pun kembali memalingkan diri nya dan menatap keluar jendela mobil.
...___...
Sesampai nya di kediaman Anan Malik.
Pukul dua siang hari, Candra baru sampai di rumah Genna untuk mengantar nya pulang. Dengan cepat dan tanpa mengucapkan kata, Genna melejit turun dari mobil Candra untuk masuk ke dalam rumah nya dan meninggalkan Candra begitu saja.
"Dari mana aja lo baru pulang !" Ujar Gleen ketika melihat sang adik yang akan menaiki tangga.
Genna menghentikan langkah nya saat mendengar pertanyaan sang kakak.
"Semua ini gara-gara lo tau gak !" Cetus Genna, lalu kembali melangkah dengan sedikit berlari menaiki anak tangga untuk segera ke kamar nya.
"Hai Gleen.." Sapa Candra di sana. Dia masuk ke dalam rumah tanpa ada seorang pun yang menyambut kedatangan nya.
"Eh, om Candra.." Sapa Gleen.
"Daddy kamu ada ?"
"Ada om" Jawab pria tampan itu.
"Kalau begitu, boleh tolong panggilkan"
"Boleh, tunggu sebentar ya om" Ucap Candra, lalu dia berjalan menuju ruang kerja Anan untuk memanggil nya.
Tanpa ingin mengetuk pintu, Gleen langsung saja membuka handle pintu, namun pintu itu masih terkunci.
Beberapa menit yang lalu, Gleen pun datang dan memanggil-manggil Anan, Gleen tahu jika Daddy dan mommy nya ada di dalam, berulang kali dia mengetuk dan memanggil namun sekali pun tak ada jawaban di sana, dan sekarang, pintu nya pun masih terkunci dari dalam.
Tok..tok..tok..
"Dad, ada om Candra mau ketemu" Seru Gleen seraya mengetuk-ngetuk pintu.
"Ya, tunggu sebentar !" Sahut Anan dari dalam ruang kerja nya.
__ADS_1
...___...