Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 86~S2


__ADS_3

...___...


Tertatih-tatih, Della melangkah masuk ke dalam kamar Genna dengan bantuan tongkat. Gadis itu menghampiri sang mama yang dia tahu masih sangat bersedih.


"Dell.." Genna bangkit dari duduk nya, dengan cepat menyusul Della yang kesusahan melangkah kan kaki nya.


"Kamu ngapain susah-susah kesini Dell.." Ucap Genna sambil membantu menuntun nya. Genna membawa Della duduk di tepian kasur.


"Ma, maaf aku ganggu istirahat nya mama.."


"Enggak, ada apa ? bukan nya kamu harus istirahat-"


"Aku kesini mau minta maaf sama mama Genna" Sargah Della menyela. "Maaf, selama ini aku gak bersikap baik sama mama, dan.. aku ikut sedih atas kehilangan calon adik aku.." Lirih gadis itu. Membuat Genna menunduk dan kembali teringat akan calon anak nya.


"Maaf ma, tapi mama harus ikhlas, mama gak boleh terus-terusan sedih, kasihan adik aku kalau liat mama nangis terus" Gumam Della. "Mama harus kuat, harus semangat ya ma.." Ujar nya sambil tersenyum.


"Makasih ya Dell, kamu juga harus kuat, semangat untuk kamu kembali pulih.." Balas nya menyemangati Della.


...___...


Hari-hari pun telah berlalu, sudah seminggu sejak Genna kehilangan calon bayi nya. Hari-hari nya terasa sangat tidak lagi berwarna karena kehilangan calon buah hati.


Tapi bagaimana pun, dia harus tetap kuat. Sedih memang, karena Genna sungguh merasa gagal dalam menjaga calon anak nya.


Di sisi lain, Della, juga selalu berusaha dan semangat untuk kembali bisa berjalan dengan normal. Dengan bantuan tongkat, memudah kan nya untuk terus berjalan. Di tambah lagi dengan kehadiran orang-orang yang dia sayangi yang selalu ada untuk nya membuat dia semakin bersemangat.


Hari ini, papa nya Andrian akan datang ke rumah Candra untuk mengunjungi nya. Selain itu, Andrian berniat akan membawa Della untuk bertemu dengan nenek nya, yaitu mama nya. Della sudah bersiap, hanya tinggal menunggu papa nya itu datang menjemput nya.


"Papa kamu belum datang Dell..??" Candra datang menghampiri Della yang duduk di ruang tengah sambil menunggu Andrian.


"Belum pa.." Jawab gadis itu.


Tetapi tidak lama, terdengar suara mobil dari luar rumah yang datang. Itu pasti Andrian, lalu dengan senyum nya yang merekah, Della berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju pintu untuk menyambut sang papa.

__ADS_1


Candra terbungkam, terlihat murung melihat Della putri nya itu yang sangat antusias akan kedatangan Andrian papa kandung nya. Dia merasa sedikit cemburu, melihat Della yang sudah mulai dekat dengan Andrian. Meski tak punya hubungan darah, tetapi dia lah yang sudah merawat dan membesarkan Della sedari dia masih bayi.


Tapi tidak, dia tidak boleh egois yang akan terus melarang anak dan ayah itu untuk bersama lagi. Bagaimana pun Andrian adalah papa kandung Della, Andrian jauh lebih mempunyai hak atas gadis itu. Terlebih, Andrian memang sudah berubah, sudah benar-benar menunjukkan rasa sayang nya pada Della sebagai anak kandung nya.


"Halo Can.." Sapa Andrian yang ternyata sudah masuk ke dalam rumah nya bersama Della.


Candra tersentak dari lamunan nya. "Eh, halo An.." Sapa nya balik. Dia berdiri dan menyalami Andrian.


"Pa, Della mau minta izin, Della mau ikut papa Andrian jenguk nenek" Ujar Della meminta izin pada Candra.


"Iya Can, gue mau izin bawa Della untuk ketemu nyokap gue.." Tutur Andrian yang juga meminta izin pada Candra.


"Em.. dan satu lagi, gue.. juga mau ziarah ke makam Della, boleh kan.." Ucap Andrian sedikit takut, takut jika Candra tak mengizinkan nya untuk datang berziarah ke makam Della.


"Lo.. yakin mau ke makam Della ?" Tanya Candra ingin memastikan.


"I..iya..." Jawab Andrian.


...___...


"Della, ayo turun.." Ajak Andrian pada putri nya.


Della mengangguk.


Dan seketika gadis itu di buat terperangah, merasa kagum pada pemandangan halaman rumah papa nya itu. Begitu indah dengan banyak tanaman bunga-bunga di sana.


"Sayang, kenapa ?" Tanya Andrian saat melihat Della diam saja.


"Pa, bunga nya indah banget" Tutur gadis itu tanpa ingin mengalihkan mata nya dari berbagai macam jenis bunga-bunga yang bermekaran.


Andrian tersenyum, berjalan mendekati Della dan merangkul pundak nya.


"Semua bunga ini tanaman nenek kamu sayang" Jelas Andrian. "Yuk, kita masuk temui nenek"

__ADS_1


...__...


Tepat nya di lantai dua, di sebuah kamar Andrian mengajak Della untuk masuk ke dalam nya. Sementara Della di buat bingung tapi merasa juga tidak sabar untuk bertemu sang nenek.


Cklek..


Andrian membuka daun pintu, melangkah masuk ke dalam kamar di ikuti Della di belakang nya.


Tak ada seorang pun di dalam sana, tetapi telinga Della mendengar suara seperti alat pendeteksi jantung.


"Sayang.." Andrian menoleh ke arah belakang. Kemudian menggenggam tangan Della.


Seketika Della di buat terkejut kala melihat seorang wanita paruh baya yang terbaring di atas tempat tidur dengan dengan berbagai macam alat alat rumah sakit di sana.


"Pa.. I-itu..." Della gemetar.


Andrian membawa Della lebih mendekat ke arah ranjang.


"Sayang, ini nenek kamu.." Dan suara laki-laki itu juga terdengar gemetar. Tatapan mata nya sendu menatap sosok wanita yang sangat dia cintai.


"Pa.." Della tak kuasa, mata nya mulai berkaca-kaca, dia melihat nenek nya terbaring tak sadar kan diri.


"Nenek kenapa pa.." Tanya nya dengan suara yang akan menangis.


Andrian berlutut di samping ranjang, menggenggam satu tangan sang mama yang tertancap infus lalu mencium nya. Laki-laki itu menangis, betapa rindu nya dia terhadap sosok wanita itu.


"Nenek mengalami serangan jantung Dell, dia koma, hidup nya sekarang hanya bergantung dengan semua alat-alat ini" Lirih Andrian, betapa menyesal nya dia, mama nya koma semua karena perbuatan nya.


"Semua salah papa, papa yang menyebab kan nenek kamu seperti ini.." Imbuh laki-laki itu. Air mata nya bahkan semakin mengalir deras di kedua pipi nya.


Della lebih mendekat, ikut berlutut di samping Andrian. Dia menyentuh lengan sang nenek, tatapan nya lurus memandang wajah wanita itu yang begitu betah nya memejam kan mata.


"Nenek..." Gumam Della lirih. Dia pun menangis, tak kuasa menahan sedih atas kondisi sang nenek di pertama kali nya perjumpaan mereka.

__ADS_1


"Nek bangun nek, ini Della, cucu nenek.." Lirih Della sambil menangis.


...___...


__ADS_2