Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
122~S3


__ADS_3

...___...


Seorang gadis manis, sekitar berusia 18 tahun itu duduk di kursi meja makan sembari menumpu ke dua telapak tangan nya di bawah dagu yang dia tumpang kan di atas meja.


Ke dua manik mata sayu dengan bulu mata yang lentik itu terus memandang satu objek di hadapan nya tanpa berkedip. Ia merasa begitu tertarik, bahkan rasa nya tidak ingin melepaskan pandangan mata nya dari sosok yang merasa begitu ia kagumi.


Indah, dan tampan nya, di tambah lagi dengan rambut gondrong yang terikat namun menyisakan anakan rambut yang terurai dan menutupi sebagian wajah nya.


Sungguh, sebuah ciptaan tuhan yang begitu sempurna.


"Ekhem, ekhem !!"


Bahkan suara deheman dari sang bunda tak juga membuat gadis itu mengalihkan perhatian nya.


"Ekhem !!" Ia sedikit mengencang kan deheman nya, yang kemudian berhasil membuat putri nya itu tersentak kaget karena ulah bunda nya.


"Liatin apa an hah ?" Cetus sang bunda yang membuat gadis itu gelagapan.


"Em, em, liat..liat...-"


"Jaga mata mu ya !" Ancam sang bunda pada gadis itu sambil mendelik.


'his, apa an sih bunda galak banget !' Gumam gadis yang bernama Naima Wulandari itu.


"Nai, ikut abang yuk !"


Seorang pria tampan, berusia sekitar 23 tahun itu menghampiri Naima yang entah kenapa masih begitu betah duduk di kursi meja makan. Sedang kan acara makan malam bersama keluarga besar sudah selesai.


Sebenarnya apa yang membuat gadis itu betah berada di sana, sedangkan di meja makan itu hanya membahas obrolan-obrolan berat dari para orang-orang tua. Apa yang bisa di mengerti oleh gadis bau kencur seperti Naima. Pikir Kaireel.


"Gak mau ah, Nai masih mau disini !" Tolak Naima yang bahkan kembali memandang sosok pria yang begitu sibuk dengan ponsel nya. Yang bahkan sama sekali tak memperdulikan Naima yang terus memperhatikan nya.


"Ngapain sih disini, disini lagi bahas soal kantor, kamu enggak akan ngerti !" Cetus Kaireel merasa kesal karena di abaikan oleh keponakan nya itu.


"Biarin, Nai mau disini kok !" Kekeh nya menolak. Yang semakin membuat Kaireel kesal lalu pergi meninggalkan ruang makan.


...___...


"Hebat kamu Gleen !"


Puji Hanafi pada Gleen Malik. Hanafi sampai di buat terkagum-kagum pada Gleen karena keahlian berbisnis nya.


"Santai bro !" Gumam laki-laki itu.


Ya, Gleen Malik. Kini, laki-laki itu telah meraih kesuksesan dari hasil kerja keras nya sendiri. Selama 3 tahun lama nya, laki-laki itu jatuh bangun mendirikan perusahaan nya sendiri dari nol tanpa bantuan siapa pun, bahkan dari Anan Daddy nya pun tidak sama sekali.


Gleen, merasakan sakit dan pahit nya seorang diri. Banting tulang bekerja keras demi kesuksesan yang sudah tergambar dalam pandangan masa depan nya.


Tuhan begitu baik, memberikan jalan bagi siapa pun yang selalu berusaha keras tanpa takut terjatuh. Sekali pun jatuh, tapi laki-laki itu tetap berusaha berdiri di atas kaki nya sendiri. Hingga ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Menjadi CEO, bahkan perusahan yang dia dirikan menyetarai perusahaan sang Daddy.

__ADS_1


...___...


Naima, gadis itu menolak pulang. Dia ingin menginap di rumah Anan bersama Yumna. Adik Kaireel.


"Please Bun, Nai pengen nginep di sini !" Pinta Naima begitu memohon.


"Enggak Nai !" Kecam sang bunda tak terbantah kan. "Pulang !"


Naima berdecak lidah, memberengut kesal karena tak mendapat kan izin dari sang bunda untuk bermalam di rumah Anan. Padahal, ingin sekali dia menginap di rumah itu malam ini.


"Biarin aja Naima nginep di sini Del, toh sama Yumna.." Sahut Genna menyahuti.


"Iya Dell, biarin aja, lagian kan besok hari Minggu, enggak sekolah." Timpal Candra.


Naima tersenyum penuh kemenangan, mengedip-ngedipkan ke dua mata nya pada sang bunda, ia mendapat kan suara lebih dan pembelaan dari Candra dan Genna untuk tetap tinggal di rumah Anan malam ini.


Della mendelik, entah apa yang sedang di ingin kan putri nya itu. Tiba-tiba saja dia ingin menginap di rumah Anan.


"Jangan nakal !" Pekik Della sambil menunjukkan ancaman nya.


Naima memberengut sebal. Nakal ? memang nya dia masih anak-anak apa.


"Kak !! sini...!" Yumna berteriak dari lantai dua memanggil Naima.


Buru-buru, Naima melejit melarikan diri menaiki tangga menuju kamar Yumna yang baru saja memanggil nya.


...___...


Mengganggu sekali. Sampai dia tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaan nya.


"Ah, gak asik ah masa aku kalah terus !!" Sungut Yumna yang begitu kesal. Dia bahkan sudah jadi bahan bully an oleh Naima dan Kaireel karena selalu kalah.


"Ah Cemen kamu mah dek !!"


Tawa Kaireel dan Naima terus saja menggema memecahkan dinding-dinding kamar itu.


.


.


.


"Kalian tu berisik banget sih !!"


Mereka bertiga ter-jingkat, seketika terbungkam kala seseorang yang datang dengan tiba-tiba dan menyentak.


Mengejut kan.


"Uncle ?'

__ADS_1


"Enggak usah berisik deh ! ganggu orang aja !" Cetus nya lagi, wajah nya datar, suara ketus dan tatapan yang tajam.


Tapi, tak sedikit pun menghilangkan ketampanan nya. Bagi Naima.


Di saat Kaireel dan Yumna terdiam takut karena sentakan Gleen yang entah kenapa laki-laki itu telah berubah menjadi uncle yang menyeramkan, galak dengan wajah yang dingin dan kaku. Sangat jauh berbeda dari sosok uncle Gleen yang dulu.


Tapi Naima, justru senyum-senyum sendiri mengagumi sosok Gleen yang galak dan kaku itu. Galak nya, justru memperlihat kan keseksian nya. Pikir nya.


"Maaf uncle.." Ujar Kaireel.


Gleen mendelik, sekejap mata nya menangkap sosok gadis yang berada di antara ke dua keponakan nya itu.


Aneh, kenapa juga dia senyum-senyum gak jelas sambil menatap ke arah nya.


Gleen pun mendengkus, berbalik arah untuk pergi dan mengabaikan ke anehan pada Naima itu. Sakit seperti nya, pikir Gleen. Ia pun kembali ke dalam ruang kerja nya.


...___...


Tok..tok..tok..


"Masuk !"


Cinta pun membuka daun pintu ruang kerja putra nya setelah mendapat kan izin dari pemilik nya.


"Gleen, apa mommy ganggu ?" Lirih wanita yang kini tak tak muda lagi itu. Namun jangan salah, kecantikan nya tetap terjaga dan membuat nya tetap terlihat awet muda.


"Mom, enggak ganggu kok !" Jawab nya.


"Sayang, udah malem gini kok masih sibuk aja sih ?" Ucap Cinta sembari mendudukkan diri nya di kursi yang ada di depan meja kerja Gleen.


"Kerjaan Gleen masih numpuk banget mom." Ujar nya, yang kembali sibuk menatap layar laptop nya.


Cinta membuang nafas panjang nya. "Kalo terus-terusan sibuk sama kerjaan, kapan sibuk cari istri nya Gleen.."


Nah kan, mulai lagi ah si mommy bahasan nya. Membosankan.


...___...



Kaireel, 23 tahun.



Yumna Almaira. 17 tahun. Anak ke dua nya Candra dan Genna. Adik Kaireel.



Naima Wulandari. 18 tahun. Anak pertama Della dan Hanafi. Punya adek cowok.

__ADS_1


Buat yang bingung, jangan bingung-bingung ya πŸ˜πŸ™ Entar aku kasih Flashback nya ☺️


Soo, disini aku enggak mengadakan ke hadiran pak Adam, dan Bu Maria lagi ya. Aku bingung gengs mau berusia berapa mereka kalo ada πŸ˜‚ btw kan gak penting juga yah di season 3 ini 🀭 wkwk anggap aja mereka kemana gituuuπŸ˜…πŸ˜… hahaha


__ADS_2