
Aku kembali kepada seseorang ilikku dulu, aku egois dan tidak mau disaingi, namun satu sisi aku tau diri, aku yang sudah meninggalkannya, tapi aku masih mencintainya,bukan tanpa alasan, dia seseorang yang mencintaiku begitu dalam dan penuh kasih sayang, namun karna kesalahanku sendiri aku akhirnya menyesali perbuatan ku sendiri.
~Freya Zeline
setelah mereka bertiga selesai memilih baju untuk pernikahan Aland dan Asya, akhirnya mereka bertiga memilih untuk makan siang terlebih dahulu sebelum akhirnya Asya dan Agatha pulang ke apartemen, dan diantarkan oleh super yang sudah diperintahkan oleh Aland.
mereka memilih restoran terdekat dari butik yang tadi mereka kunjungi, juga mereka bertiga sudah menyuruh asisten Vin dan Darrec serta Alfred, untuk juga datang kesana makan siang bersama, tidak lupa Asya mengajak Chloe untuk ikut bergabung, sayang kalau moment seperti itu dilewatkan oleh Asya.
sembari menunggu yang lain, mereka bertiga memesan makan siang yang menurut mereka cocok untuk satu keluarga, tidak lupa juga Aland memesan ice cream untuk gadis kecilnya, ia tau kalau gadis kecilnya itu suka dengan makanan yang satu itu, meskipun Aland tidak menunjukkan secara terang-terangan, namun snagat terlihat ketika bereka jalan atau keluar bersama Aland pasti lebih memperhatikan Asya.
"Al, bibi ke toilet sebentar yah, Sya, kamu disini sama pria tua ini dulu" kata Agatha sambil mencibir Aland yang menatapnya kesal karna mengatainya tua
"aku tidak setua itu bi, berhentilah mengataiku tua" kata pria itu yang sensitif dengan kata tua, karna mengingat umurnya yang sudah kepala tiga, membuat pria itu tidak suka dikatai tua
"ya ya ya, aku tau Al, karna kau sudah TUA" kata Agatha dan langsung berlari pergi karna melihat Aland yang menatapnya tajam dan mendegus kesal
"dasar nenek tua banyak gaya" kesal Aland dan menatap Asya yang menahan tawa mendengar perdebatan antara bibi dan keponakan itu
"jangan tertawa gadis kecil, aku tidak suka dikatai tua" kata Aland dengan menatap Asya yang masih menahan tawanya, melihat Aland yang sensitif, gadis itu gemas dan semakin terpesona degngan pria itu wkwkw
"aku bilang jangan tersenyum, atau detik ini bibirmu akan habis ku buat" ancam Aland dan mau tak mau Asya menutup bibirnya rapat, dan membuat Aland diam, namun tak lama orang yang mereka tunggu datang,bersamaan dengan Chloe yang juga datang dengan gayanya yang sangat tomboy membuat asisten Vin melongo melihatnya
"hallo beb, kangen banget tau gak sihh" kata Chloe menyerocos dan memeluk Asya dengan erat membuat gadis itu sesak agra-gara terlalu erat dipeluk oleh sahabatnya
__ADS_1
"kamu yang gak datang ketempatku Chloe, aku nungguin tau sama bibi di apartemen" kayta Asya sambil mempersilahkan sahabatnya duduk,
"aku disuruh papa buat kuliah diluar negri sya, aku sudah menolaknya tapi tetap dipaksakan papa" kata Chloe dnegan lesu dan seolah banyak beban, tidak berselang lama Agatha datang, dari toilet dan langsung duduk, melihat mereka semua sudah datang, langsung saja Agatha menyuruh untuk makan siang, karna pesanan mereka sudah tersedia didepan mata
"ayo Chloe, jangan sungkan ngambil makanannya, jangan takut gemuk" kata wanita paruh baya itu sambil memberikan makanan penutup kepada Chloe dan Asya, membuat semua pria disana menatapa kesal dan aneh karna mereka tidak dapat bagian makanan penutup
"makasih bi, tapi ini terlalu banyak untuk kami bi" kata Chloe sambil tersenyum malu dan mendorong piring yang disodorkan oleh Agatha kearah keempat pria didepannya, namun mata Chloe malah mengarah kesalah satu diangtara mereka, namun hanya mereka yang pekalah yang tau kwkwk
"akhirnya makan siang selesai juga, dari tadi aku menhan lapar karna kalian berdua" kata Darrec mencaikan suasana dan mencari topik pembicaraan mereka
"emangnya aku menahanmu untuk tidak makan apa, malah menyalahkan kami, siapa suruh kau tidak makan lebih dulu" kata Aland sewot dan melempar sesuatu kepada Darrec
"bukan begitu, tadinya aku mau makan sendiri dulua, tapi mami mengatakan harus ikut gabung dnegan kalian,membuat kesal saja" kata Darrec dan ditatap tajam oleh Agatha maminya
"ya ya ya jangan menatapku seperti mau memakanku saja" kata Darrec dan menjaukan pandangan matanya dari singa betina yang hampir mengamuk
berbeda direstoran itu, ditempat lain, seorang wanita yang hampir berkepala tiga, bisa dikatakan berumur 29, dengan gaya yang elegan dan dan glamour, melihat gaya hidupnya yang begutu mewah dan disekelilingi oleh orang-orang yang terkenal, gadis itu bernama Freya Zeline, seorang model papan atas yang sudah Go Internasional, dan mempunyai koneksi yang banyak dikalangan artis dan bisnis lainnya.
sekarang ia berada di swiss, dimana pertemuan mereka dengan orang masalalunya yang akhirnya ia tinggalkan sendiri karna mengejar karirnya yang dulu mulai naik membuat ia sedikit melupakan bahwa ia memiliki seorang kekasih yang butuh perhatian.
namun sekarang, wanita itu menyesal dan ingin kembali kepada pria itu, entah bagaimana pun caranya Freya harus mendapatkan pria masalalunya itu, namun ia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Fre, apa kamu tidak punya jadwal pemotretan hari ini?" tanya seorang yang menjadi teman model Freya ditempat studi foto mereka
__ADS_1
"tidak ada, aku butuh refreshing beberapa minggu, aku tidak mengambil job beberapa minggu depan, aku ada urusan prbadiku" kata Freya dengan nada angkuh dan arogant, karna itulah sifatnya dari dulu, membuat ia tidak terlalu banyak disukai oleh teman satu timnya
"begitu ya, aku mengerti" kata wanita itu dan berlalu meninggalkan Freya ditempatnya, wanita itu sedikit menyesal sudah menyapa seorang Freya yang arogant itu
"bagaimana caranya aku menemukan Al, aku sudah lama mencarinya, tapi tidak pernah ketemu" monolog Freya ditempatnya dan membuat dirinya pusing sendiri
"aku harus bertanya kepada si ...' kata Freya dan langsung beranjak dari tempatnya, ia berniat menemui seseorang yang menurutnya bisa membantunya mencari tau Al
"kami pulang duluan ya om, kalian juga hati-hati dijalan" kata Asya sambil ditarik tangannya oleh Aland, pria itu tidak mau berpisah dengan gadis kecilnya lagi
"kalian ikut kekantorku saja bagaimana?, kalian bisa menunggu kami bekerja beberapa jam lagi" kata Aland dan melihat arlojinya menunjukkan pukul dua lewat, pria itu enggan untuk berpisah dnegan gadis kecilnya, sudah cukup beberapa hari tidak bisa tidur karna jauh dnegan gadis kecilnya
namun saat ingin menjawab tawaranAland, ponsel Vin itu berdering dan segeraVin melihat siapa yang menelfonnya, ia sedikit menjauh dari mereka dan menganggkat panggilan itu, namun saat kemudian raut wajah Vin berubah dan melirik Aland yang tidak jauh disampingnya, dengan cepat tangan Vin terangkat dan menyuruh Aland untuk mendekat
"Freya mencarmu Al, katanya ia ingin datang kesini hanya untuk mencarimu" kata Vin dengan suara tertahan dan berbisik kepada Aland
"apa maksudnya itu Vin, apa wanita gila itu sudah kembali waras atau malah ingin berbuat lebih lagi" tanya Aland dan tidak tau jika gadis kecilnya menguping diantara mereka, sedangkan yang lainnyasudah berada didalam mobil
"saya tidak tau Al, tapi yang pasti Freya akan menyusul kita disini, kau hati-hati saja, mungkin dia membuat rencana jahat lagi didalam otaknya" kata Vin memperingati tuannya dari wanita ular masalalunya
"Freya?, siapa dia, apa dia istri om Aland?" batin Asya sambil berjalan menjauhi kedua pria itu agar mereka tidak tau bahwa dirinya sudah menguping pembicaraan mereka, dalam hatinya Asya terpikir dengan perkataan Vin, mungkinkah wanita itu kekasih atau istri Aland, dan entah mengapa Asya merasa takut kehilangan Aland jika ia harus memilih wanita itu dan mencampakkannya
#next
__ADS_1
maaf kalau banyak typonya ya readers, jangan lupa like, komen,dan favorite kalian readers:)